China Perlunak Slogan KB
| Kistyarini | Rabu, 29 Februari 2012 | 18:01 WIB 
 BBC Indonesia Karena dipaksa hanya punya satu anak, banyak keluarga memilih 
anak laki-laki. 

Pemerintah China akan menata ulang penggunaan sejumlah slogan yang kerap 
dinilai bernada penuh ancaman terkait kampanye Keluarga Berencana dan kebijakan 
Satu Anak-nya, kata sejumlah pejabat setempat.

Rincian proyek ini ditulis dalam koran resmi pemerintah, Harian Rakyat. Menurut 
kantor berita milik pemerintah China pemakaian slogan bernada keras seperti 
"Menolak sterilisasi berarti rumah akan dihancurkan" berasal dari ide para 
pejabat lokal.

Slogan-slogan kasar semacam ini akan diganti dengan ungkapan lebih lunak, tulis 
koran tersebut. Namun kebijakan Satu Anak tetap akan berlaku.

Partai Komunis China selama ini lebih menyukai pemakaian slogan yang bersifat 
langsung dan tanpa basa-basi namun dalam urusan kampanye kebijakan KB, kerap 
kali spanduk di jalan dan yang ditempel di dinding-dinding muncul dengan bahasa 
kasar tanpa tedeng aling-aling.

'Habisi keluargamu'

Sebuah riset yang dilakukan Komisi KB dan Populasi Nasional China yang 
diterbitkan dalam Harian Rakyat meyimpulkan bahwa seperempat slogan yang 
dipakai sebagai alat kampanye menggunakan bahasa yang kasar dan meyeramkan di 
masa lalu. Sebagian malah dianggap mendirikan bulu roma.

Misalnya seruan, "Habisi keluargamu kalau menolak ikut aturan" serta, "Tolak 
(disterilisasi), maka kami buru; mau gantung diri, kami beri talinya". Menurut 
riset tersebut mestinya ekspresi lebih lunak dipakai agar "publik tidak merasa 
tersinggung dan menghindari munculnya ketegangan sosial".

Selama tiga puluh tahun terakhir kebanyakan pasangan di China di kawasan 
perkotaan dibatasi hanya punya satu anak. Pemberlakuan UU ini sangat 
kontroversial, dan kerap kali melibatkan upaya sterilisasi paksa dan bahkan 
juga aborsi.

Kebijakan Satu Anak juga dianggap sebagai bilang keladi munculnya 
ketidakseimbangan gender karena banyak keluarga memilih punya anak laki-laki 
dan kerap memutuskan untuk mengaborsi janin bayi perempuan.

Harian Rakyat mengatakan propaganda kebijakan ini di masa depan harus pula 
memperhitungkan aspek ini dan menyarankan dipakainya slogan seperti: "Peduli 
pada perempuan berarti peduli pada masa depan."

Tetapi slogan yang agak keras juga berperan untuk menurunkan angka kelahiran 
bayi cacat. Seperti ditulis koran tersebut slogan baru nantinya antara lain 
akan berbunyi: "Jangan minum alkohol dan isap rokok kalau masih berniat menjadi 
ayah". 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke