http://www.sinarharapan.co.id/content/read/anak-bilingual-lebih-terampil-mengerjakan-pekerjaan-yang-berbeda-beda/
07.04.2012 11:03 Anak Bilingual Lebih Terampil Mengerjakan Pekerjaan Yang Berbeda-beda Penulis : Dina Damayanti TORONTO - Anak-anak yang dibesarkan dengan dua bahasa akan lebih terampil dalam melakukan pekerjaan yang berbeda-beda dalam waktu bersamaan ketimbang anak-anak yang hanya belajar satu bahasa saja. Namun, anak-anak bilingual lebih lambat untuk mengembangkan kosa kata mereka, demikian disebutkan sebuah hasil penelitian, seperti dikutip dari situs HealthDay, Sabtu (7/4). Penelitian yang dilakukan terhadap 104 anak-anak berusia 6 tahun, membandingkan antara anak-anak yang hanya berbicara bahasa Inggris dengan anak-anak bilingual yang berbicara dalam bahasa China dan Inggris, Prancis dan Inggris atau Spanyol dan Inggris. Anak-anak ini diminta untuk menekan tombol komputer ketika mereka melihat serangkaian gambar di komputer yang memperlihatkan binatang atau gambar berwarna-warni. Ketika mereka hanya merespon pada salah satu kategori saja, semua anak-anak merespon dengan kecepatan yang sama. Namun ketika anak-anak diminta untuk beralih mengerjakan kategori yang berbeda-beda dan menekan tombol yang berlainan dalam setiap kategori, anak-anak bilingual lebih cepat melakukan perubahan ketimbang anak-anak yang hanya berbahasa Inggris saja. National Institutes of Child Health and Human Development Amerika Serikat mendanai penelitian yang dipimpin oleh sejumlah peneliti di University of York di Toronto yang dimuat dalam jurnal Child Development. “Dalam istilah yang paling sederhana, perubahan penugasan merupakan indikator dari kemampuan dalam mengerjakan pekerjaan yang berbeda-beda,” kata Peggy McCardle, kepala Pengembangan Anak dan Perilaku di NICHD, dalam rilis yang dikeluarkan National Institutes of Health. “Bilingual memiliki dua set aturan berbahasa yang tertanam di dalam pikiran, dan otak mereka kelihatannya dirancang untuk bolak balik beralih diantara kedua set itu tergantung situasi,” jelasnya. Anak-anak yang hanya berbahasa Inggris mampu meraih nilai tertinggi dalam ujian kosa kata dan grammar Bahasa Inggris serta arti kata. Ini karena mereka mampu untuk memfokuskan diri pada satu bahasa, sementara anak-anak bilingual harus membagi waktu mereka untuk mempelajari dua bahasa, lanjut para peneliti. [Non-text portions of this message have been removed]
