http://www.suarapembaruan.com/home/kasus-hambalang-terus-mengambang-jika-tak-dituntaskan/21176

Kasus Hambalang Terus Mengambang Jika Tak Dituntaskan
Selasa, 12 Juni 2012 | 7:37

 Proyek Hambalang di Bogor [google] [JAKARTA] Anggota Komisi X DPR RI dari FPKS 
DRP RI, Rohmani mengatakan, kasus Hambalang akan terus mengambang jika tidak 
segera dituntaskan.

"Hal itu akan menjadi mega skandal jika tidak diungkapkan siapa di balik pemain 
proyek ini," katanya di Jakarta, Selasa (12/6).

Karena itu, kata dia, Komisi X DPR RI akan terus mendorong agar kasus proyek 
Kompleks Olahraga Hambalang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu, tidak 
berlarut-larut dan kemudian hilang tidak terungkap.

"Kita akan terus mendorong agar Hambalang tidak dijadikan contoh kasus-kasus 
sebelumnya,  seperti Century, yang sampai saat ini tidak jelas perkembangannya, 
bahkan kalau perlu kita bentuk Pansus," kata anggota komisi yang membidangi 
masalah pendidikan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata itu.

Rohmani juga menambahkan, proyek Hambalang menjadi preseden buruk bagaimana 
proses tender proyek tidak dilakukan secara prosedur dan bahkan 
terkatung-katung pembangunannya.

"Proyek pemerintah jangan sampai jadi ladang korupsi bagi sekelompok orang," 
katanya menegaskan.

Ia menambahkan, dorongan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hambalang terus 
menguat.

Perubahan Panitia Kerja (Panja) Hambalang menjadi Pansus Hambalang disampaikan 
sejumpah anggota DPR ketika rapat dengar pendapat antara Komisi X DPR dengan 
Menteri Negara Pemuda Olahraga (Menpora) Andi Malaranggeng pekan lalu.

Ia mengatakan, menjadikan Pansus Hambalang layak karena melibatkan lntas 
kementerian dan lembaga negara, di antaranya ada Kementerian Pekerjaan Umum dan 
Badan Pertanahan.

Mantan anggota DPR dari Partai Demokrat Nazaruddin, dana proyek Hambalang 
sebenarnya berjumlah Rp 2,57 triliun bukan Rp. 1,175 triliun sebagaimana yang 
dikatakan Menpora Andi Malaranggeng. [Ant/L-8]


KPK Hitung Kerugian Negara Proyek Hambalang
TEMPO.CO – 12-06-2012
TEMPO.CO , Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan masih membutuhkan 
waktu untuk memutuskan status kasus proyek pusat olah raga di Bukit Hambalang. 
Alasannya, menurut Ketua KPK Abraham Samad, Komisi belum merampungkan 
penghitungan potensi kerugian negara proyek tersebut. "Penghitungan kerugian 
negara belum final," kata Abraham di kantornya, Senin 11 Juni 2012.

Abraham mengatakan KPK masih memerlukan waktu melengkapi bukti untuk 
meningkatkan kasus tersebut ke penyidikan. Dia meminta semua pihak bersabar 
menunggu perkembangan penanganan megaproyek di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, 
senilai Rp 2,5 triliun tersebut. "Karena untuk melakukan investigasi tidak 
semudah membalikkan telapak tangan."


Sejauh ini KPK sudah empat kali mengadakan ekspose (gelar perkara) kasus 
Hambalang. Ekspose terakhir dilakukan pada Jumat lalu yang dihadiri lima 
pemimpin KPK, tim penyelidik, direktur penyelidikan, direktur penyidikan, 
hingga direktur penuntutan. Usai gelar perkara itu KPK menyatakan kasus 
Hambalang belum bisa ditingkatkan ke penyidikan.


Dalam ekspose itu, tim penyelidik memaparkan hasil pemeriksaan terhadap 
sejumlah orang dalam kasus Hambalang selama dua pekan terakhir. Di antaranya 
pemeriksaan terhadap tiga orang pengurus PT Dutasari Citralaras, termasuk 
direktur utama perusahaan subkontraktor proyek Hambalang itu, Mahfud Suroso. 
Kemarin Mahfud kembali dimintai keterangan sebagai terperiksa untuk kedua 
kalinya.


KPK hingga kini masih sudah memeriksa lebih dari 60 orang. Mereka, antara lain, 
anggota Komisi Politik Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Demokrat, Ignatius 
Mulyono. Ignatius menyatakan pernah diminta Ketua Umum Partai Demokrat Anas 
Urbaningrum memuluskan pengurusan sertifikat Hambalang. 


Ignatius diketahui kenal dekat dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo 
Winoto. KPK juga sudah memeriksa Joyo Winoto, istri Anas yang pernah menjabat 
Komisaris PT Dutasari Citralaras--perusahaan subkontraktor Hambalang--Athiyyah 
Laila, Mahfud Suroso, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, dan bekas 
Sekretaris Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam.


Keputusan lain dalam ekspose adalah KPK akan menambahan personel tim penyelidik 
proyek Hambalang. Penambahan personel itu, menurut juru bicara KPK Johan Budi 
S.P., dilakukan guna mendalami temuan hasil tim sebelumnya. Tim diberi waktu 
sepekan untuk bekerja. Pada Jum'at pekan ini mereka diharapkan sudah melaporkan 
hasil kerjanya. 


Menurut Johan pada pekan ini KPK tidak akan melakukan pemeriksaan lagi, sebab 
tim yang menangani Hambalang akn konsentrasi menelaah hasil penyelidikan. 
”Tim berfokus meneliti temuan-temuan yang sudah digali KPK, baik hasil 
pemeriksaan, keterangan, atau bukti-bukti yang sudah dikantongi,” ujarnya.


ISMA SAVITRI | SNL




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke