wah barangkali Banyuwangi mau dijadikan kompleks pelacuran terbesar didunia ya 
hehehe

______________________________________________________

From: "Supardiyanto Hadi Prasetyo"



aromanya sih Bencana Buku Nasional nih Coba cari sumbernya darimana ya ?

_______________________________________________________





From: Bambang Tribuono <>




 Mungkin bupati dan seluruh pejabat banyuwangi memakai
peri-bahasa "Biarlah rakyat mengonggong", siswa SD mau hancur, emang gua
 pikirin... yang penting bisa korupsi dengan sukses.


Sedangkan para
guru di banyuwangi mungkin berpendapat, yang penting dapat gaji...
biarlah murid SD mau bodo, mau pintar, mau sex bebas.. emang gua pikirin


Dan
 para ulama di banyuwangi mungkin berpendapat, yang penting tiap saat
dikasi setoran oleh pejabat.. rakyat toh bodoh, anak SD mau diajari seks
 bebas, biarin aja.. emang gua pikirin


Bambang TB


___________________________________________


Thu, 6/12/12,


http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/06/325228/293/14/_Psikolog_Sesalkan_Buku_SD_Berbau_Pornografi
Psikolog Sesalkan Buku SD Berbau Pornografi Yang Diwajibkan Di Banyuwangi

MICOM:
 Isi empat buku yang berpotensi masuk sekolah di Jawa Timur dianggap
tidak pantas untuk dikonsumsi sebagai bacaan anak oleh kalangan
psikolog.





Pasalnya, buku fiksi tersebut dapat mendorong anak dalam perkembangan 
imajinasinya dengan mencobanya.





"Ini
 buku fiksi dan jika dibaca anak sekolah yang tengah mengembangkan
imajinasinya, akan mendorong rasa ingin tahu anak yang berkembang liar.
Akhirnya mereka mencobanya," tandas Nur Ainy Fardana MSi, Psikolog asal Unair 
Surabaya kepada Media Indonesia, Sabtu (9/6).





Menurut
 kandidat doktor psikologi tersebut, buku fiksi yang menyampaikan pesan
moral, tidak harus menyampaikan dalam kalimat yang vulgar tentang
 seks.





Sebab, bukan pengetahuan ilmiah yang didapatkan, tapi justru rasa ingin tahu 
yang ditafsirkan macam-macam oleh anak.





Pendidikan
 untuk anak adalah pembangunan karakter. informasi proporsional dan
seimbang. Padahal pengetahuan yang masuk ke pemikiran anak membentuk
keyakinan dan memunculkan minat yang berlanjut pada peri laku anak.





"Untuk
 siswa SMA saja tidak boleh dibaca sembarangan, harus didampingi orang
tua. Kalimatnya yang vulgar, tidak bisa ditelan mentah-mentah dan harus
diolah. Sebab, kalau ditelan mentah-mentah, remaja akan menafsirkan itu
hal yang lumrah, untuk membicarakan sekaligus melakukannya,? imbuhnya.





Seperti
 diberitakan, empat buku berbau pornografi akan masuk ke sekolah-sekolah
 di Jawa Timur. Dalam buku-buku tersebut terdapat dialog tentang
hubungan intim yang diperankan para tokoh.





Yang memprihatinkan, buku yang berbau porno tersebut justru diwajibkan oleh
 dinas pendidikan di daerah, seperti di Banyuwangi dalam sebuah tender lelang 
proyek. (OL-11)


_____________________________________________________________________


http://radiogayafm.blogspot.com/2012/06/buku2-porno-siap-dibagikan-untuk_06.html


Buku2 Porno Siap Dibagikan ke Perpustakaan Sekolah2 SD di Banyuwangi, Jawa Timur





Jika
 kita mencermati, tampaknya ada upaya sistematis untuk mengedarkan buku2
 yang diduga bernuansa pornografi di sekolah2 SD di berbagai daerah.
yang memprihatinkan, penyebaran buku porno ini bukan dibiayai oleh
orang2 yang patut diduga ingin menghancurkan moral bangsa ini. Tapi
pembelian buku2 porno ini dibiayai oleh uang negara, yakni dari APBN.


jadi
 si pelaku selain sukses merusak moral bangsa, juga mendapat keuntungan
yang besar dari upaya
 perusakan moral bangsa melalui pembelian buku porno oleh uang negara
dan dibagikan ke perpustakaan sekolah2 SD diberbagai tempat.





Setelah
 kejadian di Jawa Tengah, maka kalau kita mencermati di website LPSE
kabupaten Banyuwangi, disana saat ini diadakan pengadaan buku untuk SD
yang bernilai sekitar Rp. 7 Milyar. Dalam dokumen pengadaan (RKS) telah
disebutkan judul buku yang harus ditawarkan oleh peserta yang akan
mengikuti pelelangan pengadaan tersebut. Jadi peserta lelang harus
menawarkan buku yang sudah disebut judulnya oleh dinas pendidikan dan
panitia pengadaan. Jadi tidak boleh menawarkan judul buku yang lain,





Judul2
 buku yang disebutkan itu beberapa diantaranya adalah mengandung
pornografi sebagaimana berita media, dimana buku2 itu sempat beredar di
Jawa Tengah. Dinas pendidikan, panitia pengadaan, maupun pejabat2 di
Banyuwangi, ketika ditanya oleh masyarakat kenapa menutup pintu bagi
judul buku yang lain untuk dibagikan ke
 perpustakaan sekolah2 SD di Banyuwangi, mereka selalu menjawab bahwa
itu adalah merupakan hasil dari proses kajian, penelitian dan survey
yang mendalam dll. Kalau mereka bersikukuh dengan argumentasi itu, artinya
 para pejabat di banyuwangi berpendapat bahwa buku2 porno itu adalah
buku yang cocok untuk dibagikan di sekolah2 SD di Banyuwangi.





Tentu
 saja ini mengejutkan dan sekaligus membongkar kebohongan serta kuat
adanya dugaan rekayasa dalam pengadaan buku untuk perpustakaan sekolah2
SD di Banyuwangi. karena dari berita dibawah ini, penerbit
 buku itu sendiri kaget ketika tahu bahwa buku itu beredar untuk anak2
SD, karena memang sebenarnya untuk konsumsi remaja dan dewasa (pada
sampul buku tertulis untuk remaja). Maka bagaimana bisa dinas
pendidikan dan para pejabat di Banyuwangi menyatakan bahwa dari kajian
dan proses pemilihan yang mendalam, akhirnya buku2 porno itu
 adalah yang dipilih untuk dibeli dan dibagikan untuk anak2 SD di
Banyuwangi. Ada apa ini???





Kenyataan ini memperkuat dugaan adanya rekayasa yang melibatkan mafia 
pendidikan dan bekerjasama dengan pejabat2 di Banyuwangi,
 selain dugaan untuk mengeruk uang negara, ada misi tersembunyi dari
para mafia pendidikan yang tidak disadari oleh para pejabat di
Banyuwangi karena terdorong pikiran asal dapat bagian, yakni
penghancuran moral anak2 Indonesia sejak usia dini.





Dugaan ini
belum tentu benar, maka ada baiknya masyarakat yang peduli pada
pendidikan bisa melakukan cek kebenaran informasi pada orang yang diduga
 mengatur pengadaan buku perpustakaan SD di Banyuwangi, yang sering
disebut2 sebagai mafia pendidikan di Jawa Timur yang merupakan agen dari
 sebuah konsorsium PT Darma Bhakti , yang diduga juga jadi dalang suplai
 buku porno untuk anak2 SD di kabupaten Kebumen Jawa Tengah, kabupaten
Kuningan Jawa Barat
 dll. maupun kepada pejabat di Banyuwangi yang berwenang. Cek informasi
bisa dilakukan kepada:


1. Rudy Budiman HP: 0811371218


2. Aka (operator dari Rudy Budiman) HP: 081357738393


3. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi (Bpk. Sulihtiyono) HP:
 085336580059


_________________________________________________________________


http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/01/323218/289/101/Berbau-Pornografi-Tiga-Judul-Buku-SD-Ditarik


Berbau Pornografi, Tiga Judul Buku SD Ditarik.





KEBUMEN--MICOM:
 Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dinpora) Kebumen, Jawa Tengah
(Jateng), menarik sejumlah buku bacaan untuk sekolah dasar (SD) di
kabupaten setempat.





Penarikan sejumlah buku itu dilakukan karena
 isinya ada yang menjurus pornografi. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana
Pendidikan Dasar Dinpora Kebumen Bambang Sardjono menyatakan ada tiga
judul buku yang ditarik dari perpustakaan di SD seluruh Kebumen.





Buku
 tersebut yakni Ada Duka di Wibeng, Tambelo Kembalinya Si Burung Camar, dan 
Tidak Hilang Sebuah Nama terbitan PT Era Adi Citra Intermedia Solo.





"Ketiga
 judul buku tersebut tidak diperbolehkan lagi ada di
perpustakaan-perpustakaan SD. Isinya tidak pantas dibaca siswa SD," kata
 Bambang, Kamis (31/5).





Dari kajian yang dilakukan tim Dinpora,
pada bacaan yang ada di dalam buku tersebut, ada kata-kata yang
cenderung vulgar. Bahkan, kalau dibaca sepotong-sepotong menjurus ke
pornografi.





"Atas hasil kajian itulah, Dinpora menarik ketiga
judul buku. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Kalau anak yang membaca, akan berdampak negatif," ujarnya.





Yang paling menjurus ke pornografi adalah Ada Duka di Wibeng. Dalam buku ini 
menyinggung soal hubungan intim yang didialogkan tokoh-tokohnya.





Dalam cerita di buku tersebut juga terucap mengenai trik berhubungan seks yang 
aman agar
 tidak hamil dan menceritakan cara KB kalender.





Buku-buku
tersebut, lanjut Bambang, termasuk dalam bantuan melalui dana alokasi
khusus (DAK) perpustakaan tahun 2010 dan dinyatakan telah lolos seleksi.






Keputusan lolos seleksi dinyatakan dalam Keputusan Kepala Perbukuan Depdiknas 
no 1715/A.8.2/LL/tahun 2009. (LD/OL-5)


__________________________________________________


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/06/01/120090/Buku-Pelajaran-Diduga-Benuansa-Pornografi-Penerbit-Siap-Tanggung-Jawab


Buku Pelajaran Diduga Benuansa Pornografi,


Penerbit Siap Tanggung
 Jawab





SOLO, suaramerdeka.com – Penerbit buku "Ada Duka di
 Wibeng" yang diduga mengarah ke pornografi PT Era Adicitra Intermedia
Solo siap bertanggung jawab. Termasuk merevisi isu buku yang dikeluhkan
masyarakat.





Menurut Direktur PT Era Adicitra Intermedia, Heri
Sulistyanto, tanggung jawab tersebut sebagai bentuk profesionalisme.
Pihaknya pun dengan terang-terangan akan membuka pembicaraan dengan
elemen di Kabupaten Kebumen yang notabene mengeluhkan isi buku tersebut.
 "Ini artinya koreksi bagi kami. Namun apa yang kami terbitkan sesuai
dengan kaidah-kaidahnya," ungkapnya pada Suara Merdeka, saat ditemui di
Jalan Slamet Riyadi 485 Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo Jumat (1/6).

Dikatakan
 Heri, buku jenis fiksi atau novel remaja tersebut telah sesuai dengan
Panitia Penelitian Buku Non-Teks Pelajaran (PPBNP). Yakni melalui
keputusan Kepala Pusat Pembukuan Kemendiknas Nomor 1715/ ab.2/ll2001
tahun 2009 tertanggal 19 Mei, sehingga
 layak beredar di masayarakat. Apalagi isi buku tersebut tentang
akhlakul karimah dan budi pekerti. "Kemudian yang tidak tepat itu
bacanya sepenggal. Soalnya halaman 1 hingga 93 itu contoh pergaulan
buruk. Kemudian di halaman selanjutnya itu hal pokok. Kami ajak pembaca atau 
remaja jangan sampai menirunya," tandas dia.

Dia membantah, buku "Ada Duka di Wibeng" tidak menjurus ke pornografi seperti 
yang memanas akhir-akhir ini. Menurutnya tidak ada bahasa fulgar. Namun lebih  
pada bahasa gaul anak remaja. Apalagi maksud di dalam buku yang sudah dicetak 
dua kali pada 2008 dan 2012 sangat jelas jika dibaca secara utuh. Mengingat 
dewasa ini, pergaulan anak zaman sekarang sudah mengkhawatirkan. "Tapi kami 
tetap akan
menelusuri, kenapa bisa sampai pada anak SD. Soalnya kan kami hanya
menerbitkan, kemudian ada agen-agennya sendiri yang mendistribusikan
buku tersebut," jelasnya.


Kirim email ke