http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/23/ArticleHtmls/Pertamina-Beli-Perusahaan-Minyak-Venezuela-23062012019020.shtml?Mode=0
Pertamina Beli Perusahaan Minyak Venezuela
JAKARTA
Petrodelta mengua- sai cadangan 486 juta barel.
PT Pertamina (Persero) mengakuisisi 32 persen saham Petrodelta SA, perusahaan
minyak dan gas milik pemerintah Venezuela.
Menurut Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, aksi korporasi ini
diharapkan bisa mempererat kerja sama pengembangan sektor Migas antara
Indonesia dan Venezuela. “Sejalan dengan strategi untuk agresif dalam
mengembangkan bisnis hulu di luar negeri,” kata dia kemarin.
Akuisisi ini terjadi setelah Pertamina menandatangani persetujuan pembelian
(share purchase agreement) dengan Harvest Natural Resources Inc, perusahaan
Migas yang tercatat di Bursa Saham New York.
Karen mengatakan transaksi ini akan selesai setelah beberapa prasyarat
(conditions precedent) terpenuhi, yakni persetujuan dari pemegang saham
masingmasing, termasuk pemerintah Venezuela.
Setelah proses ini selesai, Pertamina menjadi pemilik Petrodelta bersama
beberapa pemegang saham lain, yaitu Corporación Venezolana del Petróleo, S.A.
(CVP), anak perusahaan Petroleos deVenezuela S.A. (PDVSA) serta Vinccler O&G
Tech.
Saat ini CVP dan PDVSA menguasai 60 persen saham, sedangkan Vinccler O&G Tech
memiliki 8 persen.
Petrodelta adalah operator dan pemegang hak konsesi dari pemerintah Venezuela
untuk mengeksplorasi dan mengelola produksi blok migas seluas 1.000 kilometer
persegi hingga 2027. Ladang migas yang dikuasai antara lain Blok Uracoa,
Bombal, Tucupita, El Salto, El Inseno, dan Temblador. Berdasarkan sertifikasi
Ryder Scott 2012 dengan pedoman US Securities and Exchange Commission, lapangan
yang dikuasai Petrodelta memiliki cadangan 486 juta barel setara minyak.
Kandungan hidrokarbon tersebut lebih besar dibanding Blok Cepu, ladang minyak
terbesar di Indonesia yang ditemukan dalam 10 tahun terakhir dengan kandungan
250 juta barel.
Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan
transaksi ini ditargetkan selesai pada Januari 2013. Namun, saat ditanya
mengenai nilai akuisisinya, dia menolak menyebutkannya dengan alasan harus
melalui persetujuan pemegang saham. “Nilainya akan kami sampaikan setelah
closing deal,” tuturnya.
Menurut Harun, Pertamina kebagian jatah kepemilikan atas ladang minyak dengan
produksi 40 ribu barel per hari dari total output migas yang dihasilkan
Petrodelta. Meski terhitung kecil, ia mengatakan akuisisi ini menjadi pembuka
jalan bagi Pertamina untuk menggandeng perusahaan minyak lain dari Venezuela
atau negaranegara lain di kawasan itu.
Harun juga mengatakan akuisisi Petrodelta ini minim risiko. Pemerintah
Venezuela pun menjamin akan memberi perlakuan yang sama pada Indonesia seperti
negara mitra bisnis mereka yang lain. “Karena itu, masih ada kemungkinan kami
akan bekerja sama dengan produsen migas lainnya.” ujarnya.
[Non-text portions of this message have been removed]