Penyaluran KUR Sumut Capai 1,80 Triliun Senin, 9 Juli 2012 | 05:08 WIB MEDAN, KOMPAS.com - Penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di Sumatera Utara pada Mei 2012 meningkat 4,71 persen menjadi Rp1,80 triliun dengan debitur 266.153 orang.
"Pada bulan April 2012, penyaluran KUR masih Rp1,72 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 266.153 orang, sedangkan pada bulan Mei jumlah penyaluran dan debitur masing-masing naik 4,71 persen dan 2,57 persen," kata Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia (BI) Medan, Mikael Budisatrio, di Medan, Minggu (8/7/2012). Secara nasional, realisasi penyaluran KUR itu hingga Mei 2012 juga naik 3,46 persen dibandingkan April atau mencapai Rp 33,85 triliun dengan perincian Rp 29,11 triliun dari enam bank pelaksana dan Rp 4,73 triliun dari bank pembangunan daerah (BPD) seluruh Indonesia. Menurut dia, realisasi penyaluran KUR di Sumut terus naik sejak awal tahun. Pada bulan Maret, misalnya, penyaluran masih Rp 1,70 triliun, naik lagi pada bulan April Rp 1,72 triliun dan pada bulan Mei sudah Rp 1,80 triliun. Bank Indonesia memang terus mengingatkan perbankan untuk memperbanyak penyaluran KUR sesuai dengan program pemerintah meski tetap mewanti-wanti juga untuk berhati-hati guna menghindari risiko kredit macet. Ia mengakui, hingga mendekati semester I 2012, belum ada kebijakan pemerintah untuk memberi sanksi kepada perbankan kalau tidak menyalurkan KUR sesuai dengan plafonnya. Akan tetapi, lanjut dia, masing-masing bank yang ditunjuk jadi pelaksana dipastikan berupaya menunjukkan kinerja yang baik dan dipercaya dengan menyalurkan KUR itu kepada debitur yang kapabel. Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga mengatakan, perbankan harus proaktif menyalurkan KUR karena selain program pemerintah juga bisa mendorong perekonomian nasional di tengah dampak krisisi global yang masih dirasakan. "Kalau dewasa ini belum ada sanksi, sudah seharusnya Pemerintah memikirkan perlunya ada peringatan kepada bank yang tidak menyalurkan kredit sesuai dengan plafon," katanya. Alasan pemberian sanksi itu mengingat UKM sudah terbukti mampu membantu perekonomian nasional dengan tetap bisa bertumbuh pada saat krisis moneter 1997/1998 dan global yang berlangsung hingga dewasa ini sehingga sudah sewajarnya mendapat perhatian penuh. Sumber : ANTARA [Non-text portions of this message have been removed]
