Booming Wisata di Yogyakarta http://www.gatra.com/nusantara/jawa/16512-booming-wisata-di-yogyakarta Tuesday, 21 August 2012 10:19
Wisata di Parangtritis (Foto Gatranews/Heru Pamuji) Musim liburan hari raya Idul Fitri, Yogyakarta masih menjadi primadona masyarakat Indonesia untuk mengisi liburan. Dari pantauan Gatranews, sejumlah objek wisata favorit, seperti Malioboro, Kraton Yogyakarta, kebun binatang Gembira loka, Taman Pintar, Benteng Vredeburg, penuh sesak didatangi wisatawan. Selain di Kota Yogyakarta, objek wisata lain yang diserbu pengunjung adalah Pantai Parangtritis, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan. Pantai Parangtritis yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi tujuan objek wisata favorit saat libur Lebaran 2012 ini. Sekitar 21.000 orang wisatawan dari berbagai daerah tumplek blek di Pantai Nyai Roro Kidul itu pada hari ketiga Lebaran. “Kami mencatat jumlah pengunjung sampai sekitar pukul 19.00 WIB, mencapai sekitar 21.000 orang,” kata Subkoordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Sumanto di Bantul, Selasa (21/8/2012). Menurutnya, jumlah wisatawan tersebut sudah termasuk kunjungan ke objek wisata pantai Depok di sebelah barat Pantai Parangtritis, retribusi pengunjung merupakan satu paket di dua objek wisata itu. “Kemungkinan jumlah pengunjung masih bisa bertambah hingga malam hari nanti. Kami perkirakan ada penambahan sekitar 1.000 orang, karena biasanya rombongan bus masuk malam hari,” ujar Sumanto. Jumlah kunjungan mulai Senin (20/8/2012) kemarin melonjak drastis hingga 500 persen jika dibandingkan dengan kunjungan pada hari pertama Lebaran atau Minggu (19/8/2012) lalu, yang dikunjungi 5.200 wisatawan. “Kalau hari Minggu lalu masih dimanfaatkan masyarakat untuk syawalan dan bersilaturahmi bersama keluarga, memang ada pengunjung yang datang tapi sebagian besar mulai terlihat siang hari,” tuturnya. Sumanto memperkirakan dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak itu setidaknya dapat diperoleh pendapatan dari penarikan retribusi sebesar Rp80 juta, namun diperkirakan bisa bertambah. Sumanto memaparkan, kendaraan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Parangtritis didominasi plat luar DIY, seperti B (Jakarta), L (Surabaya) dan H (Semarang) untuk roda empat, sedangkan roda dua sebagian plat AB. Maklum, objek wisata Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu tempat favorit masyarakat seluruh Indonesia untukj menghabiskan libur lebaran. Menurut dia, jumlah wisatawan tersebut sudah termasuk kunjungan ke objek wisata pantai Depok di sebelah barat Pantai Parantritis, retribusi pengunjung merupakan satu paket di dua objek wisata itu. "Kemungkinan jumlah pengunjung masih bisa bertambah hingga malam hari nanti. Kami perkirakan ada penambahan sekitar 1.000 orang, karena biasanya rombongan bus masuk malam hari," katanya. Selain Pantai Parangtritis, obyek wisata di kawasan candi Prambanan juga panen pengunjung. Candi yang juga dikenal juga dikenal dengan nama Candi Rara Jonggrang itu merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi Prambanan termasuk dalam situs Warisan Dunia UNESCO. Candi Prambanan menghadirkan panorama kemegahan mahakarya masa keemasan kerajaan Indonesia berupa Candi Prambanan. Selain itu, di lokasi candi juga menghadirkan keindahan alam yang sejuk nan indah. Akibat dari padatnya pengunjung, tak pelak menyebabkan kemacetan, seperti Simpang 3 Prambanan, yang terpantau dari segala penjuru mengalami kepadatan, pada Selasa (21/8/2012). Begitu pula arus lalin di Tempel Jogja mengarah Klaten atau sebaliknya padat merayap. Sejumlah kantong parkir padat oleh kendaraan. Terlihat dari nomor polisi kendaraan, pengunjung tidak hanya berasal dari masyarakat lokal namun juga dari luar Yogyakarta seperti Jakarta dan Bandung. Dwiyanto, warga Jakarta, situs sejarah itu lantaran menjadi kekayaan heritage Indonesia yang tak ternilai harganya. “Hanya saat lebaran kami memiliki kesempatan mengunjungi objek wisata sejarah di Yogyakarta," katanya kepada Gatranews. Kekayaan budaya memang menjadi unggulan Yogyakarta untuk menjaring wisatawan. Kekayaan yang juga menjadi heritage Indonesia, yang harus dilestarikan sampai akhir jaman. (HP) [Non-text portions of this message have been removed]
