Indonesia-RRC bertanggung jawab dalam menjaga keamanan kawasan 
Kamis, 1 Maret 2012 22:05 WIB | 1620 Views

 
Djoko Suyanto (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Republik Rakyat China (RRC) sebagai dua 
negara besar di kawasan Asia bertanggung jawab dalam menjamin keamanan, 
kestabilan dan kesejahteraan kawasan melalui kerja sama erat, baik di tingkat 
bilateral maupun regional. 

Siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, 
menyebutkan, salah satu kesepakatan yang dibuat Menko Polhukam Djoko Suyanto 
dan State Councilor RRC Dai Bingguo dalam dialog bilateral ke-3 di Beijing, 
Selasa (28/2). 

Kedua pejabat itu juga sepakat bahwa sejak kedua negara menjalin kemitraan 
strategis pada 2005, hubungan kerja sama bilateral kedua negara meningkat tajam.

Di tengah-tengah situasi krisis yang melanda dunia, Indonesia dan RRC meyakini 
bahwa kemitraan strategis antara kedua negara mampu meminimalisasi dampak 
krisis dan bahkan menciptakan peluang untuk mengatasi krisis tersebut. 

Karena itu, melalui dialog bilateral ke-3 itu, Menko Polhukam dan State 
Councilor RRC mendorong kedua negara untuk mengembangkan kerja sama di bidang 
politik, hukum, pertahanan, ekonomi, perdagangan dan sosial budaya, melalui 
revitalisasi mekanisme kerja sama bilateral yang ada.

Pelaksanaan dialog itu dinilai sukses oleh PM RRC Wen Jiabao. Hal ini dia 
sampaikan ketika menerima kunjungan kehormatan Menko Polhukam pada hari yang 
sama. 

PM Wen memuji keputusan Menko Polhukam dan State Councilor RRC yang mengubah 
waktu pertemuan dialog bilaterall dari dua tahunan menjadi setahun sekali, guna 
mengantisipasi kecenderungan meningkatnya hubungan Indonesia - RRC serta dalam 
upaya menghadapi tantangan-tantangan yang lebih besar di masa mendatang. 

Selanjutnya PM Wen memberikan arahan atas empat area kerja sama Indonesia dan 
RRC yang perlu dikembangkan yaitu bidang kerja sama politik, ekonomi, regional 
dan internasional.

Hal lain yang menambah bobot keberhasilan dialog itu adalah disepakatinya 
pembentukan sebuah kelompok kerja yang menangani bidang penegakan hukum dan 
keamanan umum, termasuk warga kedua negara yang tengah menjalani proses hukum. 

Kesepakatan ini dicapai dalam "working dinner" antara Menko Polhukam dengan 
State Councilor RRC Bidang Penegakan Hukum dan Ketertiban Umum, Meng Jianzhu. 
Untuk membahas masalah tersebut dan meningkatkan hubungan kerja, Menko Polhukam 
juga mengundang Meng Jianzhu berkunjung ke Indonesia.

Dalam kesempatan dialog itu, dimunculkan pula usulan pembentukan "crisis 
management center" atas inisiatif Indonesia, untuk menangani berbagai 
permasalahan krisis bersama di kawasan.

Forum dialog antara Menko Polhukam dan State Councilor RRC merupakan forum 
mekanisme dialog bilateral tertinggi di antara kedua negara. 

Forum dialog yang selama ini diselenggarakan secara dua tahunan, dibentuk pada 
tahun 2006 sebagai pelaksanaan dari Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis kedua 
negara. Forum ini merupakan forum penting dalam mengkoordinasikan berbagai 
kerja sama bidang politik, hukum dan keamanan serta berkontribusi dalam 
memajukan kemitraan strategis kedua negara. 

Dialog bilateral ke-4 akan dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2013.
(T.M016/Z002)  


Presiden Yudhoyono akan ke RRC akhir Maret 
Kamis, 1 Maret 2012 22:36 WIB | 1319 Views

 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (FOTO ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Republik 
Rakyat China (RRC) pada akhir Maret 2012 merupakan salah satu upaya mengisi dan 
memaksimalkan kemitraan strategis serta berbagai kerja sama RI - RRC yang telah 
dibina sejak lama. 

Siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, 
menyebutkan, saling kunjung antarpejabat tinggi kedua negara juga sangat 
penting untuk memupuk dan menjaga rasa saling percaya serta membina hubungan 
kerja sama yang komprehensif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 
kedua negara.

Siaran pers itu mengutip wawancara eksklusif Menko Polhukam Djoko Suyanto 
dengan CCTV-4, salah satu stasiun berita terbesar di RRC, pada Selasa (28/2) di 
Beijing, RRC. 

Wawancara selama satu jam tersebut mengupas peningkatan kerja sama bilateral RI 
- RRC, kerja sama maritim dalam kerangka ASEAN+3, serta penambahan pasukan 
militer Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik.

Lebih lanjut Menko Polhukam menambahkan bahwa mencermati perkembangan di bidang 
politik, hukum dan keamanan yang terjadi di Indonesia, RRC, maupun dunia 
internasional, kedua negara sepakat agar Forum Dilaog Bilateral RI - RRC yang 
tadinya dilakukan dua tahun sekali, mulai tahun 2013 akan dilaksanakan setiap 
tahun.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas hal-hal yang lebih operasional, 
mengingat perlunya respons yang cepat dan tepat terhadap berbagai peluang dan 
tantangan yang dihadapi kedua negara.

Menanggapi pertanyaan mengenai peluang kerja sama maritim dalam kerangka ASEAN, 
Menko Polhukam menyatakan bahwa KTT ASEAN, KTT ASEAN+3 dan KTT Asia Timur pada 
2011 telah membahas mengenai peningkatan kerja sama maritim antara 
negara-negara ASEAN dan Asia Timur. 

Indonesia menghargai dukungan PM Wen Jiabao terhadap pelaksanaan KTT ASEAN+3 
dan KTT Asia Timur tahun lalu, khususnya upaya ASEAN untuk memanfaatkan potensi 
maritim untuk kepentingan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan negara-negara 
di kawasan. 

Pemerintah Indonesia mengundang Pemerintah dan investor RRC untuk 
berpartisipasi dalam pembangunan ASEAN dan Indonesia, khususnya dalam 
meningkatkan koneksivitas antarpulau di Indonesia serta mendukung "Master Plan 
for the Acceleration and Expansion of Indonesia's Economic Development" (MP3EI) 
2011-2025.

Dengan topik pembahasan mengenai implementasi kerja sama RI - RRC, Menko 
Polhukam RI menyatakan bahwa mekanisme Dialog Ketahanan Nasional, Dialog 
Kekonsuleran, Komisi Bersama Menteri Luar Negeri, Komisi Bersama Kerja sama 
Maritim dan berbagai komisi lainnya telah berjalan dengan baik. 

Bahkan Komisi Bersama Ekonomi dan Perdagangan RI - RRC telah berhasil mendorong 
peningkatan kerja sama perdagangan kedua negara, di mana pada tahun 2011 nilai 
perdagangan kedua negara melampaui 50 miliar dolar AS. 

Forum Dialog Bilateral ke-3 RI - RRC mengharapkan agar kesepakatan pembentukan 
Maritime Cooperation Committee RI - RRC dapat segera direalisasikan. 

Kunjungan Presiden RI ke RRC akhir Maret 2012 juga diharapkan dapat 
menghasilkan beberapa perjanjian di bidang ekonomi, pemberantasan narkotika, 
karantina, industri pertahanan serta kelautan dan perikanan.

Penambahan pasukan AS

Menjawab pertanyaan mengenai pendapat Indonesia terhadap penambahan pasukan AS, 
khususnya Angkatan Laut AS, di Darwin, Australia, Menko Polhukam menyatakan 
bahwa saat ini Indonesia berpegang pada penjelasan Presiden AS Barack Obama dan 
PM Australia Julia Gillard kepada Presiden RI. 

Kedua kepala negara tersebut menyatakan kepada Presiden RI bahwa penambahan 
pasukan itu merupakan wujud implementasi kerja sama dan koalisi pertahanan AS - 
Australia yang telah terbina selama beberapa dekade. 

Kehadiran pasukan AS yang sangat dekat dengan kawasan Asia tersebut juga 
merupakan basis pasukan bantuan bagi penanganan bencana alam, yang kerap 
terjadi di Asia, seperti tsunami di Indonesia dan Jepang, banjir di Thailand 
dan bencana alam lainnya di kawasan.

Untuk maksud-maksud tersebut, Indonesia menyatakan dukungannya. 

Ditambahkan bahwa Indonesia dalam kerangka ASEAN akan menyelenggarakan latihan 
penanggulangan bencana, serta berharap Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) atau 
Tentara Nasional RRC dapat ikut serta dalam pelatihan tersebut. 

Terkait dengan stabilitas dan keamanan kawasan, Menko Polhukam memandang bahwa 
stabilitas, keamanan dan kesejahteraan kawasan Asia harus dibangun dan dijaga 
oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.

Menko Polhukam berada di Beijing selama empat hari, sejak 27 Februari- 1 Maret 
2012, untuk melakukan Forum Dialog Bilateral ke-3 antara Menko Polhukam RI 
dengan State Councilor Dai Bingguo pada Selasa (28/02) siang di Great Hall of 
the People, Beijing. 

Dialog itu telah membahas mengenai berbagai isu kerja sama bilateral di bidang 
politik, hukum, pertahanan dan keamanan, membahas berbagai isu kawasan yang 
menonjol serta persiapan kunjungan Presiden RI ke RRC.

Menko Polhukam juga berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana 
Menteri RRC Wen Jiabao di Government House-Zhongnanhai, Beijing. 

Acara dilanjutkan dengan jamuan makan malam oleh State Councilor Meng Jianzhu 
di Diaoyutai State Guest House. Pada Rabu (29/2) delegasi Menko Polhukam 
melakukan kunjungan ke pusat industri strategis kedirgantaraan di Tianjin serta 
pertemuan dengan Pejabat Pemerintah Kota Tianjin. Kunjungan ini menutup 
rangkaian kegiatan Menko Polhukam di Beijing, RRC. 
(T.M016/Z002) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke