http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/23/ArticleHtmls/Pertamina-Impor-Gas-dari-Afrika-dan-Australia-23062012021003.shtml?Mode=0

      Pertamina Impor Gas dari Afrika dan Australia  
     
      JAKARTA  


PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki rencana impor gas alam cair atau 
liquefied natural gas (LNG) dari Afrika dan Australia. Impor sebanyak 1 juta 
ton per tahun itu rencananya mulai dilakukan pada 2013. 
Menurut Vice President Commercial and Business Development Gas Pertamina, 
Djohardi Angga Kusumah, kuantitas impor yang ditetapkan saat ini merupakan 
langkah penjajakan. Gas impor ini diperuntukkan bagi industri, yang hingga kini 
kebutuhannya belum bisa dipenuhi oleh produksi domestik. 

“Untuk memenuhi kebutuhan sementara (bridging),” kata dia kemarin. 

Kontrak pembelian gas ini rencananya berlangsung selama 10 tahun, mulai 2013 
hingga 2023. Djohardi mengatakan gas dari kedua negara itu dialokasikan untuk 
memenuhi kebutuhan sejumlah unit penampungan dan regasifikasi terapung 

(floating storage and regasification unit/FSRU) di seluruh Indonesia. Pada 
tahap awal, gas impor ini disalurkan pada FSRU di Jawa Barat, yang dinilai 
paling siap. 
Untuk pembelian gas ini, Pertamina bakal mengeluarkan dana sekitar US$ 66 juta 
atau Rp 622,3 miliar. 

Jika transaksi ini direalisasi, Pertamina memiliki tambahan pasokan setara 1,5 
kargo LNG per bulan, dengan harga per kargo senilai US$ 33 juta. Djohardi 
menyatakan kebutuhan gas pada 2025 akan mencapai 24 juta ton. Namun saat ini 
infrastruktur yang ada belum bisa memenuhi seluruh suplai gas. Padahal 
pertumbuhan kebutuhan gas mencapai 8 persen, didorong permintaan sektor 
industri manufaktur, pabrik pupuk, serta pembangkit listrik. 
“Di Jawa Barat dan Jakarta, konsumsi gas mencapai 65 persen dari kebutuhan 
nasional,” katanya. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke