BBM Naik, Rakyat Dapat Rp 150.000 Per Bulan
Hindra Liu | Erlangga Djumena | Kamis, 1 Maret 2012 | 13:19 WIB 
 KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung 
Laksono 

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung 
Laksono mengatakan, terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 
pada April 2012 mendatang, pemerintah berencana memberikan bantuan langsung 
sementara masyarakat (BLSM) sebesar Rp 150.000 setiap bulan. "Ini sembilan 
bulan sejak bulan April. Begitu diumumkan, maka bulan itu pula berlaku. Tidak 
boleh ada selisih waktu," kata Agung kepada para wartawan di Istana 
Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/3/2012). 

Bantuan langsung itu, kata Agung, disalurkan melalui kantor-kantor pos yang 
berada di setiap kelurahan. Sementara itu, pendataan dan verifikasi mengenai 
warga miskin yang berhak, dilakukan oleh pihak kelurahan. Kelurahan juga turut 
mengawasi penyaluran BLSM tersebut. Tak hanya itu, pemerintah juga merencanakan 
beberapa bantuan lagi, termasuk peningkatan penyaluran raskin, peningkatan 
subsidi terhadap siswa miskin, serta subsidi yang berkaitan dengan pengelolaan 
angkutan umum dan angkutan desa. "Subsidi pendidikan hingga perguruan tinggi, 
bukan lagi SMA," kata Agung. 

Berbagai bantuan ini, sambungnya, dapat mencegah meroketnya jumlah penduduk 
miskin di Indonesia. Agung menambahkan, program ini masih dalam proses. 
Pemerintah masih menunggu persetujuan Parlemen. Saat ini, pemerintah memiliki 
dua opsi kenaikan pemerintah mengajukan dua opsi kenaikan harga bensin dan 
solar per liter untuk menekan besaran subsidi. Opsi pertama, kenaikan harga 
jual eceran bensin dan solar Rp 1.500 per liter. Kedua, memberikan subsidi 
tetap, maksimum Rp 2.000 per liter untuk bensin dan solar. 

Kajian Universitas Indonesia merinci, dari sisi sosial ekonomi dan fiskal, 
kenaikan harga bensin dan solar Rp 1.500 per liter akan menimbulkan tambahan 
inflasi 2,15 persen, tambahan kemiskinan 0,98 persen, penurunan daya beli 2,10 
persen, dan penghematan subsidi BBM nasional Rp 31,58 triliun. Sementara 
subsidi tetap Rp 2.000 per liter akan menyebabkan tambahan inflasi 2,43 persen, 
tambahan kemiskinan 1,15 persen, penurunan daya beli 2,37 persen, dan 
penghematan subsidi BBM nasional Rp 25,77 triliun.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke