http://www.eramuslim.com/berita-sejumlah-ormas-islam-persoalkan-konferensi-konghucu-sedunia-di-medan.html

Nasional
Sejumlah Ormas Islam Persoalkan Konferensi Konghucu Sedunia di Medan
Editor | Jumat, 08 Juni 2012 - 07:51:05 WIB | 0 
 

Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Sejumlah organisasi Islam bersama kelompok 
etnik lokal di Provinsi Sumatera Utara menentang rencana kegiatan Konferensi 
Agama Konghucu se-Dunia yang akan digelar 22 hingga 26 Juni 2012 di kampus IT&B 
Jalan Mahoni Medan. Penolakan disampaikan dalam pertemuan di Kantor Majelis 
Ulama Indonesia Medan, Kamis sore, 7 Juni 2012. 

Kelompok penentang berdalih, kegiatan itu mengesampingkan kearifan lokal. "Di 
negara asalnya saja, China, kegiatan Konghucu ditolak," kata Anwar Bakti 
Nasrullah, dari Muhammadiyah. Ia menambahkan, penolakan kegiatan itu juga 
karena persentase umat Konghucu di Medan, sedikit. "Berapa persen umatnya juga 
belum diketahui di Kota Medan," ujar dia. 

Jumat pekan lalu, massa penentang acara ini menggelar aksi unjukrasa di depan 
Kantor Wali Kota Medan. Aksi dilakukan dengan membakar ban bekas.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Medan Muhammad Hatta masih enggan berkomentar 
soal hasil rapat soal Konghucu ini. "Karena ini masalah krusial, Senin (depan) 
saja, kami akan sampaikan kepada wali kota," kata Hatta kepada Tempo, usai 
memimpin pertemuan.

Ketua Majelis Tinggi Konghucu Indonesia (Matakin) Sumatera Utara, Djohan Adjuan 
mengatakan, kegiatan itu akan diikuti sekitar 100 umat Konghucu, cendekiawan 
dan profesor dari sejumlah negara, seperti Inggris, Kanada, dan Jerman. Djohan 
mengatakan, kegiatan itu juga untuk mendukung program mendatangkan wisatawan 
mancanegara yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan. "Kami 
saling berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata," kata Djohan. Soal penentangan 
kegiatan itu, Djohan hanya mengatakan, "(kegiatan) Ini untuk kebaikan bangsa."

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Busral Manan secara terpisah 
mengatakan, pihaknya pada pertengahan bulan ini akan menggelar pertunjukan 
Barongsai untuk memecahkan rekor Muri. Namun ia mengaku tak tahu soal kegiatan 
keagamannya. "Soal itu (agama) kami tidak tahu," kata Busral.(fq/tmp) 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke