Polri Akan Tindak Tegas Provokator SARA Pilkada Jakarta http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/16828-polri-akan-tindak-tegas-provokator-sara-pilkada-jakarta
Jakarta - Menjelang putaran kedua pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) DKI Jakarta, Polri menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang menggunakan isu SARA untuk mengacaukan pesta demokrasi itu. Keterangan tersebut ditegaskan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Senin (27/8). "Kepolisian akan memberikan pengamanan Pilkada, dalam hal ini, diserahkan ke Polda dibantu Mabes Polri. Kalau ada pihak menghasut atau provokator, kepolisian akan lakukun penyelidikan dan penyidikan sesuai hukum yang berlaku," tegas Boy. Menurutnya, isu SARA tidak boleh dipelihara karena akan mengakibatkan konflik terbuka. Harusnya, pesta demokrasi warga DKI Jakarta ini tidak dikotori isu-isu seperti itu. "Tentu tidak boleh dipelihara di masyarakat, karena bisa konflik terbuka. Masyarakat DKI sebentar lagi Pilkada, hendaknya Pilkada, pesta demokrasi tidak dikotori dengan melanggar hukum, tapi seharusnya dilandasi pemenuhan hak-hak masyarakat secara adil," paparnya. Ditegaskan, demokrasi merupakan bagian sangat penting dan jangan biarkan isu-isu yang merugikan dapat memprovokasi masyarakat. "Jangan terprovokasi, karena isu sara sensitif sekali. Soal isu sara lewat selebaran, masyarakat bisa melaporkan," pungkasnya. Seperti diketahui, jelang Pilkada DKI Jakarta, berbagai isu SARA dihembuskan sejumlah orang atau pihak yang tak bertanggung jawab, di antaranya, video berdurasi dua menit bermuatan SARA bertitel "Koboy Cina" yang sempat beredar di laman Youtube. Tayangan video itu meminta kelompok masyarakat etnis Tionghoa tidak ikut serta pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012. Seseorang yang menutup wajahnya, mengancam akan membuat kerusuhan seperti tahun 1998, jika etnis Tionghoa ikut serta dalam Pilkada. Video tersebut kini sudah diblokir di Youtube. Kini, Polda Metro Jaya tengah memburu penggunggah video tersebut yang sempat beredar di situs jejaring sosial Youtube beberapa waktu lalu itu. Meski masih dalam proses penyelidikan, aparat menduga, hal itu sengaja dilakukan pengunggah untuk memperkeruh suasana di Jakarta. [IS]
