http://www.suarapembaruan.com/home/ternyata-masih-banyak-pasien-gizi-buruk-di-ntt/23534

Ternyata Masih Banyak Pasien Gizi Buruk di NTT
Rabu, 15 Agustus 2012 | 8:33

Balita gizi buruk[KUPANG] Pemerintah telah melakukan kebohongan publik dengan 
mengatakan bahwa tidak ada pasien gizi buruk di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Faktanya, sebanyak 11 pasien gizi buruk kini sedang dirawat secara intensif di 
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr W Z Johanes Kupang, NTT. 

Dari 11 orang anak yang mengalami gizi buruk itu, enam orang dari Kabupaten 
Kupang dan lima lainnya dari Kota Kupang. 

Anak-anak itu dirawat secara intensif diruangan Kenanga RSUD WZ Johanes Kupang. 

Mereka adalah Stefani (1,5) warga kelurahan Tarus Kabupaten Kupang, Marlin Kale 
Pao (1,6) warga Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak Kota Kupang, Alfian Bere (1) 
warga Labat Kelurahan Bakunase, Kota Kupang, Felipus Mulle (8,3) warga 
Kelurahan Batuplat Kota Kupang, Justin Adu (1) warga Kelurahan Maulafa, Kota 
Kupang. Jeriyanti Boimau (9) asal Kolbano, Yanti Naffi (12) Sulamu, Lucy 
Tudenga serta tiga orang lainnya, yang masih dirawat bersama di RSUD itu. 

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kupang, Damita Palalangan kepada wartawan di 
Kupang, Senin (14/8), membenarkan bahwa ada 11 orang anak penderita gizi buruk 
yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. 

“Ada sebelas orang anak yang menderita gizi buruk saat ini sedang kita rawat,” 
ungkap Damita. 

Damita, mengatakan 11 orang anak pasien gizi buruk tersebut berasal dari Kota 
Kupang dan Kabupaten Kupang dan semuanya berobat dengan menggunakan Jamkesmas. 

“Perawatan kita telah melakukan kepada sebelas pasien gizi buruk dan kondisi 
mereka saat ini sudah membaik,” jelas Damita seraya menambahkan, kita juga 
melakukan sosialisasi tentang penanganan gizi buruk dilakukan kepada pasien. 

Masalah gizi buruk itu terjadi karena kekurangan gizi. Masalah gizi itu berarti 
kurang makan makanan yang bergizi. Dan kekurangan makanan itu bukan tanggung 
jawab dokter. 

Dokter tugasnya hanya mengurus pasien yang sakit, dan melakukan sosialisasi 
penanganan gizi buruk dan penyakit lainnya kepada masyarakat. 

Berita tentang gizi buruk itupun sempat membuat heboh warga Kota Kupang, karena 
selama ini masalah gizi buruk sempat hilang. Saat ini muncul 11 orang pasien 
dirawat secara bersama di RSUD Kupang yang membuat gempar. 

Hal itu menunjukan bahwa ada kekurangan makanan pada warga masyarakat yang 
belum diteksi secara baik oleh pemerintah daerah. [YOS/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke