Presiden Harus Berani Menolak Pinjaman dari IMF
Oleh Willy Widianto | TRIBUNnews.com – 09 Juli 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden harus berani mengatakan bahwa IMF bukanlah 
solusi dalam proses penyelesaiaan krisis keuangan global, tetapi IMF adalah 
bagian dari problem rusaknya sistem keuangan global saat ini.

"Krisis keuangan global yang terjadi sekarang ini bukan diakibatkan oleh 
negara-negara berkembang seperti Indonesia tetapi lebih diakibatkan oleh 
hancurnya sistem kapitalisme barat, kerakusan dan ketidak hati-hatian manajemen 
Industri Keuangannya (seperti Lehman Brothers, NorthernRock, BNP Paribas 
bangkrut karena salah urus manajemen)," kata Anggota Komisi Keuangan DPR, Arif 
Budimanta kepada Tribunnews.com, Minggu(8/7/2012) malam.

Menurut Arif, janganlah kemudian hanya untuk memulihkan sistem finansial yg 
bertumbu kepada segelintir pemilik modal raksasa, dan salah urus sistem 
perekonomian di beberapa negara Barat kemudian negara berkembang dan Indonesia 
harus turut menanggung beban.

Sekiranya Indonesia berkeinginan membantu negara-negara yang sedang sakit 
sistem keuangannya, bisa bersifat bilateral dan tidak perlu melalui IMF. Cara 
membantu dengan bilateral justru dapat meningkatkan hubungan baik antar negara 
dalam jangka panjang. Hal ini yg dulu dilakukan oleh Indonesia dengan India dan 
bebrapa negara di Afrika.

"Syarat pinjaman dari IMF cenderung memperlemah kedaulatan sistem keuangan 
sebuah bangsa. Kedepan mungkin lebih baik IMF dibubarkan, karena tidak berbeda 
jauh dengan lintah darat," pungkasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke