Ref: Kalau benar terjadi pemulangan ratusan ribu TKI, berarti arus saluran 
devisa makin berkurang, selain itu juga apakah ada penampungan bagi mereka 
untuk dapat bekerja di NKRI? 

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/12/ArticleHtmls/Ratusan-Ribu-TKI-Terancam-Dipulangkan-12042012008010.shtml?Mode=0


Ratusan Ribu TKI Terancam Dipulangkan

KUALA LUMPUR

Menyusul pengumuman pemerintah Malaysia bahwa program pemutihan pekerja ilegal 
dihentikan per 10 April, ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal 
terancam dipulangkan. Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia di Kuala 
Lumpur menyatakan akan memantau langsung gelombang pemulangan TKI, untuk 
mengantisipasi tindakan represif pihak berwajib Malaysia.
Sebanyak 640.609 TKI telah mendaftarkan diri dalam program pemutihan yang 
dilakukan pemerintah Malaysia.

Dari jumlah tersebut, 325 ribu orang sudah mengurus dokumen keimigrasian di 
KBRI Kuala Lumpur Di Jakarta, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah 
meminta agar program pemutihan tenaga kerja Indonesia di Malaysia diperpanjang 
kembali karena ratusan ribu TKI ilegal belum tersentuh program ini.“TKI ilegal 
biasanya bekerja di perkebunan yang jauh dan aksesnya ke KBRI sulit,”ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Koordinasi Keluarga 
Berencana Nasional (BKKBN) Wendi Hartanto menyatakan angka pengangguran untuk 
tenaga kerja usia 15-29 tahun di Indonesia tertinggi di kawasan Asia-Pasifik, 
yakni 19,9 persen. Adapun di posisi atasnya ada Sri Langka dan Filipina, dengan 
angka pengangguran masing-masing 17,9 persen dan 16,2 persen.“Indonesia paling 
tinggi. Ini terjadi karena ketersediaan lapangan kerja untuk angkatan muda 
semakin menurun,”katanya.

Berdasarkan kajian BKKBN, tenaga kerja muda menghadapi tingkat kesulitan lima 
kali lebih besar dalam mencari pekerjaan dibanding pekerja berusia 30 tahun ke 
atas. Padahal, menurut data International Labour Organization (ILO), dalam 
skala global, tenaga kerja muda hanya tiga kali lebih sulit mencari pekerjaan 
dibanding seniornya.

Sebagian besar pengangguran muda di Indonesia hanya mengenyam pendidikan 
sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.“Rata-rata masa tempuh pendidikan 
penduduk kita baru 5,8 tahun,”ujar Wendi. ● MASRUR
TOP
Powered by Pressmart Media Ltd

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke