Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM Cokorda Yudhistira | Robert Adhi Ksp Suasana konsolidasi untuk unjuk rasa Sekretariat Bersama Buruh di simpang tiga Jalan Taman Patra Terusan dan Jalan Gatot Subroto, Kamis (8/3/2012).
BEKASI, KOMPAS.com - Ribuan buruh dan pekerja direncanakan menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hari Rabu (21/3/2012) pagi ini. Peserta unjuk rasa akan datang dari Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya. Peserta unjuk rasa, yang berasal dari gabungan serikat buruh dan serikat pekerja, akan berkumpul di Bundaran HI, Jakarta, mulai pukul 10.00 WIB. Selanjutnya mereka akan berjalan kaki menuju kawasan Istana Presiden, Jakarta. Rencana aksi gabungan serikat buruh dan serikat pekerja menolak kenaikan harga BBM pada hari ini diperoleh dari FSPMI, salah satu serikat pekerja yang bergabung dalam aksi buruh dan pekerja menolak kenaikan BBM. Ketua FSPMI Bekasi Obon Tabroni, yang dihubungi tadi, membenarkan rencana aksi gabungan serikat buruh dan serikat pekerja ini. "Kami dari Buruh Bekasi Bergerak sedang berkumpul untuk berangkat ke Jakarta," kata Obon tadi. Titik kumpul peserta unjuk rasa dari Kabupaten Bekasi yakni kawasan Jababeka, EJIP, dan MM2100. Menurut Obon, rencana pemerintah menaikkan harga BBM akan berimbas pada meningkatnya pengeluaran buruh, terutama untuk biaya transportasi dan belanja makan. Kelompok buruh juga tidak akan menerima bantuan langsung subsidi kenaikan BBM karena buruh dianggap mempunyai penghasilan tetap. http://www.suarapembaruan.com/home/mahasiswa-tetap-tolak-kenaikan-bbm/18325 Mahasiswa Tetap Tolak Kenaikan BBM Rabu, 21 Maret 2012 | 7:10 Demo menolak kenaikan BBM [google] [SERANG] Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Untirta Banten melakukan aksi menolak rencana kenaikan harga BBM pada awal April mendatang di depan Gedung DPRD Banten, Selasa (20/3). Dalam aksi unjuk rasa itu, polisi menghujani para mahasiswa dengan tembakan gas air mata. Akibatnya, para mahasiswa terpaksa membubarkan diri karena tidak tahan dengan perihnya gas air mata yang semprotkan oleh petugas kepolisian. [149]
