Ada perbedaan besar antara "pinjaman"dengan "memberi pinjaman".
Kalau dikatakan IMF memberi PINJAMAN kepada Indonesia, itu berarti Indonesia menerima uang dari IMF sebagai hutang yang nantinya harus dibayar. Pinjaman artinya yang dipinjam Tapi kalau dikatakan IMF meminta agar Indonesia MEMINJAMKAN uangnya pada IMF , itu berarti IMF lah yang berhutang pada Indonesia yang nantinya hutang IMF itu harus dibayarkan kepada Indonesia sebagai pemberi hutang atau pemberi pinjaman kepada IMF. Artikel di bawah ini berjudul "Presiden Harus Berani Menolak PINJAMAN dari IMF" yang itu berarti Presiden harus berani menolak tawaran IMF untuk berhutang kepada mereka. Apakah ini yang dimaksud?. Ini sungguh aneh. SBY itukan terkenal sebagai Presiden yang gila hutang (suka pinjam duit pada luar negeri). Sekarang dia dianjurkan supaya berani menolak tawaran IMF untuk memberinya pinjaman( hutang). Apa sudah sehebat itu kemajuan SBY? Atau cumalah karna salah memakai bahasa Indonesia?. Kalau ternyata salah bahasa, maka harus dikoreksi. Tapi kalau memang saya yang salah, sayapun harus mengoreksi kesalahan saya dan itu akan saya lakukan tanpa malu-malu. Atau apakah bahasa Indonesia "moderen" sekarang ini sudah berubah tata bahasanya sehingga saya yang ketinggalan jaman? hingga saya harus belajar kembali bahasa Indonesia pada orang supergenial? ASAHAN. ----- Original Message ----- Sent: Monday, July 09, 2012 3:49 AM Subject: Presiden Harus Berani Menolak Pinjaman dari IMF Presiden Harus Berani Menolak Pinjaman dari IMF Oleh Willy Widianto | TRIBUNnews.com 09 Juli 2012 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden harus berani mengatakan bahwa IMF bukanlah solusi dalam proses penyelesaiaan krisis keuangan global, tetapi IMF adalah bagian dari problem rusaknya sistem keuangan global saat ini. "Krisis keuangan global yang terjadi sekarang ini bukan diakibatkan oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia tetapi lebih diakibatkan oleh hancurnya sistem kapitalisme barat, kerakusan dan ketidak hati-hatian manajemen Industri Keuangannya (seperti Lehman Brothers, NorthernRock, BNP Paribas bangkrut karena salah urus manajemen)," kata Anggota Komisi Keuangan DPR, Arif Budimanta kepada Tribunnews.com, Minggu(8/7/2012) malam. Menurut Arif, janganlah kemudian hanya untuk memulihkan sistem finansial yg bertumbu kepada segelintir pemilik modal raksasa, dan salah urus sistem perekonomian di beberapa negara Barat kemudian negara berkembang dan Indonesia harus turut menanggung beban. Sekiranya Indonesia berkeinginan membantu negara-negara yang sedang sakit sistem keuangannya, bisa bersifat bilateral dan tidak perlu melalui IMF. Cara membantu dengan bilateral justru dapat meningkatkan hubungan baik antar negara dalam jangka panjang. Hal ini yg dulu dilakukan oleh Indonesia dengan India dan bebrapa negara di Afrika. "Syarat pinjaman dari IMF cenderung memperlemah kedaulatan sistem keuangan sebuah bangsa. Kedepan mungkin lebih baik IMF dibubarkan, karena tidak berbeda jauh dengan lintah darat," pungkasnya.
