Ref: Kalau penyerangan terhadap kaum Siyah ini adalah kali pertama, maka tuan 
menteri ini bisa keras dan nyaring bersuara bahwa kasus Sampang tidak terkait 
isu agama, tetapi sudah beberapa kali mereka di serang. Bukankah sobatmu  
menteri agama mengatakan bahwa “pemerintah sejauh ini menganggap Syiah bukan 
bagian dari Islam. Dasarnya, menurut dia, Surat Keputusan Bersama Majelis Ulama 
Indonesia dan Kementerian Agama. Ia juga mengatakan Rapat Kerja Nasional MUI 
1984 merekomendasikan umat Islam agar waspada terhadap paham Syiah” 
(http://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/01/28/sikap-berbahaya-menteri-agama/ 
), jadi tuan menteri  kelihatan di mukamu bahwa kamu ngibul alias bohong.

http://nasional.kompas.com/read/2012/08/28/05523837/Mendagri.Kasus.Sampang.Bukan.Masalah.Agama

Mendagri: Kasus Sampang Bukan Masalah Agama
Selasa, 28 Agustus 2012 | 05:52 WIB 

Dibaca: 9752

Komentar: 73
KOMPAS/RIZA FATHONIMenteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi 
TERKAIT:
  a.. KH Hasyim Muzadi: Kekerasan di Sampang Harus Dihentikan 
  b.. Pembiaran Oleh Negara, Suburkan Kekerasan Atas Nama Agama 
  c.. Menag Akui Dialog Keagamaan Kurang Maksimal 
  d.. Polisi Tangkap 7 Tersangka Kasus Sampang, Satu Buron 
  e.. Kasus Sampang, Bukti Gagalnya Kepemimpinan di Madura 
SURABAYA, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan bahwa 
kerusuhan di Sampang, Madura, bukan masalah agama, melainkan masalah kriminal 
murni.

"Kejadian di Sampang merupakan kriminal murni dan konflik keluarga yang 
berkembang di masyarakat, bukan masalah Syiah maupun anti-Syiah," ujarnya 
kepada wartawan seusai menggelar rapat koordinasi tertutup di Gedung Negara 
Grahadi Surabaya, Senin (27/8/2012) malam.

Ia menjelaskan, kasus ini berawal dari permasalahan keluarga sejak 2004 hingga 
sekarang, yaitu antara Tajul Muluk dan Rois yang mempunyai masalah pribadi dan 
tersebar di masyarakat luas.

"Kebetulan keduanya berbeda aliran, satu Syiah dan satunya Sunni. Mereka juga 
memiliki anak buah banyak. Dari sinilah persoalannya, bahwa masalah awal bukan 
masalah agama, tapi pribadi yang dimiliki oleh kedua orang tersebut," tuturnya.

Mengantisipasi kasus ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Polri 
untuk segera menangkap para tersangka di Sampang. "Pasti polisi akan bersikap 
profesional menangani masalah ini. Serahkan semuanya ke kepolisian," papar 
mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut.

Terkait pengungsi Syiah, Gamawan Fauzi mengungkapkan akan ditangani Pemerintah 
Provinsi Jatim dan dibantu pemerintah pusat, mulai dari tempat tinggal hingga 
para anak-anak pengungsi, serta hak mendapatkan pendidikan layak.

Sementara itu, pertemuan digelar secara tertutup antara Gubernur Jatim beserta 
Forpimda dengan Gamawan Fauzi, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Menteri 
Agama Suryadharma Ali, Kepala BIN Letjen Marciano, Panglima TNI Laksamana Agus 
Suhartono, dan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam dan tertutup bagi wartawan. Hadir juga 
dalam pertemuan tersebut Kapoda Jatim Irjen Hadiatmoko, Pangdam V/Brawijaya 
Mayjen TNI Murdjito, Ketua DPRD Jatim Imam Sunardhi, beserta pejabat berwenang 
lainnya.

Seperti diberitakan, peristiwa penyerangan kelompok minoritas Islam Syiah di 
Desa Karang Gayam, Sampang, terjadi pada Minggu (26/8/2012) sekitar pukul 11.00 
WIB.

Kasus penyerangan kelompok Islam Syiah di Dusun Nanggernang itu kali ini 
merupakan kali kedua dalam dua tahun terakhir ini. 

Sumber :
ANT
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke