http://www.suarapembaruan.com/home/cowok-dikira-cewek-orangtua-salah-rawat-anaknya-selama-13-tahun/22399

Cowok Dikira Cewek, Orangtua Salah Rawat Anaknya Selama 13 Tahun
Rabu, 18 Juli 2012 | 15:42

Xiao Ying menutupi dirinya dengan selimut saat didampingi sang ibu hendak 
diambil gambarnya [google][CHONGQING CITY] Seorang bayi dilahirkan dalam 
kondisi fisik yang mengalami kecacatan membuat orangtuanya salah dalam 
membesarkan sang anak. Ini terjadi karena sang iby mengalami kebutaan, dan sang 
ayah yang tak mendampingi dalam membesarkan anaknya. 

13 tahun lalu, Xiao Ying dilahirkan dalam kondisi yang disebut perineal 
hypospadias yang menyebabkan kecacatan pada lahir dan membuat kantung 
kemaluannya mirip seperti kemaluan wanita (vagina). “Ia (Xiao) lahir di rumah, 
dan bukannya di rumah sakit, tak ada dokter di sana, jadinya kami tak bisa 
mengetahui secara pasti mengenai kelaminnya. Kami mengira istri saya melahirkan 
anak perempuan,” ungkap sang ayah, Chen Shiming. 

Setelah kelahiran Xiao. Chen meninggalkan kampunya di Xinguan untuk mencari 
pekerjaan di Kota Chongqing yang jaraknya mencapai 600 km, dan meninggalkan 
sang istri Wang Li untuk merawat buah hati mereka. Setahun kemudian, Wang 
mengalami kebutaan dan merawat anaknya sendirian. 

Xiao dibesarkan dengan bermain boneka dan memakai rok, dan tak ada yang 
menyadari kalau gadis ini ternyata bocah, hingga pada Oktober 2010, saat Wang 
tengah memandikannya, dan tak sengaja menyentuh organ kemaluan pria (penis) 
pada putrinya. Hal ini menyebabkan Wang terkejut. 

Sang suami segera pulang dan mengirimkan Xiao ke rumah sakit setempat. Namun 
dokter gagal mendiagnosa kondisi ini karena keterbatasan perlengkapan. 

Sebulan berlalu, barulah Xiao dibawa ke rumah sakit anak di Universtasi 
Kedokteran Chongqing, dan dokter melalukan tes kromosom untuk mengetahui kalau 
sang putri ternyata merupakan anak laki-laki. 

Xiao sangat shock mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Sudah terlalu lama ia 
dirawat dalam kondisi yang tidak semestinya. Ia harus menjalani terapi sejak 
tahun lalu. Bocah berusia 13 ini merasa dipermalukan, dan tak mau menemui 
orang. “Ia bahkan ketakutan masuk kamar mandi, karena tak tahu mana toilet yang 
mesti ia gunakan, laki-laki atau perempuan,” ungkap sang ibu. 

Khawatir anaknya akan menjadi bulan-bulanan di sekolah, orangtua akhirnya 
memutuskan pindah sekolah di kota yang lain, dimana tak ada yang mengenal 
identitas keluarga ini. “Tetap saja itu tak membuat Xiao bahagia. Sebelum 
mengetahui kalau ia laki-laki, Xiao anak yang ceria dan mudah bergaul,”keluh 
sang ibu yang memutuskan mengganti surat kelahiran putrinya menjadi anak 
laki-laki. 

Dr Liu Junhong mengatakan, Xiao perlu menjalani sebuah operasi yang diyakini 
akan mengubahnya menjadi laki-laki. [L-9] 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke