To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], *LEADERSHIP62* <[email protected]>, [email protected] , [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], *[email protected]*, [email protected], *Persaudaraan **<* [email protected]>, [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] ,[email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], * [email protected]*, [email protected], [email protected], *IES* < [email protected]> *UNPAR* <[email protected]>, [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], , [email protected], [email protected], Hhutauruk,, Liza, Sisca, Basuki Tjahaja Purnama < [email protected]>, * * * * 22 Agustus 2012 *Solusi Labilitas Lahan Hambalang Sport Center ~ penawaran konsep* *Salam * *Mungkin karena aktivitas yang sangat padat, Elsha belakangan sempat kurang fit. Beberapa hari, terutama karena suster cuti lebaran, kami menemani apoh membantu okung di kota Bogor.Hari ini setelah cukup istirahat, keadaan Elsha sudah kembali pulih. * *Walau sedikit terlambat, saya bersama keluarga, yang juga ikut mewakili umat beragama secara umum serta umat Kristiani khususnya, mengucapkan salam berbahagia pada Hari Raya Lebaran 1433 Hijriah. Dalam suasana kemenangan atas nafsu dosa di hari yang fitri, mari kita saling memaafkan serta saling membangun demi kebaikan bersama. Amin. * *Terima kasih kepada bapak Presiden SBY, karena menyambut peringatan proklamasi kemerdekaan, seperrti kesempatan yang kami dapatkan selama 7 tahun ini, keluarga kami kembali berkesempatan mengikuti upacara bendera di istana negara. Upacara kenegaraan yang kami ikuti di sore hari ini, terasa lebih nyaman bagi ke2 putri kami karena lebih singkat dan teduh. Saat penurunan bendera, sambil menggendong Elsha dan Dona, saya dan bu Ansye memberi hormat bendera sambil menyenandungkan Indonesia Raya dengan rasa bangga. Sementara para pengunjung terkesan lemas menjelang saat berbuka puasa, nyanyian serta sikap hormat kami seakan menghadirkan semangat baru kepada rekan undangan di dekat kami. Lebih dari itu, selain Elsha yang amat bangga dengan sikap holmat bendela sambil menyanyi Indonesia Laya, kepada segenap saudara-saudarku yang bernaung di bawah kibaran Sang Merah Putih, saya ucapkan salam Dirgahayu Kejayaan Indonesia yang ke 67: Sekali Merdeka: Tetap Merdeka!* ** *1. Tayangan Dua Kasus Proyek Tertunda dari Metro TV* Awal Juni lalu, kebetulan saya menyaksikan paket Metro TV yang mengungkapkan 2 proyek yang mengalami masalah teknis sehingga pekerjaannya ditunda. Pada sesi pertama, disajikan dampak pengeboran PT Lapindo-Brantas yang sudah beberapa tahun berbagi kelimpahan produk, bahkan hingga menenggelamkan beberapa ruas jalan tol, beberapa hektar areal industri serta sejumlah desa pemukiman penduduk di Sidoarjo- Jawa Timur. Sejalan dengan prestasi itu, belakangan direktur PT. Lapindo Brantas terpilih dan kini menjabat sebagai bupati Sidoarjo. Ditayangkan penderitaan serta protes masyarakat yang terkesan tidak efek apa-apa. Dalam tayangan perspektif udara, diantara genangan lumpur, tampak kepulan asap yang dikelilingi 1 atau 2 garis berbentuk lingkaran. Saya duga garis lingkaran itu adalah bekas tanggul yang sempat dibangun untuk menghambat luapan lumpur panas. Walau keberadaan tanggul itu terkesan tidak efektif menghambat luapan, lingkaran itu menunjukkan pusat kebocoran perut bumi yang bisa membantu kita menentukan lokasi kerak bumi yang dirusakkan dan perlu disumbat. Pada sesi kedua, ditayangkan Proyek Hambalang Sport Center yang ditunda. Dari kamera dari posisi ketinggian di luar pagar proyek, tampak beberapa area tanah pada lokasi bangunan mengalami kelongsoran. Beberapa pondasi yang seharusnya menjadi tumpuan beban konstruksi tampak menggantung. Kondisi mengambang menunjukkan bahwa pondasi justru membebani konstruksi bangunan. Dari tayangan, tampak ringkihnya konstruksi bangunan yang nyaris patah dan runtuh. Menyaksikan tayangan itu, saya membayangkan metode penyelamatan bangunan yang memerlukan kehati-hatian serta ketelitian tinggi. Untuk menyelamatkan konstruksi dimana tanah tumpuannya turun sedemikian dalam, diperlukan upaya mengurangi beban dengan memotong dan mencopot komponen yang terlanjur turun/ mengambang, menyiapkan landasan yang lebih solid untuk tumpuan bagi pondasi, merevisi pondasi serta menyambung dan menggabungkan kembali komponen konstruksi yang sudah dipotong-potong tadi. (Walau sedikit repot, saya seakan tertantang dan bergairah untuk mengerjakan pekerjaan yang sering dianggap rumit seperti itu) Dalam perspektif *T*ujuan, *D*ampak serta *T*anggungjawab pelaksanaan dua proyek yang ditunda itu terdapat perbedaan signifikan. Tujuan proyek pengeboran PT Lapindo Brantas adalah untuk mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya. Karena melimpahnya produksi (dimana kandungan emas, mineral, minyak, air, kalorinya ) yang dianggap memiliki nilai ekonomi terlalu murah, lumpur panas itu dikontribusikan kepada masyarakat serta lingkungan sekitar dengan metode yang melanggar HAM serta merusak ekosistem. Secara prinsipal gagasan Sport Center di puncak gunung Hambalang yang berlokasi dalam lingkungan hijau Jabodetabek ini cukup kreatif. Sementara lokasi Jakarta sudah sangat sempit dengan udara panas serta kadar polusi knalpot sangat tinggi, sedangkan puncak gunung Hambalang yang belum berkembang itu memiliki udara bersih serta view yang sangat indah, pembangunan Sport Center disitu sangatlah ideal. Seandainya proyek ini berhasil, saya percaya bukan hanya meningkatkan prestasi olah raga Indonesia, namun juga ikut memajukan perekonomian masyarakat kecamatan di sekitarnya. Lebih dari itu, walau pada proyek awal direncanakan hanya untuk menampung 600 siswa terbaik Indonesia, saya berpendapat jumlah ini perlu digandakan beberapa kali lipat agar bisa memadai pembinaan para atlit Indonesia, putra-putri pilihan terbaik yang mewakili 270 juta orang dari bangsa yang besar ini. Adapun 32 hektar lahan yang digunakan berasal dari pengembalian kepada negara atas hak pengelolaan lahan yang terbengkalai yang dulu dipegang oleh keluarga pak Harto. Seandainya lahan demikian luas masih ada di Jakarta dan masih bisa dibeli dengan harga Rp 10jt/m2, untuk pemerintah harus mengeluarkan dana sebesar 320.000x10jt= Rp3,2 Triyun hanya untuk lahan saja. Untuk pelaksanaan mega-proyek yang memilik tujuan konstruktif senilai 1,2 Trilyun itu, walau sempat terjadi masalah kelongsoran, hingga kini masyarakat sekitarnya tidaklah dirugikan (bahkan ikut diuntungkan) berkat kehadiran proyek itu. * * *2. **Survey ke Lokasi Proyek Sport Center di Puncak Gunung Hambalang* Dalam surat 15 Juni 2012 kepada presiden SBY, selain memohonkan perhatian Pemerintah atas kejanggalan DPT DKI, saya mengatakan bahwa dalam waktu dekat saya akan membantu menangani masalah lokal sederhana dan mencari kesempatan luang untuk merancang terobosan juga membantu mengatasi krisis di luar negri. Walau belum menyebutkan secara spesifik, saat itu saya merencanakan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi Proyek Hambalang Sport Center dan terobosan solusi untuk mengatasi krisis ekonomi di Eropa dan di Amerika. Sejak kecil hingga kuliah, ayah kadang mengajak saya bertamasya menjala ikan sambil menelusuri sungai atau mengendarai truk jadul ataupun jeep Gaz (Russia) pergi ke gunung Hambalang. Dulu toko kami sering melayani pesanan bahan bangunan bagi pabrik bata-press di kawasan PT Cipendawa di gunung Hambalang. Saya ingat jika makan bekal nasi di kebun tepi sungai dengan lalap sambal serta ikan asin, rasanya nikmat sekali. Dulu dari jendela rumah, kami bisa memandangi gunung Hambalang dengan bentuknya yang khas. Namun sejak dibangun pasar di belakang rumah, saya harus naik ke lantai atap untuk memandangi gunung Hambalang. Sabtu pagi 16 Juni, dengan berbekal timbel saya mengajak keluarga, Firma dan Udin (pengasuh& kenek asal Hambalang) mengunjungi proyek itu. Setelah melakukan sejumlah pemotretan dari luar pagar, saya memarkir mobil dekat pintu gerbang. Melalui gerbang yang tidak terkunci itu, saya menemui petugas penjaga. Kepada petugas security saya katakan bahwa saya bermaksud untuk membantu pemerintah untuk mengatasi kelongsoran lahan pada proyek tersebut. Sementara belum mendapatkan respons yang mungkin agak lama, kemarin saya sudah menyampaikan kepada bapak Presiden rencana untuk membantu mengatasi masalah proyek ini. Walau tampak heran, petugas itu kemudian meminta saya menemui pak Bunyamin, kepala security di situ. Mungkin karena melihat kejujuran serta sikap yang super pede akan kemampuan teknis, pak Bunyamin mau menjelaskan masalah teknis serta menyuruh salah seorang anak buahnya mengantar kami ke lokasi. Lebih dari yang saya harapkan, beliau juga menyarankan saya beserta keluarga mengendarai mobil yang akan dipandu oleh motor salah seorang anak buahnya. Kepada Udin yang memang sudah turun, saya bilang: Maneh antosan di pos wae, didieu sareng bapa sekuriti Namun pak Bunyamin juga menyarankan Udin juga boleh ikut dalam mobil ke lokasi bermasalah dalam proyek seluas 32 ha itu. Sebelum meninggalkan pos jaga, pak Bunyamin menanyakan apakah saya membawa kamera. Saya jawab bahwa benar saya membawanya. Ketika saya tanyakan apakah saya tidak diizinkan mengambil gambar ataupun membawa kamera, setelah berpikir sejenak beliau mengatakan bahwa saya diizinkan membawa kamera dan mengambil gambar yang saya perlukan. (Wow..! Sementara para wartawan tidak diizinkan masuk, hanya dengan bekal kejujuran serta sangat percaya diri, tanpa menunjukkan kartu identitas maupun tanda kepresidenan, sedemikian mudah saya memperoleh kepercayaan ). Adapun lokasi proyek sport center itu terletak hanya beberapa ratus meter dari puncak gunung Hambalang. Proyek itu dibangun dilereng puncak gunung yang cukup terjal dengan view terbuka yang indah, bahkan ada lokasi yang memiliki kemiringan hampir 45 derajat. Walau pembangunan baru sekitar 50% selesai, sudah tampak kemegahan kompleks olah raga itu. Jika dibandingkan dengan kinerja pak Fauzy Bowo bagi proyek normalisasi 13 sungai Jakarta (yang saya duga proyek fiktif), saya pastikan (di luar masalah labilitas lahan), proyek sport center ini memang sungguh eksist dan cukup berkwalitas. Setiba di lokasi longsoran, saya menyaksikan tanah anjlok yang turun hingga 8 meter karena longsor. Tampak pula sedikit serakan puing bangunan yang masih tersisa. Menjawab pertanyaan-pertanyaan, para petugas menjelaskan bahwa terdapat 3 lokasi yang mengalami kelongsoran, yaitu pondasi genset serta 2 lapangan indoor untuk badminton dan sepak takraw. Rupanya untuk mencegah penurunan tanah yang lebih parah, bangunan bermasalah itu sudah dihancurkan, sedangkan puing-puingnya sudah diangkut ke tempat yang aman. Menyaksikan situasi yang terkesan sudah terkendali, saya katakan bahwa dengan dibongkarnya bangunan yang pondasinya menggantung itu, pembangunan pondasi baru (untuk genset dan lapangan indoor) bisa dilanjutkan dengan posisi baru yang beberapa meter lebih rendah dari posisi semula. Ketika masih berada di lokasi proyek, saya menduga bahwa berkat kerelaan pemerintah untuk mengorbankan bangunan kritis, masalah sudah tuntas. Sambil meneruskan pengambilan beberapa foto konstruksi dan lingkungannya, kami kembali ke pos jaga. Diperjalanan kembali ke pos jaga, saya dicegat oleh seorang dari pihak pemborong yang dengan curiga menanyakan apakah saya seorang wartawan. Saya katakan bahwa saya adalah seorang pengelola toko yang memiliki tujuan konstruktif untuk menyampaikan proposal solusi kepada Presiden. Sebelum pamit, saya sempat ngobrol dengan pak Bunyamin yang merasa heran kalo saya*bisa berbahasa Sunda *. Rupanya beliau adalah salah seorang pelanggan toko kami. Beliau juga mengenal ayah dan almarhum paman (yang gemar berburu celeng) yang dulu sangat akrab dan dikenal penduduk Hambalang. Dalam pejalanan pulang, saya menghentikan mobil di tepi jalan yang teduh untuk menikmati acara puncak dengan menyantap nasi timbel nostalgia. Setelah puas menghabiskan 3 bungkus nasi timbel, saya mengobrol dengan 2 penduduk yang sedang mengangkuti rabuk. Mereka mengatakan bahwa tanah disitu sebenarnya bersifat rapuh karena kemungkinan di lapisan bawah tanah terdapat aliran lumpur. Dari situ saya simpulkan bahwa rupanya kelongsoran itu bukan hanya terjadi 1x (belakangan saya ketahui bahwa saat itu sudah 3x terjadi longsoran). Itu berarti solusinya tidaklah sesederhana, karena seandainya tidak ditangani secara hati-hati, kelongsoran itu akan semakin berlanjut dan meluas yang bahkan mengancam ekosistem hingga daerah aliran sungai. Menimpali ucapan bahwa seingat saya tanah di gunung Hambalang dulu adalah milik pak Probosutedjo, bapak itu menjawab bahwa daerah tersebut sebelumnya adalah milik pak Tommy Soeharto yang sudah dikembalikan kepada Pemerintah. Sambil memikirkan masukkan informasi yang disampaikan, menganalisa penyebab teknis serta memikirkan alternatif solusi, seperti biasa kami sekeluarga pulang ke toko sambil menyanyi-nyanyi. * * *3. **Menawarkan Konsep Solusi Labilitas Lahan Hambalang Sport Center* Saya bersyukur karena pada akhirnya, menggelembungnya DPT tidak sampai mengganggu Pilkada-1 DKI. Total peserta Pilkada-1 di bawah (hanya 76% dari) jumlah pemegang e-KTP DKI. Lebih dari itu, calon yang saya akan dukung berhasil masuk babak final dalam Pilkada-2 ke DKI. Setelah melepas ketegangan pasca focus Pilkada-1, tanggal 2 Agustus yang baru lalu, saya menyampaikan surat penawaran kepada presiden SBY dan kepada menpora Andi Malaranggeng mengenai Konsep Solusi Labilitas Lahan Hambalang Sport Center. Senin sore dan Selasa sore sementara menuliskan draft surat ini, kabupaten Bogor dilanda hujan awal yang deras. Dalam kecemasan saya senantiasa berdoa agar hujan tidak menimbulkan longsoran baru di area Hambalang Sport Center. Selasa pagi kemarin, saya kembali menghubungi pak Bunyamin. Saya bersyukur bahwa selain masih mengenal saya, beliau mengatakan bahwa tidak terjadi longsoran baru sejak kunjungan kami Juni yang lalu. Dalam dukungan serta kesiapan membantu saya, pak Bunyamin mengatakan bahwa memang seharusnya proyek itu diteruskan, karena sudah begitu banyak dana yang dikeluarkan. *4. **Diskusi Rencana Proposal Konsep dengan staff Menpora* Setelah diskusi dengan pak Bunyamin di proyek Hambalang, 2 Agustus juga sempat berdiskusi dengan pak Surojo di kantor Kemenpora. 15 Agustus lalu, saya juga diterima oleh pak Heru (Deputi 5/ Kemenpora). Kepada pak Heru, saya menjelaskan mengenai garis besar rencana proposal konsep yang akan saya ajukan yang saya sebut dengan istilah Site-Plan (perencanaan situasi/ posisi) kasus. Dalam bagan yang saya gambarkan bahwa kasus Hambalang memiliki 2 perspektif yang sejajar serta berkorelasi (memiliki pengaruh yang saling memperkuat): Bidang Teknis dan Bidang Non-Teknis. Sedangkan Proposal 5 Konsep yang akan saya tawarkan adalah salah satu sub dari Perspertif Bidang Teknis. Dalam menangani suatu persoalan yang kompleks, akan lebih efektif jika kita mengerjakan lebih dulu hal-hal (teknis) yang lebih sederhana dan mudah untuk diatasi. Sejalan urutan itu, dengan sifat korelasi antara ke2 bidang yang sejajar itu, maka hal-hal yang tadinya cenderung lebih rumit akan jadi sederhana sehingga mudah diselesaikan. *Posisi Awal** :* Kasus Longsor Pondasi *< korelasi >* Masalah Non Teknis *Action ` : *Tunda Pembangunan/ Status Quo *ç===== **è* Pertanyaan& Investigasi *Dampak : *Resiko Longsor Susulan * ** ç=====**è* Cari Kambing Hitam** *Next : *Kerusakan Ekosistem * **ç=====**è* Tanggung Jawab Hukum** *Result : *Proyek Gagal. Kerugian Negara. *ç =====**è* Masalah meluas * * *Terobosan** :* Kasus Longsor Pondasi *< korelasi >* Masalah Non Teknis *Action ` : **Solusi Labilitas Lahan * *ç=====**è* Fokus 1 Target *Dampak : *Selesaikan Proyek Aman& Efektif* **ç =====**è* Reposisi.Laporkan: Tekor/Lebih *Next :* Hambalang Sport Center Berdiri *ç=====**è* Sport Center Diresmikan ** *Result :* Karya Nyata PORA *ç=====**è* Prestasi Indonesia Sementara ini, sambil menantikan kabar dari Kemenpora, saya sudah merancang 5 Konsep Solusi Labilitas Lahan yang saya percaya mampu mengatasi kesulitan labiltas di lahan sport center tersebut. Dalam merancang konsep itu, saya juga memperhitungkan karakter tanah di wilayah itu (berwarna kemerahan, sangat gembur sehingga bagus sekali bagi ladang singkong, kontur lahan miring pada lembah terjal serta harus mampu menumpu beban ratusan/ ribuan ton dari bangunan 8 tingkat ). *Solusi Labilitas Lahan* itu terdiri dari : a. Analisa Teknis Labilitas serta Kelongsoran Lahan. b. Konsep Antisipasi serta Persiapan Teknis. c. Konsep Rehabilitasi Teknis 1. d. Konsep Rehabilitasi Teknis 2. e. Konsep Rehabilitasi Teknis 3. Pak Heru menjelaskan bahwa kasus teknis proyek Hambalang ditangani oleh beberapa kontraktor pihak ke3. Sementara konsultan dari para pakar geologi dan teknik sipil, hingga kini belum ditemukan metode tepat untuk mengatasi labilitas yang menyebabkan kelongsoran itu. Walau niat untuk meneruskan proyek masih tetap dipertahankan, melanjutkan proyek pembangunan sementara labilitas tanah belum diatasi, adalah suatu upaya yang sangat beresiko tinggi. Saya kira penerusan proyek di puncak gunung tanpa stabilitas lahan, bisa merusak wilayah sekitarnya hingga ke daerah aliran sungai. Seandainya digambarkan, itu akan seperti kue tart yang menghadapi cangkul. Dalam 1 ayunan, cangkul akan bisa menebas tart, bahkan hingga membelah piring, meja bahkan melepaskan kaki meja. Walau sebelum mendapat kabar dari Kemenpora, saya belum bisa menyusun proposal resmi, sebagai konsultan konseptual yang menawarkan solusi, saya akan terikat perjanjian dalam hak, tanggung jawab serta jaminan atas konsep-konsep yang akan saya sampaikan. Dalam setiap satu konsep yang saya sampaikan, saya akan siap menjawab setiap pertanyaan teknis dan obyektif dari tim uji kelayakan. Demikian pula setiap rampungnya penerapan satu konsep, saya akan siap menjawab pertanyaan teknis dari tim akhli yang secara obyektif menguji efektifitas atas keberhasilan pelaksanaan satu konsep itu. Karya intelektual serta besarnya tanggung jawab yang saya tawarkan itu memiliki value bagi penyelamatan sebuah mega proyek, value bagi ekositem, serta value atas sejumlah benefit yang akan menyusul. Tentu akan cukup menarik dan saya akan berterima kasih seandainya dari proposal itu akan mendatangkan nilai insentif bagi saya. Namun keputusan itu bisa diambil atas pertimbangan pemerintah, karena yang sebenarnya menjadi prioritas utama penawaran konsep ini adalah kontribusi bagi olah raga, para pemuda dan bangsa Indonesia. * * *5. **Energi Konstruktif dan Destruktif* Di masa booming ekonomi pada era pembangunan di desa kami sekitar tahun 1995, tanpa rencana persiapan saya merenovasi warung kami dalam pengembangan upaya mengatasi kebocoran atap. Warung yang dirintis ayah sejak tahun 1960 itu, walau sangat ramai dikunjungi pembeli, namun terasa semrawut karena sangat penuh barang. Ekspansi ruangan demi ruangan rumah tidak mampu menandingi kemajuan pertumbuhan warung kami. Barang dagangan memenuhi segenap kamar pada rumah tinggal bahkan membebani lantai plafond multiplex yang juga dijadikan gudang. Orang tua saya mengatakan bahwa tanpa memindahkan lokasi warung ke tempat penampungan sementara, tidak mungkin renovasi bisa dilakukan. Namun karena tidak ada lokasi penampungan, kami juga tidak mungkin melakukan pemindahan aktifitas warung. Walau tanpa restu ortu, sangat repot, berantakan dan tanpa rencana yang matang saya melakukan renovasi. Singkat cerita, sementara warung yang sangat aktif melayani para pembeli yang berdatangan secara nonstop, renovasipun dilaksanakan (amboi ribetnya ) Setelah menentukan pondasi menurut modul 4 meteran, tanpa melakukan penggalian, saya langsung merakit rangka dan mengecor pondasi telapak dengan ukuran 90x90x 20cm3 di atas lantai yang ada (variasi lantai ubin, lantai batu dan lantai teraso dengan aneka ketinggian). Untuk mengikat antar pilar agar tahan gempa, saya buat ikatan dari sloof beton 15x25cm2 langsung diatas lantai yang ada yang menghubungkan antar pilar dengan penulangan sering menembus tengah-tengah telapak pondasi. Penyederhanaan pekerjaan itu saya lakukan ini agar aktifitas warung tidak terlalu terganggu sementara renovasi berlangsung. Karena tidak merencanakan jumlah lantai serta peruntukan bagi lantai atas (yang kemudian saya putuskan untuk gudang barang dagangan dan lapangan serta penampungan air antisipasi kebakaran pasar), saya hanya menggunakan 8 buah besi beton diameter 16mili dan 12 mili dengan besar pilar sebesar 25x25 cm2. Belakangan, setelah menanyakan jumlah dan peruntukan lantai (lantai dasar, lantai gudang atas dan lantai atap) kakak sepupu menyarankan saya untuk memperbesar pondasi menjadi 120x120x30cm, serta menambah jumlah besi menjadi 4 buah 22mili dan 8 buah 16 mili dengan ukuran pilar sebesar 33x33cm2. Pekerjaan merevisi dan menggabungkan penulangan serta memperbesar ukuran pondasi pada lokasi sempit dalam kesibukan toko yang ramai dikununjungi pelanggan adalah pekerjaan rumit yang sangat merepotkan. Belum lagi upaya mengikis dan memperbesar pilar, ternyata tidak semudah membuat pilar yang baru, Sementara untuk mendukung bekisting plat beton, agar tidak mengganggu lalu lintas personil dan pelanggan warung, saya melakukan penopangan dari atas lemari, rak barang ataupun tembok-tembok yang ada. Setelah lantai gudang di atas selesai dipasang keramik dan lantai atap dicor, barang dinaikkan, tembok-tembok dibongkar, pondasi dan sloof ditimbun puing, dipadatkan dengan pasir dan air dan ditutup keramik dan dipasang rak baru. Kemudian saya merakit lift bikinan sendiri sehingga barang barang diturunkan (dan dinaikkan) dengan tenaga elektro motor. Berkat dukungan mandor dan tukang pinjaman kakak serta bantuan segenap karyawan, kami bisa menyelesaikan renovasi. Warung yang selama beberapa bulan super berantakan, kini menjadi toko yang lebih tertib dan teratur. Bangunan 2,5 tingkat toko kami bukanlah bangunan tertinggi di desa kami. Namun renovasi toko tanpa mengurangi aktifitas pelayani pembeli yang ramai dalam ruangan yang penuh barang seperti yang saya lakukan, mungkin suatu proyek yang unik karena memiliki tantangan dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Saat itu saya menolak limiting belief yang menyatakan: Tidak mungkin toko yang aktif, ramai serta penuh barang bisa direnovasi. Saya sering menganggap limiting belief yang memfokuskan perhatian pada masalah repot dan kesulitan adalah energy yang bersifat destruktif. Walau menyadari kesulitan yang akan menantang, saya tetap berfokus bahwa renovasi PASTI BISA dilaksanakan, APALAGI (walaupun) sementara perdagangan dalam keadaan yang sangat prospektif. Kebalikannya saya menganggap masukkan:Perluas telapak pondasi dan perkokoh pilar agar memiliki daya dukung aman bagi toko dan gudang setinggi 2,5 lantai adalah energi konstruktif. Sementara medan serta kesulitan teknis menantang, fokus saya semakin diperkuat dengan kepercayaan: ADA SOLUSINYA Walaupun pelaksanaannya lumayan ribet, setelah belasan tahun ini kami memiliki toko, gudang, rumah (dan taman dan lapangan bermain yang ringan pada atap) yang kokoh dan cukup tertata. Walau kisahnya agak lupa, pernah seorang mandor bangunan sangat bangga dengan sebuah gedung megah di Jakarta. Sering ia cerita kepada teman2nya bahwa ia adalah orang yang membangun gedung megah itu. Ia memang pernah bekerja sebagai tukang dalam proyek pembangunan gedung itu. Namun dari kejadian itu saya pahami bahwa banyak orang ikut merasa bangga seandainya dilibatkan dengan keberhasilan proyek yang gemilang. Kebalikannya banyak orang merasa enggan seandainya dirinya dikaitkan apalagi ikut bertanggung jawab dengan proyek yang gagal apalagi runtuh. Sementara diperhadapkan kepada tuduhan serta tekanan dari berbagai pihak, saat ini Menpora berada dipersimpangan: Melanjutkan atau menghentikan proyek Hambalang Sport Center. Menyaksikan terbengkalainya proyek, DPR melakukan pengamanan dana proyek sebesar Rp500M. Namun pak Heru mengatakan bahwa dana dari DPR itu pasti akan kembali dicairkan jika proyek dilanjutkan kembali. Namun saya berharap agar Kemenpora, seperti yang juga diharapkan pak Bunyamin, untuk melaksanakan segala tindakan yang bersifat konstruktif: 1. Lanjutkan pembangunan proyek. 2. Rehabilitasi stabilitas lahan dan revisi konstruksi yang kurang tepat. 3. Manfaatkan Hambalang Sport Center bagi pembinaan dan peningkatan prestasi olah raga generasi muda, putra dan putri terbaik Indonesia. Pak Heru juga sempat mengatakan bahwa dana yang tersisa amatlah terbatas. Namun satu hal yang akan saya upayakan adalah agar dalam pelaksanakan konsep solusi labilitas lahan ini tidak akan memberatkan anggaran yang masih ada. Saya prakirakan proyek stabilisasi lahan bisa selesai dalam waktu 3 bulan. Dalam jeda 2 bulan sambil dilakukan finishing bangunan yang sudah terstruktur, akan dilakukan sejumlah pengujian lahan. Seandainya lahan dianggap cukup mantap, stabil dan layak, proyek pembangunan sudah dibongkar atapun belum dilakukan akan bisa diulangi/ diteruskan kembali dengan beberapa penyederhanaan. Teman2, Doakan agar usulan saya diterima Menpora. Dari benih yang baik, akan tumbuh pohon baik, yang akan menghasilkan buah yang baik bagi kita semua. Dari rencana yang mulia, dilaksanakan secara kosntruktif, akan meningkatkan kwalitas prestasi putra-putri Indonesia. Salam sejahtera, Mulyadi Dharmadi [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : [email protected] Kunjungi situs INTI-net http://groups.yahoo.com/group/inti-net Kunjungi Blog INTI-net http://tionghoanet.blogspot.com/ http://tionghoanets.blogspot.com/ Tulisan ini direlay di beberapa Blog : http://jakartametronews.blogspot.com/ http://jakartapost.blogspot.com http://indonesiaupdates.blogspot.com *Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan* CLICK Here to Claim your Bonus $10 FREE ! http://profitclicking.com/?r=kQSQqbUGUhYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/inti-net/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
