http://www.suarapembaruan.com/home/australia-langgar-hak-anak-indonesia/22847

Australia Langgar Hak Anak Indonesia
Senin, 30 Juli 2012 | 7:34

Anak-anak Indonesia menceritakan pelecehan seksual yang dialami saat dipenjara 
di tahanan Silverwater Sydney. [ABC][CANBERRA] Komisi Hak Asasi Manusia 
Australia, Catherine Branson mengatakan, 180 warga Indonesia mengklaim berusia 
kurang dari 18 tahun ketika tiba di Australia antara tahun 2008-2011, tapi 
beberapa di antaranya tidak dipercaya dan dijebloskan ke penjara.

Branson dengan merilis laporan perlakuan terhadap anak-anak di bawah umur itu 
mengatakan, bukannya memulangkan remaja Indonesia termasuk anak laki-laki yang 
mengatakan berusia 8 tahun, tapi pihak berwenang sering mengandalkan foto sinar 
X untuk membuktikan usia mereka.

Keakuratan data sinar X, yang merupakan alat penentu pembandingan pertumbuhan 
tulang masing-masing individu, yang dikembangkan di Amerika Serikat tahun 
1950-an, sekarang tidak diakui. 

Branson menambahkan, “Kami sekarang tahu bahwa sejumlah remaja Indonesia 
dinyatakan sebagai orang dewasa berdasarkan analisa tersebut, padahal 
sebetulnya masih anak-anak ketika mereka ditangkap.”

Melanggar

Ketika ditanya apakah pemerintah di Canberra harus meminta maaf atas perlakuan 
terhadap anak-anak di bawah umur, yang kebanyakan kurang berpendidikan dan 
datang dari desa-desa nelayan, Branson mengatakan “saya rasa mereka tampaknya 
harus melakukan itu.”

“Ada sejumlah faktor hak asasi manusia yang tidak dihormati di Australia,”kata 
Catherine Branson kepada wartawan di Sydney. 

"Mereka tidak dipercaya bahwa mungkin mereka berusia di bawah 18 tahun. Dan 
mereka tidak dibedakan dari orang dewasa. Ini semua melanggar konvensi hak 
anak-anak,” tambah dia.

Branson mengatakan, 48 warga Indonesia, kebanyakan dari mereka tampaknya 
memiliki anak ketika ditangkap, dijatuhi hukuman, sementara 15 lainnya yang 
sudah divonis dibebaskan dan dipulangkan ke rumah karena diragukan usianya.

Penyelundupan manusia adalah tema sensitif di Australia, yang mendapat lebih 
dari 6.500 pencari suaka yang tiba dengan perahu sejak awal tahun 2012. Banyak 
yang memulai perjalanan laut ke Australia itu dari Indonesia. [Rtr/DW/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke