Dahlan Iskan Bakal 'Hilangkan' 20 BUMN  
Rachmadin Ismail - detikFinance 

Jakarta - Tahun ini pemerintah bakal mengurangi 20 lebih BUMN dalam rangka 
perampingan. Ditargetkan hingga akhir tahun ini jumlah BUMN bakal tinggal 120. 
Apa saja yang 'hilang'?

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, dari 15 BUMN sektor perkebunan atau PT 
Perkebunan Nusantara (PTPN) akan disatukan menjadi holding. 

"Jadi PTPN yang ada 15 itu akan dijadikan satu, yang 14 bukan BUMN lagi dan 
berarti jumlah (BUMN) berkurang 14. Lalu BUMN sektor kehutanan juga akan 
disatukan dengan Perhutani maka akan berkurang 5 (BUMN) lagi. Jadi 14 tambah 5 
itu 19. Lalu kalau BUMN farma disatukan akan minimal ada 20 yang berkurang," 
tutur Dahlan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/2/2012).

Mantan Dirut PLN ini menegaskan, intinya di tahun ini pemerintah akan 
mengurangi paling sedikit 20 BUMN dalam rangka perampingan (right sizing).

Untuk holding yang tadi disebutkan, Dahlan berharap prosesnya akan selesai 
dalam satu bulan lagi. Proses di Kementerian BUMN untuk holding ini selesai, 
tinggal menunggu proses di kementerian terkait.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah menargetkan 
hanya terdapat 25 BUMN di 2025. Perampingan dilakukan terkait program 
restrukturisasi dan revitalisasi BUMN.

Hatta menilai, banyaknya jumlah BUMN menyebabkan tugas perusahaan plat merah 
tersebut tidak fokus. Pasalnya, terdapat beberapa BUMN yang memegang sektor 
yang sama.

Dalam Roadmap BUMN berdasarkan rekomendasi konsultan independen dinyatakan 
jumlah BUMN terlalu banyak dan tidak efisien dengan total BUMN sebanyak 141 
BUMN.

Kementerian BUMN merencanakan untuk membentuk holding sektoral dengan tim 
manajemen yang kuat dan terfokus. Untuk itu perlu dilakukan rightsizing, baik 
melalui marger, privatisasi, sectoral holding maupun likuidasi. Menurut roadmap 
tersebut di 2014 diharapkan menjadi 78 BUMN dan di 2025 hanya menjadi 25 BUMN.

Hatta mengeluhkan masih adanya BUMN yang terus merugi. Saat ini tercatat ada 
141 BUMN, namun yang sudah memiliki laba hanya 131 BUMN, sedangkan sudah bisa 
menghasilkan deviden sebanyak 67 BUMN.
(dnl/hen) 

Kirim email ke