Refl: Bagus saling suap menyuap, ramai-ramai bisa cepat kaya raya.  Rp 1,5 
miliar itu dibuktikan dan hanya dari satu pihak. Di bumi ada banyak pihak. 
Kalau berkedudukan sebagai menteri dalam 5 tahun pasti banyak suapan. Anak 
kecil disuap ibunya supaya kuat dan tumbuh menjadi besar.  Dalam 1 tahun  sudah 
besar untuk makan sendiri. Kalau menteri-menteri rezim neo-Mojopahit disuap 
terus-menerus selama 5 tahun  apakah dompet mereka tambah kurus atau 
sebaliknya?  Menteri-menteri disuap. Lantas apakah kepala menteri tidak turut 
tersuap? Jangan dilupakan bahwa para koruptor juga tahu gotongroyong  untuk 
kesejahteran bersama. 



http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/17/ArticleHtmls/Jaksa-Suap-Nyoman-untuk-Menteri-Muhaimin-17032012005013.shtml?Mode=0

Jaksa: Suap Nyoman untuk Menteri Muhaimin 
JAKARTA 

Dituntut 4 tahun 6 bulan penjara.

Dugaan keterlibatan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar 
dalam kasus Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Kawasan 
Transmigrasi kembali disebut. Dalam sidang pembacaan tuntutan terhadap I Nyoman 
Suisnaya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan uang suap Rp 1,5 miliar 
yang diterima Suisnaya diperuntukkan bagi Muhaimin. Suisnaya adalah Sekretaris 
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian 
Transmigrasi. Menurut jaksa Irene Putrie, uang itu fee proyek Percepatan 
Pembangunan Infrastruktur Daerah berbiaya Rp 500 miliar.“Tujuan selanjutnya 
diserahkan kepada saksi Muhaimin Iskandar,” kata Irene, membacakan tuntutan 
jaksa terhadap Suisnaya, terdakwa suap kasus itu, di Pengadilan Tindak Pidana 
Korupsi, Jakarta, kemarin. 
Suisnaya dituntut pidana 4 tahun 6 bulan penjara dalam kasus proyek Percepatan 
Pembangunan Daerah Kawasan Transmigrasi. Jaksa menilai dia terbukti menerima 
suap dari Dharnawati, kuasa direksi PT Alam Jaya Papua, rekanan proyek. 

Perbuatan itu, menurut jaksa, dilakukan bersama Dadong Irbarelawan, Kepala 
Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kementerian. Ketiganya, pada 25 Agustus 
2011, ditangkap KPK beberapa saat setelah uang itu berpindah tangan. 

Jaksa menuturkan, keterangan sejumlah saksi dalam persidangan Suisnaya, Dadong, 
dan Dharnawati saling bersesuaian. Keterangan mereka, kata jaksa, menyebutkan 
bahwa uang itu akan diberikan oleh Nyoman dan Dadong kepada Muhaimin. 
“Terungkap fakta adanya uang yang dicairkan dari rekening BNI sebesar Rp 1,5 
miliar untuk memenuhi keperluan Muhaimin Iskandar selaku menteri,”ujar jaksa. 

Atas fakta itu, jaksa Irene menyimpulkan perbuatan para terdakwa dilakukan 
secara bersamasama dan terorganisasi. “Bukti berupa hasil rekaman percakapan 
dari terdakwa dan para saksi terkait dengan commitment fee untuk saksi Muhaimin 
telah bersesuaian satu dengan lainnya,”kata jaksa. 

Menanggapi tuntutan itu, Suisnaya menyatakan akan mengajukan pembelaan. “Kami 
akan memaparkan dalam pembelaan pada persidangan pekan depan,“ujar dia. 

Adapun Menteri Muhaimin hingga berita ini ditulis belum bisa dimintai 
konfirmasi. Saat dihubungi, telepon selulernya tidak aktif. Pesan singkat yang 
dikirim juga belum dibalas. Namun, dalam berbagai kesempatan, Muhaimin selalu 
membantah terlibat dalam kasus itu. Dia juga menyatakan, “(Nama saya) dipakai, 
dicatut,“ ujar dia, akhir Januari lalu. “(Itu) tidak ada kaitan sama sekali.Ya, 
sudah. Biar saja hakim yang bicara.“

RUSMAN PARAQBUEQ | AFRILIA SURYANIS | SUKMA 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke