Kebakaran Hutan Pembakaran Lahan Gambut Disengaja Perusahaan Nawa Tunggal | Marcus Suprihadi | Jumat, 4 Mei 2012 | 08:38 WIB KOMPAS/NAWA TUNGGAL Peneliti IPB, Kamis (3/5/2012) kemarin, mengumpulkan sampel dari lahan gambut di Nagan Raya, Aceh, yang terbakar pada bulan Maret lalu. Dari penilitian di lapangan ada dugaan kuat kebakaran itu disengaja oleh perusahaan sawit.
NAGAN RAYA, KOMPAS.com- Dugaan adanya pembakaran secara senggaja lahan gambut sekitar 1.100 hektar di Rawa Tripa, Kecamatan Darul Makmur, Kecamatan Nagan Raya, Aceh, makin menguat, setelah melibatkan penelitian dua ahli kehutanan dari Institut Pertanian Bogor. Ada kejanggalan seperti pemisahan dengan batas lahan milik pihak lain diduga untuk menghindari penjalaran kebakaran. "Ada kejanggalan seperti pemisahan dengan batas lahan milik pihak lain diduga untuk menghindari penjalaran kebakaran," kata Dekan Fakultas Kehutanan sekaligus Kepala Laboratorium Kebakaran Hutan dan Lahan Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo di Nagan Raya, Jumat (4/5/2012). Bersama ahli kehutanan lainnya, Basuki Wasis, dari Laboratorium Pengaruh Hutan Bagiann Ekologi Hutan IPB, keduanya mengumpulkan berbagai sampel dari lokasi kebakaran, Kamis kemarin. Menurut Bambang, sesuai ketentuan yang berlaku, pengendalian lahan sawit dari ancaman kebakaran menjadi tanggung jawab sepenuhnya perusahaan. "Kebakaran lahan gambut untuk pengalihan fungsi sebagai kebun sawit baik disengaja atau tidak disengaja tetap melanggar hukum," kata Bambang. Kesengajaan pembakaran lahan gambut, menurut Bambang, bisa karena upaya penghematan biaya pembukaan lahan. Kandungan keasaman tinggi pada gambut tidak menguntungkan untuk tanaman sawit. Hasil kebakaran berupa abu dan arang kayu mampu menurunkan kadar keasaman gambut tersebut, sehingga makin menyuburkan lahan. "Sesuai aturan, semestinya penurunan keasaman gambut itu dengan kapur," kata Bambang. Pimpinan Proyek PT Surya Panen Subur (SPS), Zakaria Lubis, yang bertangung jawab terhadap pengelolaan lahan tersebut membantah, pembakaran tidak dilakukan secara sengaja. Kebakaran terjadi pada 19 Maret 2012 lalu berlangsung selama tiga hari. [Non-text portions of this message have been removed]
