Siang Ini Jokowi Shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa
Oleh Ferdinand Waskita | 03 Agustus 2012

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan 
kembali memulai aktivitasnya di Jakarta. Dimulai dengan melaksanakan ibadah 
shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Jokowi juga akan memenuhi serangkaian 
kegiatan silaturahmi atas undangan warga Jakarta. 

Demikian salah satu agenda kegiatan Jokowi hari ini, yang disampaikan oleh Budi 
Purnomo Karjodihardjo, Koordinator Media Center Tim Kampanye Jokowi-Basuki di 
Jakarta, Jumat (3/82012).

Budi menambahkan, shalat Jumat di masjid ini bukan yang pertama kali, karena 
sebelumnya walikota Solo itu jg pernah melaksanakan ibadah shalat Jumat di 
masjid ini. "Waktu periode Putaran Pertama Pilkada DKI Jakarta alu, Pak Jokowi 
juga shalat Jumat di masjid ini," tambahnya. 

Agenda kegiatan Jokowi lainnya adalah memenuhi undangan silaturahmi dengan 
berbagai komunitas warga Jakarta, kemudian ngabuburit, dan akhirnya buka 
bersama dengan Ikatan Keluarga Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Jakarta 
di Jl. Simatupang.

Selain itu, Jokowi jg masih akan bersilaturahmi dengan warga Jakarta, yaitu 
dengan Komunitas Pengusaha Tahu di kawasan Tebet, dan sejumlah kegiatan lainnya 
hingga malam hari. "Kegiatan Jokowi hari ini cukup padat, kami mohon dukungan 
doa dan restu dari warga Jakarta agar semuanya berjalan baik dan lancar," kata 
Budi.

 

Ahok: Saya Cuma Modal Kartu Nama
Penulis : Joe Leribun | Jumat, 3 Agustus 2012 | 02:56 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi isu politik uang menjelang Pilkada DKI Jakarta 
putaran kedua, calon Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih 
akrab disapa Ahok mengaku lebih senang membagikan kartu nama kepada masyarakat. 

Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan kartu nama seorang calon pemimpin dari 
pada uang. Sebab kelak jika calon tersebut terpilih, maka masyarakat dapat 
menginformasikan kebutuhan atau sarannya kepada pemerintah. 

"Pilkada putaran pertama sudah buktikan bahwa uang bukan segalannya. Saya cuma 
modal kartu nama, walaupun dicibir sama ibu-ibu, mana uangnya, apa ini kertas 
doang. Saya bilang, setiap keluarga punya kesusahannya masing-masing, kalau 
saya terpilih nanti, yang ibu butuh nomor handphone saya. Tinggal sms aja," 
ujar Ahok saat ditemui pada sebuah acara diskusi di Gedung Bumi Asih Jaya, 
Jalan Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2012). 

Menurut Ahok, karakter utama seorang pemimpin adalah menjadi pelayan. Oleh 
karena itu, sangat penting bagi seorang pemimpin untuk benar-benar mengetahui 
kebutuhan masyarakatnya. "Saya berharap, cara saya ini (bagi-bagi kartu nama) 
diikuti oleh semua calon pemimpin di negeri ini. Siapapun yang mimpin, harus 
jadi pelayan," ungkap Ahok. 

Terkait manuver Rhoma Irama yang diduga melakukan kampanye hitam bermuatan SARA 
menjelang Pilkada DKI putaran kedua, Ahok mengaku kecewa dan menyayangkan hal 
tersebut. Akan tetapi, dia tetap mengapresiasi positif kinerja Panwaslu sejauh 
ini. 

"Kinerja Panwaslu baik, sampai-sampai tokoh idola saya sejak remaja, Bang Haji 
Rhoma Irama akan diperiksa," tuturnya. 

Editor :
Asep Candra


Karena Bang Rhoma, Ahok Tidak Begadang maupun Berjudi
Penulis : Adri Prima | Kamis, 2 Agustus 2012 | 23:22 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau yang 
lebih akrab disapa Ahok mengakui sangat mengidolakan penyanyi Rhoma Irama sejak 
ia duduk di bangku SMP. 

Bahkan, lagu "Begadang" merupakan salah satu lagu yang berpengaruh dalam 
hidupnya. 

"Saya tidak begadang dan tidak berjudi karena lagu itu," ujar Ahok saat ditemui 
pada sebuah acara diskusi di Gedung Bumi Asih Jaya, Jalan Matraman, Jakarta 
Pusat, Kamis (2/8/2012). 

Saat ditanya mengenai Panwaslu yang akan memeriksa sang idola, Ahok mengaku 
kecewa dan menyayangkan hal tersebut. Akan tetapi, dia tetap mengapresiasi 
positif kinerja Panwaslu sejauh ini. 

"Kinerja Panwaslu baik, sampai-sampai idola saya sejak remaja Bang Haji Rhoma 
Irama akan diperiksa," tuturnya. 

Sebelumnya, Rhoma diduga melakukan kampanye hitam bermuatan SARA terkait jelang 
Pilkada DKI putaran kedua. Dalam rekaman video kegiatan dia, dengan jelas Rhoma 
Irama membenarkan kampanye bermuatan SARA dengan dalih keterbukaan informasi. 

Editor :
Tri Wahono

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke