Islam di Indonesia Jadi Harapan Dunia
| Tri Wahono

Edityawarman/Presidensby.info
Presiden SBY saat menerima Imam Masjid Islamic Center New York Shamsi Ali, asal 
Bulukumba, Sumsel, yang kondang di AS, di Hotel Ritz Carlton, New York, Sabtu 
(15/11/2008).

JAKARTA, KOMPAS.com Delegasi lintas agama yang terdiri atas pemuka agama-agama 
di AS menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu 
(22/2/2012). Rombongan yang terdiri atas 13 pemuka agama yang mewakili tiga 
elemen komunitas Yahudi, Kristen (Katolik dan Protestan), dan Islam di AS itu 
menemui Presiden untuk menyampaikan misi perdamaian guna mengubah paradigma 
dunia terhadap peran agama.

"Saat ini agama dianggap sebagai sumber konflik, semua perpecahan yang terjadi 
dipicu oleh sentimen keagamaan," kata Imam Masjid Pusat Kegiatan Islam (Islamic 
Center) New York, Shamsi Ali, salah satu wakil dari komunitas Islam.

Shamsi mengatakan, adanya pandangan negatif tidak bisa dielakkan karena banyak 
pihak yang memang mengatasnamakan agama dalam tindakannya. "Harus diakui bahwa 
konflik yang terjadi entah itu di Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, 
bahkan di Indonesia dipandang sebagai masalah keagamaan," katanya.

Ia menambahkan, delegasi tersebut ingin membawa nuansa baru tentang peranan 
agama yang sesungguhnya, yakni sebagai sumber harmoni dan perdamaian bagi umat 
manusia. Selain itu, delegasi antarumat beragama itu juga membawa misi khusus 
untuk mengatasi konflik di Timur Tengah antara Palestina dan Israel.

Harapan dunia

"Kami ingin menyampaikan kepada Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim 
terbesar di dunia agar tidak lagi pasif atau berada di belakang layar, tetapi 
harus berada di garis depan untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah," kata 
Shamsi.

Imam Masjid Islamic Centre New York kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, itu 
juga mengatakan, secara pribadi ia membawa misi untuk merombak pola pikir 
masyarakat internasional bahwa Islam selalu identik dengan Timur Tengah. 
"Meskipun Islam memang lahir di Timur Tengah, tetapi bukan berarti selalu 
identik dengan kawasan itu. Islam itu universal," katanya.

Shamsi mengatakan, ia ingin mengenalkan Islam yang lebih ramah dan humanistis, 
salah satunya dengan menunjukkan Islam tidak bertentangan dengan demokrasi. 
Islam di Indonesia, menurutnya, menjadi harapan saat ini.

Kirim email ke