http://lestari.info/bahaya-industri-agama
Bahaya Industrialisasi Agama February 28, 2012 | Filed underAgama | Posted by Admin Satu dekade lalu, Inul Daratista digugat ramai-ramai oleh massa berjubah agama hingga sampai ke Majelis Ulama Indonesia. Gara-gara “pengeboran Inul”, muncul H. Rhoma Irama di garis depan dan sejumlah ulama yang mendatangi DPR agar segera disahkan UU Anti-Pornografi dan Pornoaksi. Rupanya massa pedangdut lebih memihak Inul daripada Bang Haji, bukan karena fatwa keagamaannya, melainkan soal kejujuran beragama. Inul lebih jujur karena dia ngebor semata untuk mencari uang di Jakarta. Tapi “Raja Dangdut” itu menggunakan lambang-lambang dakwah di balik industri musikalnya, yang sangat tipis batasannya: apakah berdakwah melalui musik atau membangun industri musik dengan merek dakwah? Dalam waktu bersamaan, kiai dan budayawan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) membuat lukisan heboh. Melukis lingkaran majelis zikir, di tengahnya ada perempuan sedang mengebor gaya Inul Daratista. Suatu kritik spiritual yang luar biasa dalam kanvas itu, betapa banyaknya majelis zikir yang tak lebih dari tirai bagi syahwat para pelakunya. Mereka kehilangan Allah SWT ketika berzikir, malah perpektif nafsunya yang muncul dalam ritualnya. Kasus-kasus penyimpangan atas nama agama atau yang kebetulan dilakukan tokoh yang berlatar agama mengingatkan kita betapa bahaya bendera-bendera agama dikibarkan untuk kepentingan industri ekonomi dan politik. Lebih-lebih ketika umat teperdaya oleh kelatahan budaya bahwa setiap yang didukung oleh mayoritas itu memiliki kebenaran mutlak, dan yang minoritas itu tidak lebih dari buih sampah yang batil. Padahal, kebenaran bisa didukung mayoritas dan bisa didukung hanya minoritas. Begitu juga sebaliknya, kebatilan. Jika kita survei di seluruh negeri ini, merek-merek dagang dan merek “politik” dengan bernuansa serba-religius jumlahnya hampir ratusan. Sebab, menurut teori marketing, sebuah produk yang bisa melekat secara emosional setara dengan agama, maka produk itu benar-benar sukses di pasar. Inilah yang menarik proyek “berhala bisnis” yang dijadikan lahan industri siapa pun yang ingin memaksa Tuhan menuruti selera nafsunya. [Non-text portions of this message have been removed]
