Ini Alasan Komisi I Setujui Pembelian Tank Leopard
Penulis : Sandro Gatra | Kamis, 23 Agustus 2012 | 22:20 WIB
militar.org.uaTank Leopard 

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pembelian 
tank Leopard oleh pemerintah setelah ada perubahan beberapa hal yang sempat 
dikritisi Komisi I. Perubahan itu diketahui dalam rapat antara pihak Komisi I 
dengan pihak pemerintah pekan lalu.

Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin mengatakan, awalnya para politisi 
Komisi I termasuk dirinya menolak rencana pembelian tank Leopard bekas dari 
Belanda lantaran berat tank mencapai 64 ton. Tank itu dinilai tak cocok dengan 
kondisi geografis di Indonesia. Selain itu, harga jual terlalu mahal untuk tank 
bekas, yakni 2,5 juta euro per unit.

Alasan lain, kata Tubagus, tidak ada transfer teknologi kepada BUMN di 
Indonesia seperti PT Pindad. Kemudian, tambah dia, berdasarkan penjelasan yang 
diterima Komisi I, pemerintah akhirnya akan membeli tank baru dari Jerman 
dengan harga antara 700 ribu euro sampai 1,5 juta euro atau tergantung 
persenjataan yang dipasang.

Selain itu, tambah politisi PDI Perjuangan itu, pembelian murni antar negara 
dan tidak melibatkan makelar atau pihak ketiga. Hal lain, berat tank disebut 
hanya 40 ton atau medium tank.

"Karena langsung dari pabrik, maka melibatkan BUMN seperti PT Pindad dalam TOT 
(transfer of technology). Dengan informasi seperti itu, maka Komisi I 
menganggap sudah tidak ada masalah lagi dengan rencana pembelian tank Leopard. 
Tapi perlu dikonfirmasi langsung lagi dengan Kemenhan atau TNI," kata Tubagus 
melalui pesan singkat, Kamis (23/8/2012). 

Editor :
I Made Asdhiana

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke