http://www.suarapembaruan.com/home/diragukan-konfrontasi-bisa-ungkap-siapa-ketua-besar/17665#Scene_1

Diragukan Konfrontasi Bisa Ungkap Siapa Ketua Besar
Rabu, 29 Februari 2012 | 8:55

 [google] [JAKARTA] Sidang lanjutan perkara suap Wisma Atlet dengan terdakwa 
Muhammad Nazaruddin, yang akan di gelar di Pengadilan Tipikor, Rabu (29/2) 
pagi, yang mengagendakan konfrontasi antara saksi Mindo Rosalina Manulang 
(Rosa) dengan Angelina Sondakh, akan mengungkap dengan pasti siapa ketua besar. 
  

Tetapi dengan syarat, Angelina Sondakh harus terbuka, tidak bohong seperti 
persidangan sebelumnya.

"Konfrontasi itu arahnya ke ketua besar," kata salah satu penasihat hukum 
Nazaruddin, Ria Irsyadi saat dihubungi, Selasa (28/2).

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, yang menyidangkan 
perkara suap wisma atlet dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin memutuskan 
mengabulkan permintaan Nazaruddin dan penasihat hukumnya untuk mengkonfrontasi 
saksi Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang (Rosa).

"Majelis Hakim memberi kesempatan menghadirkan Rosa dan Angie (panggilan akrab 
Angelina Sondakh) untuk dikonfrontasi pada sidang Rabu (29/2) pekan depan," 
kata Ketua Majelis Hakim, Dharmawati di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 
(22/2). [N-8]  




Konfrontasi Angie-Rosa
Nazaruddin Siapkan Strategi Ungkap "Ketua Besar"
Icha Rastika | Heru Margianto | Rabu, 29 Februari 2012 | 08:19 WIB 
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA dan KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLONAngelina Sondakh (kiri) 
dan Mindo Rosalina Manulang (kanan). 

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap 
wisma atlet SEA Games, akan mengungkap peran "ketua besar" melalui konfrontasi 
Angelina Sondakh (anggota Dewan Perwakilan Rakyat) dengan Mindo Rosalina 
Manulang (Direktur Pemasaran PT Anak Negeri), yang berlangsung dalam sidang di 
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (29/2/2012) pagi ini. 

Tim kuasa hukum telah mengatur strategi untuk itu. "Kami sudah mengatur 
strategi bagaimana caranya buktikan siapa di antara Angie (sapaan Angelina) 
atau Rosa yang berbohong, detailnya seperti apa, akan terungkap dalam 
persidangan," kata salah satu kuasa hukum Nazaruddin, Ria Irsyadi, saat 
dihubungi wartawan, Selasa (28/2/2012). Menurut dia, konfrontasi Angelina-Rosa 
akan diarahkan ke peran "ketua besar" dalam kasus ini. 

Sebelumnya, Mindo mengatakan kalau "ketua besar" yang terungkap dalam 
percakapan BlackBerry Messenger (BBM) antara dirinya dengan Angelina merupakan 
kode untuk Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, atau Wakil Ketua 
Badan Anggaran DPR, Mirwan Amir. Berdasarkan percakapan BBM kedua wanita itu, 
ada jatah uang untuk "ketua besar". 

Keterangan Mindo, dibantah Angelina saat dia bersaksi beberapa waktu lalu. 
Politikus Partai Demokrat itu mengaku tidak pernah berkomunikasi melalui BBM 
dengan Rosa dan mengingkari semua istilah yang muncul dalam transkrip BBM itu. 

Atas permintaan tim kuasa hukum Nazaruddin, majelis hakim kemudian 
memerintahkan agar keterangan Angelina dan Rosa terkait BBM yang bertolak 
belakang tersebut dikonfrontasi dalam sidang hari ini. Ria mengatakan, dalam 
persidangan kali ini, tim kuasa hukum akan membenturkan kesaksian kedua wanita 
itu dengan keterangan saksi lain yang terkait. 

"Akan kami benturkan dengan keterangan saksi lain yang berkaitan dengan dia. 
Itu kan sebenarnya sudah ada dalam BAP (berita acara pemeriksaan) yang dibuat 
Rosa, pembicaraan antara Angie (sapaan Angelina) dan Rosa," ucap Ria. 

Dia juga berharap majelis hakim yang menangani perkara kliennya ini dapat 
bersikap tegas, mencocokkan keterangan kedua wanita ini sehingga terungkap mana 
keterangan bohong dan mana yang benar. "Hakim mestinya bisa tegas mengambil 
sikap, mencocokan keterangan keduanya yang diberikan dalam persidangan," kata 
Ria. 

Dalam kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin didakwa 
menerima suap berupa cek senilai Rp 4,6 miliar terkait pemenangan PT Duta Graha 
Indah sebagai pelaksana proyek. Nazaruddin selama ini berdalih kalau cek dari 
PT DGI itu tidak diterimanya melainkan mengalir ke kas Permai Grup, perusahaan 
yang menurut dia milik Anas Urbaningrum. 

Pihak Nazaruddin pun berupaya menghadirkan Anas sebagai saksi meringankan dalam 
sidang berikutnya. Namun belum diketahui apakah Anas bersedia jadi saksi atau 
tidak. Untuk hari ini, selain konfrontasi Angelina dengan Rosa, sidang juga 
mengagendakan pemeriksaan saksi meringankan, yakni sopir Nazaruddin yang 
bernama Aan, dan pegawai Nazar bernama Buntoro. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke