Pemerintah Harus Serius Atasi Anarkisme Yang Makin Marak
http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/pemerintah-harus-serius-atasi-anarkisme-yang-makin-marak/23681

Selasa, 21 Agustus 2012 | 20:43

Eva Kusuma Sundari. [Antara][JAKARTA] Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
(PDI-P) mengecam aksi massa yg menyerang Tarekat At Tijaniyah Mutlak, di 
Kampung Cisalopa, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) pada Hari Lebaran, yang 
menewaskan empat korban. 

Menurut anggota Komisi III DPR RI dari FPDI-P, Eva Kusuma Sundari, pemerintah 
harus serius mengatasi tindakan anarkismme yang semakin marak dilakukan massa 
maupun organisasi masyarakat (ormas). 

Dia mengatakan, kehadiran provokator di tengah masyarakat seharusnya sudah 
diantisipasi kepolisian setempat, sehingga insiden penyerangan Tarekat At 
Tijaniyah Mutlak dapat dihindarkan. 

"Polri sepatutnya memprioritaskan pengawasan dan deteksi dini potensi konflik 
di Jabar sebagai propinsi yang frekuensi kekerasan anarkis berlatar belakang 
agama paling tinggi di Indonesia, sehingga kasus seperti ini tak terjadi dan 
menyebabkan korban jiwa," kata Eva, dalam siaran pers yang diterima SP, Selasa 
(21/8).

Dia menegaskan, PDI-P juga sangat memprihatinkan makin gampangnya masa tersulut 
gosip dan makin permisifnya masyarakat terhadap kekerasan atau main hakim 
sendiri, sehingga berdampak pada penghilangan nyawa.

Eva menilai, keberadaan aliran-aliran yang tidak mainstream sepatutnya menjadi 
perhatian pembinaan Ormas besar seperti Nadhatul Ulama (NU) dan Muhammdiyah 
agar membina komunikasi (tobbayun) sehingga dapat menghindarkan keberadaan 
mereka menjadi sasaran kelompok garis keras yang melihat persoalan dari 
kacamata kuda. 

"Insiden ini juga menjadi sinyal adanya hubungan yang berjarak antara pimpinan 
agama dan umat sehingga rentan disabot oleh kelompok-kelompok anarkis," ujar 
Eva. 

Selain meminta penegakkan hukum atas insiden tersebut, PDI-P juga meminta 
Menkopolhukam menyikapi serius dengan membuat kebijakan dan tindakan khusus 
atas keberadaan ormas-ormas yang sering bertindak sebagai provokator tindakan 
anarkisme. 

"PDI-P berharap trend atau kecenderungan tindakan anarkisme berlatar belakang 
agama segera dihentikan sehingga tidak menodai upaya membangun RI yang 
demokratis berdasar Pancasila dan sejalan dengan nilai-nilai Islam yang 
moderat," kata Eva. [J-9]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke