http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/09/ArticleHtmls/TIDAK-BANYAK-PROSPEK-DARI-ASIA-09022012016022.shtml?Mode=0


TIDAK BANYAK PROSPEK DARI ASIA

     



GEORGE GALLOWAY, PENDIRI VIVA PALESTINA:

Pendiri Viva Palestina, P George Galloway, 58 ta hun, pekan lalu kembali 
berkunjung ke Indonesia untuk mengajak masyarakat dan pemerintah Indonesia 
serius atas dukungannya terhadap pembebasan Palestina dari kolonialisme Israel 
dan sekutunya. Ia berkunjung ke DPR, Kementerian Luar Negeri, bertemu dengan 
para mahasiswa dan menggelar diskusi publik. 
“Saya meminta Indonesia seperti Turki, bahkan lebih baik dibanding Turki. 
Berbicara lantang seperti Turki. Ambil tindakan seperti yang dilakukan 
Turki,“kata Galloway saat diwawancarai oleh Maria Rita dan Dwi Arjanto dari 
Tempo di lobi hotel tempat ia menginap.

Ia jengkel terhadap menjamurnya Starbuck di berbagai tempat, yang dianggapnya 
sebagai bukti ketidakkonsistenan dukungan Indonesia terhadap Palestina.“Saya 
berharap, jika nanti datang lagi ke Indonesia, tidak ada lagi yang duduk minum 
kopi di Starbuck,“ ujarnya. Berikut ini petikan wawancaranya.

Mengapa Anda begitu tertarik menyuarakan dukungan terhadap Palestina di 
Indonesia?
Karena Indonesia dapat melakukan sesuatu yang lebih baik. Indonesia di masa 
Soekarno mampu melakukan pukulan berat. Lihat Erdogan (Perdana Menteri Turki 
Recep Tayyip Erdogan). Seandainya negara muslim memiliki pemimpin seperti 
Erdogan dan setiap negara muslim seperti Turki, memiliki pemerintahan seperti 
Turki, situasinya akan lebih baik sekarang. Jadi saya meminta Indonesia seperti 
Turki, bahkan lebih baik dibanding Turki. Berbicara lantang seperti Turki. 
Ambil tindakan seperti yang dilakukan Turki.
Erdogen melakukan tindakan seper ti itu karena dia tahu Turki berarti bagi 
dunia. Begitu juga Indonesia, tapi negara Anda tidak bertindak seperti itu 
(Turki). Di masa Soekarno, Indonesia sungguh berarti bagi dunia. Dia melakukan 
pukulan telak dengan strateginya yang membuat negara yang sungguh kaya ini 
menjadi berperan penting.

Indonesia sudah bersikap jelas tentang Palestina? Apa yang Anda harapkan dari 
Indonesia?
Tidak, tidak jelas. Secara kebijakan memang jelas. Tidak ada perwakilan 
diplomatik Israel. Itu baik. Sikap Indonesia jelas tentang Palestina di 
Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Itu bagus. Tapi Starbucks ada di jalan-jalan. Starbucks menjadi kedutaan Israel 
di Indonesia. Anda memberi uang ke Israel. Ada ratusan, mungkin ribuan, 
perusahaan yang menguntungkan bagi Israel beroperasi sangat baik di Indonesia. 
Tapi bukan bagi rakyat Palestina. Anda sudah melakukan yang baik, tapi harus 
lebih baik lagi. Rakyat Indonesia juga melakukan yang lebih baik, pemerintah 
Indonesia juga.

Berikan contoh konkret.

Kenapa Starbuck ada di setiap jalan di pusat kota? Apakah Indonesia kekurangan 
warung kopi? Kenapa perusahaan Israel itu ada di kampus-kampus? Jika mereka 
datang karena perdagangan bebas, kenapa masyarakat minum kopi di sana? Ada 
darah Palestina di kopi itu.
Kenapa masyarakat Anda meminumnya dan kemudian pergi berdoa? Negara Islam apa 
ini? Ini sedikit contoh, tapi masih banyak contoh lainnya. Indonesia memberi 
bantuan dana US$ 2 juta ke Gaza dan dikirim lewat delegasi. Itu sangat baik. 
Uang US$ 2 juta diserahkan ke Ramallah ke presiden dan dia tidak mengirimnya ke 
Gaza karena Gaza terkena sanksi, embargo. Di sana tidak ada bank, sistem 
keuangan tidak berjalan di sana. Jadi dana itu tidak akan pernah sampai ke 
Gaza. Jumlahnya juga sangat kecil. Saya sendiri memberikan US$ 5 juta sebanyak 
lima kali. Bagaimana dengan Indonesia ya?
Menurut Anda, apa hambatan Indonesia terkait dengan dukungannya terhadap 
Palestina?
Kurangnya rasa percaya diri Indonesia sebagai negara besar dan luar biasa. 
Ketika saya remaja, nama Soekarno bersinar di dunia. Kemudian dalam jangka 
panjang negara Anda masuk era kegelapan.
Saat ini kebanyakan orang di dunia tidak tahu bahwa Indonesia sudah bukan 
negara diktator lagi. Kebanyakan orang di Barat tidak tahu Indonesia negara 
demokrasi. Well, Malaysia negara kecil, bermasalah dengan demokrasi, tapi 
reputasi Malaysia bersinar di dunia. Malaysia is truly Asia.

Jadi, Anda harus bekerja keras mengembalikan kejayaan yang dulu Anda miliki.

Negara Anda tidak melakukan lebih banyak karena tidak menyadari Anda bisa atau 
Anda tidak mau membuat PBB kecewa.

Bagaimana dengan dukungan ASEAN? Apakah Anda pernah membicarakannya dengan para 
pemimpin negara-negara ASEAN?
Ya, dengan Thailand. Tapi Thailand sekutu AS. Di Asia, India sekarang sekutu 
AS, Pakistan tidak tahu apakah sekutu atau musuh AS.
Bangladesh sekutu AS karena dia sekutu India, Indonesia sekutu AS.
Presiden Obama menerapkan kebijakan nasi goreng. Jadi tidak banyak prospek dari 
negara-negara Asia keseluruhan.

Bagaimana dengan Cina?
Dulu saya bersama Presiden PLO Yasser Arafat ke Beijing. Lalu pemimpin Cina 
mengatakan negaranegara muslim tidak serius untuk membawa kembali Palestina. 
Saat itu ada 1,3 miliar penduduk muslim di dunia dan ada 4 juta penduduk 
Israel. Jika saja negara-negara muslim serius, mereka bisa mengambil kembali 
tanah itu. Israel tidak punya cukup senjata saat itu. Cina benar. Sekarang 1,7 
miliar penduduk muslim ditambah 315 juta penduduk Arab, negara-negara terkaya 
di dunia yang tersisa. Tapi mereka tidak mampu melakukan apa-apa bahkan untuk 
mengangkat jarinya ketika Palestina dibombardir selama 22 hari hingga menjadi 
kuburan massal. GEORGE GALLOWAY Tempat lahir : Dundee, Skotlandia, Inggris 
Tanggal lahir : 16 Agustus 1954 Aktivitas : 1987-2010 : anggota parlemen Partai 
Buruh 1998 : menggelar kampanye Mariam Appeal untuk menentang sanksi yang 
dijatuhkan ke Irak yang membuat rakyat Irak sengsara. 2008-2009 : Menggagas 
bantuan kemanusiaan Viva Palestina dengan me ngirim bantuan kema nusiaan ke 
jalur Gaza pada Januari 2009.
Penulis buku dan mantan jurnalis. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke