Megawati: untuk apa beri pinjaman ke IMF

Megawati Soekarnoputri (FOTO ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri 
mempertanyakan rencana Pemerintah Indonesia yang akan memberikan bantuan 
pinjaman maksimal satu miliar dolar AS kepada Dana Moneter Internasional (IMF).

"Untuk apa memberi pinjaman ke IMF. Utang luar negeri Indonesia saja masih 
besar, kasihan rakyat yang menanggungnya," ujar Megawati di Jakarta, Senin 
petang.

Megawati yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut meminta pemerintah untuk 
lebih peduli terhadap nasib rakyat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan 
bahwa pemerintah Indonesia masih mempertimbangkan bantuan pinjaman kepada IMF 
untuk membantu penyelesaian krisis Eropa.

Dengan bantuan pinjaman tersebut, Indonesia mengharapkan agar lembaga keuangan 
internasional tersebut tak hanya membantu negara-negara Eropa, tetapi juga 
negara Asia dan Afrika.

IMF telah menghimpun bantuan sebesar 430 miliar dolar AS.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia berencana memberikan 
bantuan pinjaman maksimal satu miliar dolar AS.

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan G20 yang dilangsungkan di 
Meksico beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota 
berkomitmen meningkatkan kekuatan IMF di aspek permodalan.

Pinjaman ke IMF tersebut bukan berasal dari APBN, melainkan dari suatu 
pengelolaan dana yang merupakan bagian dari cadangan devisa negara.
(I025/D007)
Editor: Ruslan Burhani



Hatta Pastikan Indonesia Pinjami IMF 1 Miliar Dollar AS
Penulis : Hindra Liauw | Senin, 9 Juli 2012 | 19:13 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa 
memastikan pemerintah akan memberikan bantuan pinjaman kepada Dana Moneter 
Internasional (International Monetary Fund atau IMF) sebesar 1 milliar dollar 
AS.

Indonesia berharap IMF tak hanya menggunakan pinjaman ini untuk membantu 
negara-negara di Eropa, tetapi juga di Asia dan Afrika. Hatta beralasan, 
bantuan yang digunakan untuk mengatasi krisis di Eropa turut memiliki implikasi 
bagi perekonomian nasional.

"Bantuan itu penting agar ekonomi dunia sehat. Kalau ekonomi sehat, semua 
menjadi sehat, termasuk Indonesia. Kalau situasi semakin memburuk, maka 
pertumbuhan kita terganggu," kata Hatta kepada para wartawan di halaman Istana 
Merdeka, Jakarta, Senin (9/7/2012).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia akan 
memberikan pinjaman kepada IMF, maksimal 1 miliar dollar AS.

"Indonesia sebetulnya sudah menindaklanjuti komitmen tersebut. Pertemuan G-20 
akan meningkatkan kekuatan IMF di aspek permodalan. Yang kemarin di Meksiko 
adalah pinjaman dari negara anggota IMF kepada IMF supaya keuangan IMF lebih 
kuat," sebut Agus, di DPR, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Dia mengatakan, pinjaman ke IMF itu bukan dari APBN. Itu semacam suatu 
pengelolaan dana yang merupakan bagian dari cadangan devisa negara. Praktiknya 
itu seperti uang kas dalam suatu perusahaan. Sebagian, misalnya saja, 
seperempat uang kas dalam bentuk tunai, dan selebihnya ditempatkan di bank.

"Kalau kita nanti memberikan bantuan pinjaman kepada IMF itu akan tetap ada di 
neraca Indonesia, di cadangan devisa Indonesia, tapi hanya tercatat sebagian 
ditempatkan di IMF," pungkasnya.

Editor :
Tri Wahono

Kirim email ke