Ekonomi - Hari ini Pkl. 00:15 WIB
Menurut Pakar Ekonomi :
Booming Ekonomi China Masih Jauh dari Berakhir 

(Associated Press/Adrian Bradshaw) Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dengan 
senyuman manis mendekati PM China Wen Jiabao untuk berjabatan tangan seusai 
memberi konperensi pers di Balai Agung Rakyat di Beijing, China, Kamis.
      Tujuan utama kunjungan Merkel ke China adalah untuk peningkatan kemitraan 
strategis dan hubungan perdagangan Jerman-China. Menurut Merkel, Jerman 
merupakan mitra perdagangan terbesar bagi China dengan nilai perdagangan 
bilateral mencapai 140 miliar euro dalam 2011.
      Merkel adalah seorang negarawan yang bijak. Ketimbang bersikap tak 
bersahabat dan iri hati terhadap kenaikan peran politik dan booming ekonomi 
China, memilih bersahabat dan bekerjasama demi pertumbuhan dan kesejahteraan 
bersama.
      Oleh media AS dilaporkan, tujuan kunjungan Merkel ke China ialah agar 
Beijing mau menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Iran meninggalkan ambisi 
kemungkinan memproduksi senjata nuklir.
      Beijing, (Analisa). Sekelompok pakar yang terkenal dengan reputasi mereka 
yang selalu tepat dalam porkas mereka termasuk guru besar New York University 
Nouriel Roubini, dan pemimpin perusahaan pengelola investasi Jim Chanos, Jack 
Perkowski, yang dijuluki Mr. China, mengatakan kepada China Money Podcast, 
bahwa kini merupakan waktu paling tepat untuk berinvestasi di China, karena 
pemerintah China akan menjamin ekonominya tidak akan mengalami kemerosotan.
      Berbeda halnya, konsultan Gary Shilling justru mengatakan ekonomi China 
tahun ini akan mengalami "hard landing" (sangat merosot) karena lemahnya 
pemintaan ekspornya dari luar negeri.

      "Sangat banyak terbuka kesempatan di China. Sangat tepat mengawali 
investasi di sana," kata Perkowski seraya menambahkan, "Mereka yang meramalkan 
akan terjadi hard landing di sana samasekali tidak memperhitungkan kenyataan 
bahwa pemerintah China punya semua perangkat fiskal dan moneter untuk 
digunakan."

      Perkowski, pendiri dan mitra pengurus bank dagang JFP Holdings Ltd. yang 
fokus ke China, sudah berpengalaman 20 tahun dalam berinvestasi di China. 
Perjalanan pelopornya di sana membuat dirinya menjadi salah satu pengusaha 
Barat paling sukses di China hingga dia dijuluki Mr. China.

      Menurut Perkowski, di antara potensi investasi di sana, dia lebih 
menyukai dan menyokong sektor teknologi lingkungan hidup dan efisiensi energi. 
"Segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan, yang membantu memperbaiki 
efisiensi energi dan mengurangi emisi (dan seterusnya) akan menjadi kesempatan 
besar, juga perawatan kesehatan, salah satu industri besar terakhir yang kini 
terbuka bagi investor luar," katanya.

      "Keseluruhan sektor jasa keuangan akan sangat besar," kata Perkowski. 
"China masih memiliki 50% tingkat tabungan, dan sektor asuransinya tumbuh 25% 
per tahun, bukan karena rakyatnya menyukai asuransi, tapi karena mereka lebih 
memandang asuransi sebagai sarana alternatif bagus untuk menabung," katanya.

      Mereka yang memprediksikan bahwa China tak bisa diabaikan akan mengalami 
hard landing, menetapkan tingkat pertumbuhan tahunan negara itu di bawah 7,5%, 
di bawah estimasi berbagai sumber pemerintah China untuk mengatur ekonominya.

      "China perlu tumbuh antara 7 hingga 9% per tahun untuk membuat ekonominya 
bisa menyerap seluruh pekerja baru setiap tahun," kata Perkowski. Oleh 
karenanya, dengan stabilitas sosial menjadi prioritas utama mereka, maka para 
pemimpin China akan berusaha sekuat tenaga agar pertumbuhan tidak sampai anjlok 
hingga di bawah level pedoman mereka, katanya.

      Sementara itu, presiden perusahaan konsultan A. Gary Shilling & Co., Gary 
Shilling, mengatakan, ekonomi China menuju "hard landing" tahun ini karena 
melemahnya permintaan luar negeri yang menghambat ekspornya. Shilling 
meramalkan dengan tepat terjadinya resesi AS mulai Desember 2007.

      Menurut estimasi ekonom itu, pertumbuhan ekonomi China memang mencapai 
10,4% per tahun dalam 10 tahun terakhir, lima kali tingkat pertumbuhan di AS, 
karena pemerintahnya meningkatkan anggaran belanja di dalam pembangunan jalan 
dan jembatan, dan pabriknya mengekspor segala-galanya mulai dari permainan 
anak-anak hingga kaus kaki. Dia memperkirakan hard landing China dengan tingkat 
pertumbuhan di bawah 6%. 

      Di lain pihak, David Rubenstein, CEO perusahaan saham swasta Carlyle 
Group LP mengatakan, "China memungkinkan tumbuh antara 8 dan 10% (per tahun) 
selama 10 tahun ke depan. "Bagi saya China menjadi tempat paling atraktif di 
dunia untuk berinvestasi" di luar AS, katanya. (Int.News/sy.a)
     
http://www.analisadaily.com/news/read/2012/02/03/33376/booming_ekonomi_china_masih_jauh_dari_berakhir/
 

Kirim email ke