http://www.suarapembaruan.com/home/ekonomi-cina-dan-india-melemah/21197

Ekonomi Cina dan India Melemah
Selasa, 12 Juni 2012 | 20:21

 Ilustrasi perekonomian Cina yang melemah. [google] Laju pertumbuhan ekonomi di 
Cina dan India, dua negara ambang industri terpenting dunia, mulai melemah. 
India bahkan terancam penurunan peringkat kelayakan kredit. 

Penilaian untuk Cina dan India mengalami perubahan drastis muncul sejak bulan 
lalu. Demikian laporan organisasi untuk kerja sama ekonomi dan pembangunan 
(OECD) dalam visi ekonomi terbarunya. 

Perhitungan indikator awal yang secara rutin dilakukan OECD menunjukkan, dua 
negara ambang industri terpenting itu, kini tumbuh di bawah rata-rata 
pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya. 

Data terbaru memicu keraguan, bahwa dua negara ambang indutri terpenting ini 
dapat memberikan impuls baru pada ekonomi global. Ekonomi Cina berdasarkan 
prognosa OECD, pada tahun ini hanya akan tumbuh sekitar 8,2 persen. 

Tingkat pertumbuhan terburuk sejak 1999. Cina yang merupakan negara pengekspor 
terpenting sedunia, mulai merasakan dampak terburuk dari krisis keuangan di 
negara-negara anggota Uni Eropa yang merupakan tujuan utama ekspornya. 

Ekonomi India juga pada kuartal pertama 2012 hanya tumbuh rata-rata 5,3 persen, 
atau tingkat terendah sejak tahun 2003. Bagi India yang strukturnya lebih lemah 
dari Cina, bahkan muncul ancaman penurunan rating ke tingkat terendah. 

Cabang properti India mengalami kemunduran seperti juga seluruh sektor ekonomi 
di negara itu. 

"Penundaan atau kemunduran dalam proses menuju liberalisasi ekonomi India, 
dapat mempengaruhi prognosa perrtumbuhan jangka panjang, dan dengan itu juga 
kelayakan kreditnya", kata Joydeep Mukherjee, analis dari lembaga pemeringkat 
Standard & Poor's Senin (11/6) di Mumbai.   

Standard & Poor's bulan April lalu telah menurunkan peringkat India dari stabil 
menjadi negatif. Tapi ratingnya masih tetap pada kisaran BBB, yang hanya 
terpaut satu tingkat dari rating obralan,   

"Jika India tidak berhasil mendorong kembali pertumbuhannya dan memacu 
reformasi,  maka negara ini akan menjadi anggota kelompok BRICS pertama  yang 
kehilangan kualitas peringkat kreditnya,"  kata Standard & Poors.   

BRICS adalah kelompok negara ambang industri terpenting, meliputi Brazil, 
Rusia, Cina, India dan Afrika Selatan. [Rtr/AFP/DW/L-8]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke