From: suryana Sent: Thursday, March 15, 2012 9:08 PM To: [email protected] ; ChanCT ; [email protected] ; [email protected] Subject: [proletar] Kondisi Indonesia saat ini
Bagi orang Indonesia yg sudah menjadi warganegara bukan Indonesia dan tidak memiliki informasi Indonesia saat ini, maka akan selalu menganggap bahwa Cina di Indonesia masih di diskriminasi dan kondisi Indonesia masih tidak aman. Pandangan tsb memang tidak salah bila ybs tidak mau tahu berita berita sederhana, dan lebih fokus ke berita berita politik, kriminal dan yg jelek jelek melulu. Sekarang kita lihat dari kaca mata berbeda ( jangan dari kacamata orang kampung di Indonesia, karena umumnya mereka terlalu lugu dan polos. ) Yg pertama di bidang seni, tahun lalu Java Jazz bisa mengundang Santana, padahal Santana waktu itu tidak mau datang dengan sebab informasi yg di dapat menyatakan bahwa Indonesia tidak aman, ketika dipastikan aman, setengah ogah ogah an akhirnya ybs datang. Ketika manggung Santana kaget dan terharu karena ternyata fans nya dari beragam usia dan beragam etnis, sampai sampai Santana keceplosan ( ? ) mengucapkan Thanks to Yesus, padahal yg datang menonton konsernya banyak yg berjilbab. Kitaro biarpun sudah gaek mau hadir karena tahu bahwa Indonesia aman. Jason Beiber ( sorry utk penyanyi ini namanya aku tidak bisa menulis dengan benar ) tiket di uber uber sampai sampai calo bisa menjual tiket seharga 500 rb menjadi lebih dari 1 juta, padahal umumnya calo menjual tiket lebih murah dari harga aslinya, Linkind Park group band kelas sangar bisa manggung, Java Jazz tahun ini Stevie Wonder dengan tiket seharga 2 juta habis ludes, sampai sampai warga Malaysia sengaja datang ( jangan di tanya dari Sumatra, Kalimantan dan pulau lainnya ), Dave Kozz, penyanyi kocak be happy ( lupa namanya juga padahal lagunya aku demen banget ). Dan yg akan datang Lady Gaga dengan peralatan tidak tanggung tanggung 3 pesawat jumbo dan seperempat lapangan Gelora Bung Karno sudah dipastikan menjadi tempat aksi panggungnya, padahal orang Kristen fanatik menyatakan bahwa Lady Gaga jelmaan iblis. Dan jangan kaget fans Lady Gaga sudah ngantri sejak jam 5 subuh utk membeli tiketnya, aku sampai heran, wong suara Lady Gaga biasa biasa saja koq banyak banget penggemarnya. Lenka penyanyi solo, dan jangan kaget hanya konser Kitaro yg tidak full house, padahal aksi panggungnya jauh lebih baik dibandingkan dengan Santana dimana Santana masih harus istirahat dan minum, sedang Kitaro full 2 Jam nonstop tidak istirahat, sedang peralatannya tetap Taiko yg membutuhkan tenaga terukur agar suara nya terdengar dengan baik ( Khusus tambur Jepang yg dinamakan Taiko mirip dengan bedug di Mesjid/Mushola, yg membedakannya pukulan ke Bedug nya membutuhkan keahlian khusus, tanpa belajar cukup lama pemain Taiko suara yg terdengar akan menjadi sember ) Sebenarnya masih banyak lagi seniman yg datang ke Indonesia. Itu mengenai seniman asing yg datang ke Indonesia, bagaimana dengan seniman Indonesia ?, jangan heran para anak muda cina tidak sedikit yg sudah membentuk group band maupun kelompok penyanyi mengikuti trend dari Korea Selatan, padahal Korea didalam membentuk kelompok tsb di support habis habis an oleh pemerintah Korea, dengan cara mengirimkan banyak remaja ke manca negara utk mempelajari budaya budaya setempat, setelah kembali di gabung dan di set sedemikian rupa sehingga begitu go to International langsung masuk kemancanegara mengalahkan seniman Jepang. Acara TV jangan ditanya, bila di media massa menulis pemancar TV palingan TVRI, RCTI, SCTV, MNC, RCTI, Trans, Trans7, TV One ( yg ini khusus nyindir pemerintah ), Metro, Global, sebenarnya masih ratusan lagi pemancar TV daerah, sehingga peranan Radio saat ini sepertinya akan tersisihkan oleh TV daerah, dimana khusus TV daerah umum nya dikuasai oleh kelompok Jawa groups, ditambah Kompas Groups, belum lagi murni TV milik Pemda. Mengapa bisa menjadi banyak pemancar TV, tidak lain berhubungan dengan kondisi wilayah Indonesia utk nantinya dijadikan alat kampanye Presiden ( siapa yg menguasai media tayang, maka dia yg akan menang, dan bukan berarti Jawa Post maupun Metro TV akan mengusung jagoannya menjadi Capres, melainkan dari slot iklanlah pointnya ) Dengan situasi dan kondisi demikian apakah Indonesia masih rawan ? Bila masih kurang, aku tambah lagi dengan program yg saat ini sedang nge trend di mall mall kelas atas dan tengah...............Midnight Sale........jangan kaget bila ada Midnight Sale pengunjung yg datang ke mall jauh lebih ramai dibandingkan siang hari dihari libur, kendaraan seliweran mencari parkiran, kelompok kelompok pembeli pating sliwer seperti ketakutan kehabisan barang yg di incar nya, maklum ketika berlangsung Midnight Sale harga discount sd 70 % dan pengumuan discount mulai dipajang kurang lebih jam 11 an, bila melihat akan bingung sendiri karena banyak orang memegang barang yg akan dibeli nya, begitu jreng langsung di comot dan lari ke kasir, karena terlambat ngatri di kasih bisa lebih dari 1 jam antri. Produk apa yg di discount ?, jelas kelas ber merk. Sepatu Crocs pun idem ditto begitu melakukan gebyar discount pembeli antri panjang banget, karena ruangan didalam dibatasi pengunjungnya, yg antri ada kursi berjejer ratus kursi, begitu ada perintah masuk maka 1 rombongan kurang lebih 30 sd 50 orang bergegas masuk, seperti ketakutan barang habis. Jangan ditanya BB, ketika melaunching produk barunya, yg antri sudah siap sejak subuh, sampai sampai ada yg pingsan bisa jadi karena kelaparan ogah keluar dari antrian sedang perut kosong. Sepak bola ?......huehuehuehue yg namanya Bonek tetap saja berdatangan ke stadion utk melihat gacoannya bertanding, dan bila dulu yg namanya bonek penuh oleh pria, sekarang perempuanpun sudah mulai ikut aktif. Apakah dengan kondisi demikian orang Indonesia di perantauan yg tidak bisa balik ( bisa karena sudah tidak memiliki kerabat semodel beruk arlnod ) masih mengatakan Indonesia amburadul ?......... Jujur saja aku bingung dengan imigran Indonesia yg menjadi warganegara amerika, para cina ini koq sedemikian sewotnya dengan Indonesia ?, dan seperti berdoa agar Indonesia hancur lebur ? ( memang ada beberapa yg memiliki pola pikir positif, seperti di millis komunitas tionghoa, mereka tidak bisa mendapatkan informasi real yg terjadi di masyarakat, yg mereka dengar dan baca selalu yg kacau balau melulu, sehingga ketika aku joint mereka banyak yg gembira karena ternyata apa yg mereka dengar dan mereka baca tidak seluruhnya benar, sampai sampai men japri aku agar selalu menulis real nya Indonesia setiap waktu, dan kecewa ketika aku unsub karena kelakuan di martha gendut n si beruk jongos marinir as arnold swansong ). Berbeda dengan imgran Indonesia yg tinggal di Europa, Australia, umumnya mereka membaca dan mendengar dengan kritis, tidak main tuduh begitu saja. Kadang kepikiran apa para cina sialan yg di amerika sepertinya sudah kena brainwash dollar, sehingga yg ada dibenaknya hanya in God we trust dan.......................... God nyacuma dollarnya doangan. sur. ps. Oom Chan, mohon di posting di Gelora yah, biar si beruk semakin sewot :o)) [Non-text portions of this message have been removed]
