Indonesia Tak Bisa Hidup Hanya dari 100.000 Perusahaan 
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Selasa, 1 Mei 2012 | 09:41 WIB 

 KOMPAS/HERU SRI KUMORO Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany 


JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany, 
menyatakan, jumlah wajib pajak (WP) badan yang menyerahkan Surat Pemberitahuan 
Tahunan (SPT Tahunan) dan membayar pajak baru sekitar 500.000 WP. Sementara 
jumlah WP badan di Indonesia ditaksir mencapai 12 juta WP. "Bagi WP badan, 
masih 10-12 juta yang belum membayar pajak. Saat ini WP badan yang sudah 
serahkan SPT dan bayar pajak baru sekitar 500.000 perusahaan," sebut Fuad dalam 
sambutannya di acara peluncuran Sensus Pajak Nasional, di Kantor Ditjen Pajak, 
Jakarta, Selasa (1/5/2012). 

Fuad menerangkan sekitar 100.000 dari 500.000 WP badan itu menghasilkan porsi 
yang besar dalam penerimaan pajak dari pajak penghasilan (PPh) badan yang 
mencapai Rp 400 triliun pada tahun lalu. Artinya, kata dia, WP badan yang besar 
yang jumlahnya sedikit mendominasi pembayaran pajak PPh badan. "Yang tahun ini 
kita harapkan WP badan bayar pajak sekitar Rp 450 triliun," tambah dia. 

Jumlah 100.000 WP badan itu tak sebanding dengan total sekitar 12 juta WP badan 
di Indonesia. "Fakta ini menunjukkan sudah cukup alasan bagi kita untuk 
membangkitkan semangat kita menjalankan tugas mendatangi mereka dan 
menyampaikan pesan bahwa negara Republik Indonesia tidak bisa hanya hidup dari 
100.000 perusahaan," tegas Fuad. 

Tahun ini, Ditjen Pajak melakukan peluncuran kembali Sensus Pajak Nasional 
(SPN). SPN ditujukan sebagai upaya pemerintah menggali potensi perpajakan 
dengan memperluas basis pajak. Kegiatan yang telah berlangsung pada tahun lalu 
ini juga sebagai bagian untuk mencapai target penerimaan negara. 

Untuk diketahui saja, SPN tahun 2012 akan dilakukan selama 1 Mei hingga 31 
Oktober. Objek yang akan disensus yakni sentra bisnis, bangunan tinggi, 
perumahan, dan objek pajak potensial lainnya. Pelaksanaan SPN kali ini 
diharapkan bisa lebih baik seiring dengan adanya perbaikan seperti sosialisasi 
lebih intensif, formulir isian sensus yang lebih sederhana, serta sistem 
aplikasi yang telah disempurnakan. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke