Fakta Keterlibatan Anas dan Andi Sudah Sangat Vulgar........

NOTE : Dan Inilah salah satu dari sekian Kasus -  Hasil Nyata dari SYSTEM
yang berjalan di
INDONESIA  ( System Kepartaian, system Hukum , System Kenegaraan , System
Pemerintahan dan secara umumnya juga SYSTEM dari STRUKTUR KEMASYARAKATAN
yang ada ) .............. 

Horizontal dan Vertikal : DALAM BANYAK HAL - karena LEMAHNYA Disiplin Partai
, Disiplin Kerja , Disiplin Hukum , Disiplin Masyarakat , Disiplin
Individuil , Disiplin organisasi serta HAMPIR TIDAK ADANYA " KETEGASAN DALAM
SIKAP " baik dalam kehidupan se-hari2 maupun dalam Kehidupan
Berpolitik , bermasyarkat dan yg terakhir Kehidupan BERNEGARA ....... 

mrc.-



CODE ETHIC INTERNET 

 
 
-------Original Message-------
 
From: 
Date: 8.2.2012 18:49:02
To: 
Subject: [inti-net] Fakta Keterlibatan Anas dan Andi Sudah Sangat Vulgar -
Tim Demokrat Simpan Rahasia Angie-Anas - Angelina, Kunci Kotak Pandora Kasus
Wisma Atlet
 
  
SBY Sudah Buka Jalan, KPK Jangan Ragu Lagi
Fakta Keterlibatan Anas dan Andi Sudah Sangat Vulgar
Senin, 6 Februari 2012 

Indriyanto Seno Aji [google] [JAKARTA] Pakar hukum dari Universitas
Indonesia Prof Indriyanto Seno Aji menegaskan, dengan pernyataan yang
disampaikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Minggu (5/2), seharusnya KPK
sudah tidak perlu ragu dan khawatir untuk menuntaskan keterlibatan petinggi
PD dalam kasus tindak pidana korupsi, setidaknya terkait suap yang diterima
elite PD dan kekuasaan.

"SBY sudah membuka jalan bagi KPK untuk segera menetapkan tersangka baru
dari elite PD ataupun elite kekuasaan yang terlibat sesuai fakta persidangan
 Karena fakta sidang sudah terlalu vulgar menyebutkan Anas Urbaningrum dan
Andi Mallarangeng," kata Indriyanto kepada SP, Senin (6/2).

Sekarang ini, lanjut Indriyanto, bola ada di tangan KPK untuk menghapuskan
rumor keraguan terhadap KPK. Sedangkan bagi SBY, terkait menuntaskan calon
tersangka berikutnya, juga sekaligus menghapuskan stigma kepartaian yang
menimpa PD.

Di samping itu, Ketua KPK Abraham Samad telah menegaskan bahwa Angelina
Sondakh hanya kunci pembuka. Itu sebenarnya mengindikasikan, KPK sudah
memiliki nama tersangka baru dari elite PD dan elite kekuasaan. 

"KPK tidak perlu ragu lagi dan tidak perlu bermain strategi, karena para
calon tersangka sudah benderang di depan mata. KPK sudah tidak bisa
beralasan kurang alat bukti," ujar Indriyanto. 

Dicontohkan, kasus Miranda (kasus cek pelawat) yang minim pun telah bergulir
menjadikannya sebagai tersangka, apalagi untuk kasus Wisma Atlet. KPK juga
tidak perlu berstrategi dengan rumor cicilan tersangka. [D-12]

Selasa, 07 Februari 2012 
Tim Demokrat Simpan Rahasia Angie-Anas
Besar Kecil Normal 

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pencari Fakta Fraksi Partai Demokrat diduga
menyimpan rahasia mengenai aliran dana proyek Wisma Atlet kepada Anas
Urbaningrum, yang pernah diungkapkan oleh Angelina Sondakh dalam rapat tim
itu. Benny K. Harman, mantan Ketua Tim Pencari Fakta, tak bersedia
mengungkap isi rapat yang berlangsung pada 11 Mei 2011 itu. "Tak boleh,
untuk apa," katanya kepada Tempo kemarin. 

Benny mengakui ikut dalam pertemuan tersebut. "Saya ikut (pertemuan itu),"
kata Ketua Komisi Hukum DPR ini. "Isinya tanya saja kepada yang menyampaikan
(M. Nazaruddin)," ucap Benny.

Nazar kembali mengungkap pengakuan Angelina Sondakh, tersangka kasus Wisma
Atlet, soal aliran dana ke sejumlah elite Demokrat. Keterangan itu
disampaikan menjelang sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta
pada Jumat pekan lalu. Menurut Nazar, pengakuan Angie itu dilontarkan di
hadapan anggota Tim Pencari Fakta.

Angelina dan Mirwan, kata Nazar, ketika itu mengakui menggelontorkan uang Rp
9 miliar kepada pemimpin Badan Anggaran DPR dan Ketua Fraksi Demokrat. "Rp 2
miliar ke Anas," ujarnya, 7 Desember tahun lalu. "Saya rekam. Kalau mereka
bilang tak ada, nanti rekaman yang akan bilang mereka bohong."

Mirwan membantah keterangan Nazar. "Tak benar," ujarnya pada 30 Juni tahun
lalu. Kepada Tempo, Angie juga menolak pernyataan Nazar. Adapun Jakfar
Hafsah tak mau menanggapi. "Tak mungkin saya kasih tahu," katanya
pertengahan tahun lalu. Sejumlah anggota tim yang lain tak bisa dihubungi
hingga tadi malam. 

NUR ALFIYAH | JOBPIE S

Angelina, Kunci Kotak Pandora Kasus Wisma Atlet
Prasetyo Eko P | Nasru Alam Aziz | Senin, 6 Februari 2012 | 21:19 WIB 

JAKARTA, KOMPAS.com — Angelina Sondakh dinilai bisa menjadi kunci pembuka
kotak pandora misteri kasus korupsi wisma atlet SEA Games. Hal itu dikatakan
Peneliti Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang,
Feri Amsari, Senin (6/2/2012). 

"Angie kunci kotak pandora misteri kasus wisma atlet, yang menentukan, siapa
sesungguhnya 'bos besar' dan 'ketua besar'," kata Feri. 

Angelina telah ditetapkan sebagai tersangka kasus wisma atlet, menyusul
koleganya di Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Menurut Feri, keputusan
KPK menetapkan Angelina sebagai tersangka sudah tepat. 

"Putusan KPK menjadikan Angie sebagai tersangka merupakan jalan yang tepat
untuk menjerat pelaku utama kasus korupsi wisma atlet," ujarnya. 

Adapun mengenai I Wayan Koster, Feri menyebut kader Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan ini merupakan orang yang diduga berperan seperti
Angelina. "Itu sebabnya jika KPK tidak menjadikan Koster sebagai tersangka,
ada tebang pilih dalam menentukan tersangka," tambah Feri. 

Koster telah dicegah oleh KPK untuk bepergian ke luar negeri, seperti halnya
Angelina, meski belum ditetapkan sebagai tersangka. 

http://www.suarapembaruan
com/home/fakta-keterlibatan-anas-dan-andi-sudah-sangat-vulgar/16868#Scene_1



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke