http://www.suarapembaruan.com/home/tni-polda-segera-ringkus-kelompok-bersenjata-opm/21922


TNI-Polda Segera Ringkus Kelompok Bersenjata OPM
Senin, 2 Juli 2012 | 14:06

 Ilustrasi tentara Papua Barat [google] 


Berita Terkait

  a.. BIN: Pelaku Penembakan Anggota TNI di Papua Teridentifikasi 
  b.. 11 Wartawan di Papua Dituduh jadi Agen TNI 
  c.. Sehabis Menembak, Pelaku Melarikan Diri ke Perbatasan RI-PNG 
  d.. SBY Tolak Dialog Referendum untuk Papua 
  e.. Polisi Ungkap Mako Tabuni Pelaku Penembakan Misterius 
[JAYAPURA] Kapolda Papua Irjen Pol Bigman Lumban Tobing mengatakan pihaknya 
bersama TNI akan segera meringkus kelompok bersenjata yang menamakan diri 
Operasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin Lambertus Pekikir.

"Kita mau ringkus nih, kita mau gulung semua itu. TNI sudah sepakat bersama 
kita, karena hal itu tidak bisa dibiarkan lagi dan kita telah tahu," kata 
jenderal bintang dua itu kepada pers di Jayapura, Papua, Senin.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut telah 
meresahkan warga Keerom dan Papua pada umumnya sehingga pihaknya bersama TNI 
segera meringkus para pelaku.

Sebelumnya (1/7), kelompok bersenjata itu telah melakukan penghadangan disertai 
penembakan terhadap rombongan Danyonif 431 yang sedang melakukan patroli rutin 
sehingga melukai salah satu anggota yang terkena pecahan kaca mobil imbas dari 
rentetan tembakan tersebut.

Sementara tak jauh dari lokasi penembakan rombongan Danyonif 431, salah seorang 
warga sipil yang bernama Johanes Yanafrom (30) yang juga kepala kampung (desa) 
Sawi Tami ditemukan tewas tertembak di bagian kepala dan dada hingga keperut.

"Patut diduga, kelompok itulah yang melakukan penyanggongan rombongan Danyonif 
431, kan mereka alami gangguan waktu mau kembali," katanya.

Ia mengatakan para pelaku tersebut selalu mencari kelemahan dan kelengahan dari 
aparat keamanan sehingga bisa berbuat demikian.

"Mereka mencari kelengahan kita, dan kelompok yang paling bertanggungjawab 
adalah pimpinan Lambertus Pekikir," katanya.

Disinggung tentang proyektil peluru di lokasi kejadian, Jenderal bintang dua 
itu mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menemukan proyektil itu, meskipun 
telah menggunakan alat detektor logam.

"Sampai sekarang belum ditemukan, kita sudah pakai alat deteksi logam. Karena 
korban kepala kampung tembus peluru, kita belum tahu senjata yang digunakan," 
katanya.

Menurut dia, mereka (pelaku) melakukan penembakan terhadap korban dari jarak 
yang memungkinkan.

Untuk itu, ia berharap adanya laporan dari warga sekitar lokasi ataupun warga 
Papua pada umumnya jika mengetahui orang yang mencurigakan yang akan melakukan 
berbagai aksi yang tidak bertanggung jawab.

"Yah, kita imbau kepada masyarakat. Sekarang, siapa duga tindakan 
manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab itu. Siapa yang bisa melarang 
jangan keluar, itu tidak boleh juga," katanya.

"Kita kemarin itu apes juga, termasuk korban. Dan korban itu paling tidak, ini 
mungkin menurut saya dengan pelaku ini pernah tahulah atau pernah ketemu dan 
ini kita masih selidiki," tambahnya.

Media massa Dalam kesempatan itu, Kapolda Papua mengimbau media cetak dan 
elektronik di Kota Jayapura dan sekitarnya tidak membesar-besarkan kelompok 
bersenjata atau separatis lewat pemberitaan.

Didanoubfu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erwin Syafitri dan penjabat 
gubernur Papua, Syamsul Arief Rivai, ia menjelaskan pihaknya telah 
menginventarisasi para pelaku penembakan di Kabupaten Keerom pada Minggu (1/7) 
pagi.

"Untuk itu, rekan-rekan media massa yang mengetahui keberadaan para kelompok 
bersenjata tersebut segera melapor, jangan mendiamkan ataupun malah ikutan 
konferensi pers lagi. Jangan dibesarkanlah manusia-manusia seperti itu, biar 
sekalian kita ambil orangnya," katanya.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erwin Syafitri mengatakan, 
penembakan yang terjadi tak jauh dari mobil Danyonif 431 yang sedang melakukan 
patroli rutin di sekitar Kampung Sawi Tami, Keerom, Papua.

"Korban Johanes tewas ditembak di bagian kepala dan dada saat berada sekitar 
200 meter di belakang mobil Danyonif 431 yang melakukan patroli," katanya.

Ia menjelaskan bahwa penembakan dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Lamberthus 
Pekikir yang berencana masuk ke Kota Jayapura untuk melancarkan sejumlah 
aksinya. Pelaku diidentifikasi bernama John.

Namun, pihaknya telah mengetahui rencana aksi tersebut sehingga di beberapa 
titik atau tempat yang akan dilewati oleh kelompok yang bermarkas di Waris, 
kabupaten Keerom ini dijaga ketat Yonif 431.

"Mereka hendak ke kota Jayapura dan kita telah mengetahui itu. Rencananya ingin 
melakukan aksi di Kota Jayapura namun merasa terdesak, kelompok ini mengambil 
tempat di ketinggian yang kemudian menembak Danyonif 431 beserta anggota yang 
tengah berpatroli," katanya.[Ant/L-9]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke