http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/08/30/m9k22i-waspadai-sembilan-keturunan-setan

Waspadai Sembilan Keturunan Setan
Kamis, 30 Agustus 2012, 13:30 WIB
 
Ilustrasi
Oleh: Ina Salma Febriani

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat 
dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” 
(Al-Baqarah: 169).

Setan, makhluk yang sungguh menggemaskan—beragam cara mereka gunakan untuk 
menggelincirkan manusia. Tak hanya itu, setan juga selalu berusaha tak kenal 
lelah dan putus asa untuk menjauhkan kita dari ibadah maupun menjadikan manusia 
durhaka pada Allah. 

Karena memang sifatnya yang pembangkang, tugas setan jelas, mencari 
sebanyak-banyaknya teman untuk menemani mereka di neraka kelak. Misi setan 
sudah jelas bagi kita semua, menggangu, menggoda, datang dari arah manapun, dan 
menggelincirkan manusia seluruhnya agar makin jauh dengan Allah SWT. Nabi Adam 
pun pernah digoda hingga beliau melakukan apa yang dilarang Allah. Berbagai 
cara setan menjatuhkan manusia ke dalam lubang kehinaan. 

Karena busuknya metode setan dalam menenggelamkan manusia ke lembah kekufuran 
itulah, Rasulullah SAW bersabda, “Anak keturunan setan ada sembilan, yaitu 
Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan, Haffaf, Murrah, Masuth, Dasim, dan Walhan.”

Adapun setan Zalitun ialah setan yang bertugas menggoda penghuni pasar dalam 
transaksi jual beli dengan menyuruh untuk melakukan kedustaan, penipuan, 
memuji-muji barang dagangan, mencuri timbangan dan bersumpah palsu. 

Kedua, setan Watsin bertugas menggoda manusia yang tertimpa musibah agar tidak 
bersabar sehingga yang sebagian dari mereka yang berhasil digelincirkan setan 
berteriak histeris, menampar-nampar pipi dan sebagainya. Rasulullah SAW 
bersabda, “Sesungguhnya aku putus hubungan dengan orang-orang yang 
menjerit-jerit ketika kematian, mencukur rambut di kepalanya, atau bahkan 
merobek-robek bajunya ketika tertimpa musibah.” (HR. Bukhari Muslim). 

Ketiga, setan A’wan—mereka bertugas menggoda para penguasa untuk berbuat zalim. 
Jabatan terkadang membuat seseorang lupa diri bahwa semua perbuatan kelak akan 
dimintai pertanggungjawaban di hadapan pengadilan Allah SWT kelak. Cerminan 
penguasa zalim telah Allah contohkan dalam sosok yang sangat fenomenal, Firaun. 

Keempat, setan Haffaf, yakni setan yang bertugas membujuk dan menggoda orang 
untuk menenggak minuman keras. Kelima, setan Murrah bertugas menggoda orang 
agar asyik bermain seruling atau alat musik berikut nyanyiannya. 

Sebagai manusia, kita memang butuh hiburan. Namun, hiburan dalam Islam tentu 
sudah diatur dengan baik dan tidak berlebihan. Artinya, jangan sampai bermain 
musik menjadi prioritas utama kita sebagai manusia. Tugas manusia ialah ibadah. 
(QS. Adz-Dzariyat: 56). 

Keenam, Setan Laqus bertugas menggoda untuk menyembah api. Menyembah api, atau 
apa pun selain Allah adalah salah satu bentuk kemusyrikan. Ketujuh, setan 
Masuth, menggoda manusia untuk menyebarkan berita-berita dusta lewat lisan 
manusia sehingga sulit ditemukan berita yang sebenarnya. 

Kedelapan, setan Dasim, setan yang berada dalam rumah. Jika seseorang tidak 
mengucapkan salam sewaktu memasuki rumah dan tidak pernah menyebut asma Allah 
di dalamnya, maka setan akan mengadakan perselisihan di antara anggota keluarga 
sehingga akan terjadi talak, khulu, maupun tindak kekerasan. 

Terakhir, setan Walhan, bertugas menggoda manusia dalam beribadah seperti 
berwudhu, shalat, dan ibadah-ibadah lain. Setan Walhan, menurut riwayat lain 
tugas utamanya adalah menggoda manusia saat berwudhu untuk boros dalam 
menggunakan air. Padahal sudah jelas bagi kita, perilaku boros dalam berwudhu 
ialah salah satu makruh wudhu. 

Kami berlindung pada-Mu ya Allah, dari godaan setan yang terkutuk. Wallahu 
a’lam bish shawwab.





Redaktur: Chairul Akhmad

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke