http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=38445

INGGU, 09 Juni 2012 | 1027 Hits


Pesawat Kepresidenan Sempat Balik ke Makassar MTQ Resmi Dibuka SBY
Dihadang Cuaca Buruk, SBY Nekat Masuk Ambon


 
AMBON, AE—Pesawat kepresidenan yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono, Ny Ani Yudhoyono, dan rombongan dihadang cuaca buruk saat 
penerbangan menuju Ambon, kemarin. Pesawat itu akhirnya transit di Makassar, 
Sulawesi Selatan, kurang lebih dua jam.

Pesawat kepresidenan take off dari bandara Internasional Halim Perdana Kusuma, 
Jumat (8/6) pagi. Cuaca di Jakarta sangat cerah, namun saat memasuki angka 
Ambon SBY dan rombongan dihadang cuaca buruk. Pilot akhirnya memutuskan untuk 
tidak melanjutkan perjalanan saat itu menuju Ambon.

‘’Saya dan rombongan menuju Ambon dengan cuaca cerah, tapi sampai di Ambon 
cuaca berubah menjadi sangat buruk. Pesawat yang saya tumpangi tidak bisa 
masuk, karena itu pesawat balik ke Makassar. Kami transit sekitar dua jam,” 
kata SBY mengawali kata sambutannya saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an 
(MTQ) ke XXIV di lapangan Merdeka, Ambon, Maluku.

Setelah dua jam transit di Makassar, rombongan SBY kembali lagi naik pesawat 
menuju Ambon. Beberapa saat jelang mendarat, pesawat kepresiden kembali 
dihadang cuaca buruk, namun SBY memutuskan untuk mendarat di Bandara 
Internasional Pattimura, sore kemarin.

‘’Ada kabar cuaca baik, kami langsung menuju Ambon. Dalam perjalanan kita 
berdoa. Niat kami baik, dan ke tanah ini (Ambon) untuk kepentingan rakyat. 
Karena itu, seburuk apapun cuaca, kami yakin Allah akan tolong kami,” tutur SBY.

Rombongan sempat berdoa dan berzikir sebelum pilot dan co pilot pesawat 
kepresidenan berhasil menembus awan hitam tebal. Di Ambon sendiri sejak, Kamis 
(7/6) sore hingga, Jumat (8/6) malam diguyur hujan lebat. ‘’Kami berzikir, 
Allah kasi pertolongan, kami bisa mendarat, meski kemudian bandara di tutup 
lagi,” kata SBY.

KONTAK RALAHALU
Sebelum ke Ambon, SBY sempat menghubungi Gubernur Maluku, Karel Albert 
Ralahalu. SBY menanyakan kesiapan Maluku sebagai tuan rumah MTQ. ‘’Gubernur 
menyatakan mereka siap. Dan semua persiapan sudah dimatangkan,” kata SBY 
mengutip informasi yang disampaikan Ralahalu.

Satu hal yang membuat SBY kagum terhadap masyarakat Maluku, adalah kesiapan MTQ 
bukan hanya dilakukan oleh masyarakat muslim, masyarakat beragam Kristen 
Protestan, Kristen Katholik, Hindu, Budha, Konghucu, juga ikut membantu 
terlaksananya gawe nasional itu.

‘’Hanya ada satu yang saya simak kata-kata gubernur. Yang mempersiapkan MTQ 
bukan hanya umat Islam di Ambon, tapi saudara-saudara kami dari berbagai agama. 
Karena itu, saya bersyukur, terharu, dan mohon kepada Allah, semoga niat baik 
orang Ambon mendapat ridhonya,” kata SBY.

SBY adalah salah tokoh perdamaian di Maluku. Dia mengaku, telah banyak bekerja 
untuk perdamaian Maluku sejak konflik 1999 hingga 2003 lalu. ‘’Sekarang 
Toleransi sudah cukup tinggi, dari kondisi masyarakat yang majemuk. Terimalah 
terimakasih saya. Ini menunjukan harmonisasi antar umat beragama,” kata dia 
dengan penuh kagum.

Dalam pidato pembukaannya dia berharap kearifan lokal, seperti Pela gandong 
menjadi perekat perdamaian. ‘’Dari kota ini bersinar perdamaian. Tahun 2009 
lalu saya meresmikan gong perdamaian di kota ini,” tandas SBY.

Hadir dalam pembukaan MTQ, Ketua DPD RI Irman Gusman, Wakil Ketua MPR RI Melani 
Leimena, sejumlah menteri kabinet Indonesia bersatu II, Gubernur Maluku, Wakil 
Gubernur Maluku Said Assagaff, sejumlah bupati dan wali kota se Maluku, dan 
beberapa duta besar Negara sahabat. (YAN)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke