Kasus Imigran Gelap Meningkat Drastis 

 
Batam - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komjen Pol Imam Sujarwo 
mengatakan, kasus imigran gelap di seluruh Indonesia meningkat drastis setiap 
tahun.

"Kasus menunjukan peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu," kata Imam, 
dalam lokakarya penanganan kasus imigran gelap di Batam, Rabu (9/5).

Ia mengatakan, sepanjang 2011, Mabes Polri membongkar 23 kasus imigran gelap, 
sedang pada Januari-April 2012, kepolisian sudah mengungkap enam kasus.

"Salah satu yang terbaru di Banten sebanyak 124 orang dari Afghanistan," kata 
dia.

Menurut dia, masih banyak lagi kasus imigran gelap yang tidak terungkap.

Para imigran, kata dia, memasuki wilayah Indonesia melalui jalan-jalan "tikus" 
sehingga sulit diungkap aparat kepolisian.

"Banyak yang melalui jalan-jalan tikus. Ini problem," kata dia.

Menurut dia, Indonesia hanyalah negara singgah. Sebenarnya para imigran hendak 
menuju Australia, Selandia Baru atau Kanada.

Posisi Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua menjadikan 
daerah itu sasaran transit.

Untuk menghindari imigran gelap, maka dibutuhkan sinergitas dengan instansi 
terkait, kata Imam. "Pemda juga perlu dilibatkan," kata dia.

Kepolisian juga bekerjasama dengan imigrasi dan TNI AL untuk mencegah 
penyelundupan imigran.

Menurut dia, penyelundupan manusia menimbulkan dampak negatif dalam politik, 
budaya dan sosial.

"Saat ini memang belum berbahaya, tapi tetap harus diantisipasi," kata dia.

Dari seluruh Indonesia, ia mengatakan daerah perbatasan seperti Kepulauan Riau, 
Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara juga rawan imigran gelap.

Mayoritas imigran berasal dari Afghanistan dan Iran. "Negara-negara yang sedang 
bergejolak," kata dia.

Di tempat yang sama Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Brigjen Pol Yotje 
Mende mengatakan menempatkan beberapa aparat kepolisian di pelabuhan "tikus" 
untuk mengantisipasi penyelundupan imigran. [TMA, Ant]

Kirim email ke