Indonesia Siapkan 1 Miliar Dollar AS untuk IMF
Penulis : Ester Meryana | Kamis, 28 Juni 2012 | 13:49 WIB 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia 
akan memberikan pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai 
komitmen untuk memperkuat permodalan lembaga tersebut. Ia mengatakan pemberian 
pinjaman maksimal 1 miliar dollar AS. 

"Indonesia sebetulnya sudah menindaklanjuti komitmen tersebut. Pertemuan G20 
akan meningkatkan kekuatan IMF di aspek permodalan. Yang kemarin di Meksiko 
adalah pinjaman dari negara anggota IMF kepada IMF supaya keuangan IMF lebih 
kuat," sebut Agus, di DPR, Jakarta, Kamis (28/6/2012). 

Agus menjelaskan, sekarang ini sebenarnya sudah terkumpul sebesar 430 miliar 
dollar AS di IMF. Dana tersebut dibutuhkan IMF bukan hanya untuk menyehatkan 
ekonomi Eropa tetapi termasuk juga negara-negara berkembang. Indonesia yang 
pernah meminjam dari IMF pada tahun 2006 pun akan berkontribusi bagi permodalan 
lembaga itu. 

Pemberian pinjaman ke IMF akan menandakan posisi Indonesia sudah lebih baik. 
Apalagi, terang dia, Indonesia juga harus memerhatikan negara-negara lain yang 
perlu dibantu. Pinjaman ke IMF ini juga sebagai upaya mengantisipasi krisis 
agar tidak membahayakan perekonomian dunia. "Ini kesempatan yang baik karena 
Indonesia juga pernah pinjam IMF di 2006, kita sudah kembalikan," sambung Agus. 

Mengenai besaran secara pasti, kata Agus, Pemerintah masih membicarakannya. 
Tetapi ia menyebukan maksimal dana yang dipinjamkan sebesar 1 miliar dollar AS. 
"Belum bisa disebutkan tetapi saya rasa maksimal 1 miliar dolar AS," tegasnya. 

Dikatakan dia, pinjaman ke IMF itu bukan dari APBN. Itu semacam suatu 
pengelolaan dana yang merupakan bagian dari cadangan devisa negara. Praktiknya 
itu seperti uang kas dalam suatu perusahaan. Sebagian, misalnya saja, 
seperempat uang kas dalam bentuk tunai, dan selebihnya ditempatkan di bank. 
"Kalau kita nanti memberikan bantuan pinjaman kepada IMF itu akan tetap ada di 
neraca Indonesia di cadangan devisa Indonesia tapi hanya tercatat sebagian 
ditempatkan di IMF," pungkasnya. 

Editor :
Erlangga Djumena

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke