PINRANG Bayi Tanpa Tengkorak itu Punya Keistimewaan.... Penulis : Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin | Minggu, 29 Juli 2012 | 20:59 WIB
PINRANG, KOMPAS.com - Tim medis Rumah Sakit Umum (RSUD) Lasinrang, Kabupaten Pinrang, mengakui ada keistimewaan tersendiri dimiliki oleh bayi laki-laki yang lahir tanpa tengkorak kepala, hidung, telinga, mata, dan mulut di rumah sakit tersebut, Rabu (26/7/2012) sekitar pukul 21.30 Wita lalu. Keistimewaan tersebut adalah mampu bertahan hidup hingga empat, yaitu hingga Minggu (29/7/2012). Sebelumnya, bayi seperti ini hanya mampu bertahan selama tiga jam setelah lahir. Namun, bayi ini mampu bertahan hidup lebih lama. -- Syahrir Bayi dari pasangan suami istri Agus (22) dan Rostina (23) itu, kata tim dokter RSUD Lasinrang, terbilang istimewa karena mampu bertahan hidup lama. Menurut tim dokter tersebut, terakhir kasus bayi yang sama di RSUD Lasinrang ini hanya mampu bertahan paling lama 3 jam. "Sebelumnya, bayi seperti ini hanya mampu bertahan selama tiga jam setelah lahir. Namun, bayi ini mampu bertahan hidup lebih lama," kata dr Syahrir SpA di rumah sakit Lasinrang, Minggu. Sementara kondisi bayi malang tersebut, kata Syahrir, sampai saat ini masih dalam kondisi normal dan sehat. Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan tim medis adalah memasukan bayi tersebut ke dalam inkubator untuk menormalkan suhu badan bayi tersebut. "Meski sempat mengalami penurunan kondisi badan dan kejang kejang, setelah dimasukkan ke dalam inkubator, suhu tubuh bayi itu kembali normal seperti sebelumnya," ujarnya. Editor : Latief [Non-text portions of this message have been removed]
