http://www.analisadaily.com/news/read/2012/06/09/55328/adat_istiadat_aceh_yang_islami_harus_terus_dikembangkan/#.T9RgGcV_TLc

Hari ini Pkl. 00:05 WIB


Adat Istiadat Aceh yang Islami Harus Terus Dikembangkan


Kota Jantho, (Analisa). Pj Bupati Aceh Besar, Drs H.Zulkifli Ahmad, MM 
mengharapkan dukungan dan komitmen semua pihak untuk bersama-sama membangkitkan 
dan menumbuhkembangkan adat istiadat Aceh yang Islami dalam kehidupan 
sehari-hari.
Dalam kaitan itu, Pemkab Aceh Besar bertekad akan terus memfungsikan dan 
memberdayakan lembaga keistimewaan yang telah ada masing-msing MPU, MAA, MPD 
dan Baitul Mal untuk mendukung pembangunan daerah. 

Hal tersebut dikatakan Zulkifli Ahmad ketika berdialog dengan pengurus Majelis 
Adat Aceh (MAA) Aceh Besar di Aula HT Bachtiar Panglima Polem, Selasa (5/6). 

Hadir dalam kesempatan itu, Plt Setdakab Drs Zulkifli Ismail, MM, Asisten 
Bidang Pemerintahan dan Kesra Abu Bakar HS SH, Kadis Syariat Islam HT Hasbi SH, 
Kadisbudpora Drs Rusli M Ali,MM, Kepala Kantor Badan Pembinaan Pendidikan Dayah 
H.Mukhtar S.Kom serta Kabag Humas dan Protokol Ridwan Jamil S.Sos, M.Si. 
Sedangkan MAA dipimpin ketuanya Tgk M Ali dan sejumlah pimpinan MAA kecamatan. 

Zulkifli Ahmad menambahkan, sebagai wujud kepedulian terhadap lembaga 
keistimewaan yang ada, pihaknya pada Kamis (7/6) dan Jumat (8/6) menjadwalkan 
pertemuan dengan pengurus MPU dan Baitul Mal. Berikutnya, pekan depan 
dilanjutkan pertemuan dengan pengurus MPD. "Kita senantiasa mendorong agar 
lembaga keistimewaan Aceh tersebut selalu memberikan kontribusi untuk mendukung 
pembangunan daerah," ujarnya. 

Sementara Ketua MAA Aceh Besar, Tgk M.Ali bersama sejumlah pengurus lainnya 
mengharapkan dukungan aktif dari eksekutif, legislatif dan seluruh tokoh 
masyarakat agar ikut bersama-sama mengembalikan adat Aceh yang Islami supaya 
tetap eksis dan bangkit demi kejayaan harkat dan martabat daerah. Salah satu 
upaya yang perlu dukungan kontiniu adalah dengan menghidupkan dan memanfaatkan 
lembaga majelis adat yang bisa dimulai dari tingkat gampong. 

Terkait dengan ancaman krisis moral yang mendera masyarakat, termasuk generasi 
muda, tokoh Majelis Adat Aceh mengharapkan agar orangtua, lembaga pendidikan 
dan masyarakat segera mengantisipasi secara arif dan bijaksana. "Misalnya, 
dengan mengaktifkan kembali pengajian di setiap meunasah yang ada. Intinya, 
upaya mengembalikan martabat Aceh Rayeuk harus didukung secara bersama-sama," 
terang M.Ali. 

Di samping itu, MAA Aceh Besar juga meminta dukungan dan koordinasi yang lebih 
baik lagi antar-instansi terkait. Karena, dalam kesehariaannya program MAA 
banyak terkait dengan sejumlah SKPK, seperti Disperindagkop dan UKM, 
Disbudparpora, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas 
Pendidikan. 

"Di tingkat gampong, dinilai sangat penting untuk terus dilakukan penguatan 
lembaga adat Aceh serta program pengkaderan tokoh adat yang nanti akan 
memberikan peran aktif untuk memajukan adat istiadat di seluruh gampong," 
jelasnya. (mhd)

Baca Juga Artikel Berita Terkait 
Hari ini Pkl. 00:13 WIB
Tidak Ada Dana Bantuan Rehab/Rekon di Aceh
Jumat, 08 Jun 2012 00:13 WIB
Aceh Timur dan Kota Langsa Tandatangani MoU Disiplin PNS
Jumat, 08 Jun 2012 00:06 WIB
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Aceh Masih Tinggi
Kamis, 07 Jun 2012 13:32 WIB
Pengawas syariat di Aceh gelar razia
Kamis, 07 Jun 2012 11:00 WIB
Angin kencang robohkan pohon dan rumah di Aceh
Rabu, 06 Jun 2012 00:06 WIB
Jaringan Listrik Terganggu, Banda Aceh Gelap

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke