http://arrahmah.com/read/2012/08/30/22789-ustadz-abu-bakar-baasyir-tanggapi-surat-balasan-pemerintah-myanmar.html#

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir tanggapi surat balasan pemerintah Myanmar
Bilal

Kamis, 30 Agustus 2012 15:07:42

 
JAKARTA (Arrahmah.com) - Amir Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT) ustadz Abu Bakar 
Ba'asyir menyampaikan tanggapannya tentang balasan surat dari Kedubes Myanmar, 
tanggapan tersebut ia sampaikan ditengah kunjungan dari tamu-tamunya di rumah 
tahanan bareskrim Mabes Polri.

"Silahkan para ulama'/tokoh ummat Islam/ummat Islam menanggapi surat ini. Saya 
melihat ada ketidak benaran dalam surat ini. kumpulkan bukti-buktinya dan 
supaya ada tanggapan dan tindak lanjut kepada pemerintah Myanmar," ujar ustadz 
Ba'asyir pada hari selasa kemarin (28/8/2012), Jakarta seperti dilansir akun 
facebook ustadz Hasyim Abdullah.

Dalam kesempatan itu ustadz Abu, begitu sapaan akrabnya, dibesuk oleh istrunya 
Ummi 'Aisyah, anggota tim TAABB/TPM (Tim Pembela Muslim). Diantaranya 
Mahendradatta, MH., Ahmad Michdan, SH., Luthfi Hakim, SH., Munarman, SH., 
Hariadi Nasution, MH..

"Serta ustadz Al-Khathath, ustadz Sonhadi, dan ikhwan-ikhwan dari Pamulang, 
Bekasi, Jakarta," ujar ustadz Hasyim.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, ustadz Abu Bakar Ba'asyir mengirimkan surat 
kepada pemerintah Myanmar atas terjadinya genosida muslim Rohingya di Arakan.

Dalam Surat tersebut ustadz Abu mengecam genosida muslim Myanmar dan meminta 
pemerintah Myanmar untuk menghentikan kezhaliman dan diskriminasi atas muslim 
Rohingya.

Adapun isi surat balasan dari keduabes Myanmar setelah diterjemahkan 
selengkapnya sebagai berikut .

Bapak Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.
Rumah tahanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Jakarta.
Perihal : Situasi di Negara Bagian Rakhine.

Yang Terhormat.

Atas nama Duta Besar Republik Persatuan Myanmar, Saya mendapat kehormatan untuk 
menerima surat anda pada tanggal.22 juli 2012 yang ditujukan kepada H.E.U Thein 
sein. Presiden Republik Persatuan Myanmar
dan ingin memberitahu bahwa hal tersebut akan dikirim sesuai dengan tujuannya.

Kami memahami perasaan dan keperdulian anda atas peristiwa yang belakangan ini 
terjadi di Rakhine, Myanmar yang disebabkan oleh berita berita yang berlebihan 
dan dibuat buat maupun informasi yang diterima dari pihak pihak yang berbeda 
dan dari berbagai sumber media. Walupun hal ini terlihat seperti konflik antara 
dua agama seperti yang digambarkan oleh beberapa sumber, yang sesungguhnya 
tidak benar.

Presiden Republik Indonesia. Dr.Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan dengan 
benar dalam konferensi persnya pada hari sabtu 4 agustus 2012 bahwa konflik 
Rakhine - Rohingya adalah konflik umum, bukan agama. "Kebetulan suku Rohingya 
adalah muslim dan suku Rakhine beragama buddha".

Dalam hubungan ini, Kami ingin meyakinkan anda bahwa peristiwa yang ahìr ahìr 
ini terjadi di negara bagian Rakhine bukan disebabkan oleh penindasan agama 
ataupun diskriminasi. Itu hanya konflik Komunal/umum.

Sejak awal kekerasan, pemerintah telah mengambil langkah langkah yang 
diperlukan untuk segera memulihkan stabilitas di tempat tempat dimana kerusuhan 
terjadi di negara bagian Rakhine. 16 anggota Komite investigasi telah dibentuk 
pada tanggal 6 juni 2012 agar membongkar kebenaran untuk mengambil tindakan 
hukum terhadap para pelaku kejahatan yang terlibat dalam pelanggaran hukum dan 
tindakan anarkis dalam peristiwa tersebut. Pada waktu yang bersamaan, 
pemerintah mengambil tindakan berdasarkan undang undang yang berlaku untuk 
memastikan supaya fenomena tersebut tidak terulang kembali.

Pemerintah juga bekerjasama penuh dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, 
partai politik dan organisasi sosial untuk mengatasi isu isu tersebut.

Demikian pula, pemerintah telah bekerjasama dengan instansi Perserikatan Bangsa 
bangsa dan INGO (Organisasi Non Pemerintahan Internasional) untuk bantuan, 
rehabilitasi dan rekostruksi untuk para korban dari kedua komunitas dengan cara 
yang non diskriminatif dan transparan.

Kami juga akan meneruskan kepada anda salinan dari siaran pers yang dikeluarkan 
pada tanggal 30 juli 2012 oleh kementrian luar negeri Myanmar kepada negara 
bagian Rakhine untuk anda baca teliti dengan jelas.

Atas pengertian dan dukungan terhadap proses rekonsiliasi Myanmar dalam masalah 
ini, Kami ucapkan terimakasìh.

Hormat Kami.

Pyi Soe

Duta Besar.

(bilal/arrahmah.com)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke