http://www.suarapembaruan.com/home/banjir-bandang-di-padang-534-rumah-rusak/22707

Banjir Bandang di Padang, 534 Rumah Rusak
Kamis, 26 Juli 2012 | 5:03

Banjir badang di Padang menghanyutkan tujuh rumah. [google][PADANG] Badan 
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 534 rumah 
warga rusak akibat hantaman air bah pada Selasa (24/7) malam, baik berat, 
ringan, maupun rusak sedang.

Kepala BPBD Kota Padang Dedi Henidal di Padang, Kamis malam, mengatakan, dari 
data yang dikumpulkan di lapangan tercatat 534 rumah yang rusak dalam musibah 
itu.

"Kita telah melakukan pendataan terhadap bangunan yang rusak, dan dari data 
tersebut didapatkan jumlah rumah yang rusak paling banyak adalah rusak sedang, 
kemudian rusak ringan, dan kemudian rusak berat," kata dia.

Dia menyebutkan, data tersebut dikumpulan dari lokasi yang dilanda air bah di 
lima kecamatan di Kota Padang.

Berdasarkan data BPBD Kota Padang, jumlah rumah yang mengalami rusak berat 
sebanyak 95 unit, rusak sedang 190 unit, sementara rusak ringan 249 unit.

Untuk rumah ibadah tercatat yang rusak sebanyak 15 unit, terdiri atas 11 unit 
rusak berat dan satu unit rusak ringan.

Selain kerusakan rumah, BPBD Kota Padang juga mencatat adanya sarana pendidikan 
yang rusak berat sebanyak dua unit dan rusak sedang satu unit.

Selain itu, lima jembatan rusak berat dan satu lainnya rusak sedang. Sedangkan 
saluran irigasi yang rusak berat 11 unit dan rusak ringan satu unit.

"Untuk kerugian saat ini kita memperkirakan mencapai lebih kurang Rp12 miliar 
untuk insfrastruktur, sedangkan untuk kerugian berupa lahan pertanian, 
persawahan, dan lainnya belum terdata," jelasnya.

Air bah terjadi di sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji pada Selasa (24/7) 
malam sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya di tujuh titik yakni di Limau Manis, 
Batu Busuk, Kampung Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk, dan Tunggul Hitam.

Dua unit mesin intake PDAM Kota Padang juga rusak dalam musibah itu, yakni 
intake si Sungai Sikayan Ulugadut dan di Sungai Latung Lubuk Minturun. 
Sementara dua intake lainnya yakni di Buo dan di Kuranji aman dari terjangan 
airbah. [Ant/L-9]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke