http://www.suarapembaruan.com/home/mendanai-caleg-partai-nasdem-patut-dipuji/21165
Mendanai Caleg, Partai NasDem Patut Dipuji Senin, 11 Juni 2012 | 21:08 Partai NasDem. [google] [JAKARTA] Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menyatakan prakarsa Partai NasDem untuk mendanai calon anggota legislatif (caleg) dari partai itu untuk Pemilu 2014 patut dipuji. "Justru aneh jika partai politik hanya mewajibkan setiap caleg menanggung sendiri biaya kampanye karena berpotensi terjadi `politik dagang sapi' selain bersifat transaksional," kata Syahganda di Jakarta, Senin (11/6), mengomentari prakarsa Partai NasDem untuk mendanai miliaran rupiah kepada setiap calegnya untuk Pemilu 2014. Ia menyebutkan komitmen NasDem terkait pendanaan caleg tak bisa dilepaskan dari sikap tokoh sentralnya, Surya Paloh. "Karenanya, upaya menampilkan NasDem yang simpatik itu perlu dihargai semua pihak," kata Syahganda. Menurut dia, secara umum pola "setoran" untuk partai dari para caleg telah berjalan setiap menghadapi Pemilu sehingga memungkinkan berlanjutnya praktik "politik dagang sapi" yang hanya berdasarkan kepentingan semata ataupun semangat transaksional antara celeg dengan elit partai. Selama ini pula seluruh biaya kampanye Pemilu dipenuhi masing-masing caleg bahkan ada yang harus menyetor kepada partai dengan dana sangat besar, katanya. "Langkah ini seringkali membuat caleg yang tidak jadi menjadi stres atau sakit jiwa karena tak kuasa menahan beban utang," katanya. Adanya prinsip setoran itu, kata Syahganda, juga kerap membuat penetapan nomor urut utama di daerah pemilihan (dapil) diberikan kepada caleg berduit, sementara perekrutan terhadap potensi caleg berkualitas tidak diprioritaskan akibat permainan yang tidak transparan tersebut. "Ibaratnya, partai terlalu mengakomodasi para caleg yang dipandang mampu secara ekonomi untuk berlaga di ajang Pemilu," katanya. Syahganda menyatakan, meskipun sejauh ini terdapat keberadaan caleg potensial di berbagai dapil, namun lantaran memiliki keterbatasan anggaran sekaligus dibiarkan tanpa dukungan serius parpol, hal itu jelas memosisikannya sulit dapat terpilih menjadi anggota legislatif. Ia mengapresiasi langkah NasDem sebagai bentuk tanggung jawab moral politik partai yang patut dicontoh guna menghilangkan berkembangnya ciri transaksional politik melalui pengabaian keterwakilan caleg bermutu. "Dengan penyiapan biaya untuk para calegnya, NasDem dipercaya akan berkonsentrasi penuh memilih orang-orang dengan kualitas terbaik di masyarakat, termasuk dari kalangan muda," ujarnya. Syahganda menegaskan, dukungan biaya kepada calegnya akan mengukuhkan kinerja NasDem berikut caleg-calegnya untuk meraih suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2014. [Ant/L-8] Demokrat pertanyakan sumber dana partai NasDem Senin, 11 Juni 2012 19:00 WIB | 1558 Views Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua. (ANTARA) Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua pertanyakan sumber keuangan Partai NasDem yang menyatakan siap membiayai calon anggota legislatif (caleg) potensial Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. "Partai baru seperti partai NasDem yang mengimingi-imingi caleg potensial dengan modal Rp5 miliar hingga Rp10 miliar perlu dipertanyakan," kata Max Sopacua di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin. Menurut Max, meskipun elite Partai NasDem menegaskan dana tersebut bersumber dari iuran kader dan anggota dana parpol harus "clear", apalagi dana dalam jumlah besar. Setelah pimpinan Partai NasDem menyampaikan pernyataannya di ruang publik, menurut dia, selanjutnya menjadi opini publik yang mendapat respons publik. "Sumber dana Partai NasDem perlu ditelusuri, apakah oleh pihak berwajib atau oleh LSM. Saya kira data beberapa LSM cukup akurat," katanya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan, Muhammad Romahurmuziy meminta, agar Partai NasDem menunjunjung tinggri prinsip transparansi dengan mengungkap alokasi dana untuk membiayai calegnya secara transparan. Romy, panggilan akrab Romahurmuziy, menyambut baik jika ada partai politik yang membiayai calegnya, karena banyak putra bangsa yang memiliki kemampuan intelektual tapi kurang memiliki kemampuan finansial. "Partai NasDem hendaknya bersikap transparan soal kesiapan membiayai calegnya," katanya. Menurut dia, jika Partai NasDem bersikap transparan dan sumber dananya "clear" maka akan menjadi panutan bagi parpol-parpol lain. Partai NasDem, menurut dia, tentunya memiliki suatu konsep untuk melakukan pembaruan sistem politik, sehingga bersikap transparan. "Jika sumber dana tersebut dari perusahaan dan perorangan, dalam UU Pemilu ada batas maksimalnya," katanya. Pada kesempatan tersebut, Rimy juga mengimbau agar partai politik hendaknya lebih mengedepankan ideologi daripada kemampuan finansialnya. Menurut dia, seorang caleg terpilih menjadi anggota legislatif bukan pertimbangan utamanya karena faktor finansial tapi lebih kepada ideologi partai. "Jika pertimbangannya finansial maka akan berdampak terjadi kerusakan mental bangsa," katanya. Sebelumnya, pimpinan Partai Nasdem menyatakan siap memberikan modal Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk caleg-caleg potensial. (R024) [Non-text portions of this message have been removed]
