http://www.shnews.co/detile-7406-cinta-yang-menembus-batas-ideologi.html

Cinta yang Menembus Batas Ideologi 
Rikando Somba | Kamis, 06 September 2012 - 15:54:50 WIB

: 51 



(dok/SH)
Kisah cinta Seif al-Islam Khadafi dan Orly Weinerman. 


Cinta tak pernah kenal batas sosial dan psikologis. Cinta itu buta. Adagium ini 
cocok dialamatkan untuk hubungan Orly Weinerman dengan Seif al-Islam Khadafi. 

Keduanya benar-benar membelalakkan mata dunia akan porak porandanya sekat 
ideologi dan hubungan antarnegara. Weinerman yang adalah artis dan model asal 
Israel dan berdarah Yahudi mengaku berpacaran dengan anak bungsu mantan 
penguasa Libia, Moammar Khadafi, Seif al-Islam. 

Hubungan romantis diam-diam ini baru mengemuka Selasa (4/9). Weinerman 
membongkar hubungannya dengan putra kesayangan Khadafi ke media massa sekaligus 
mengungkapkan kedekatan sang pacar dengan mantan anak pemimpin Libia itu dengan 
Toby Blair, mantan Perdana Menteri Inggris. 

Adalah Daily Mail dan koran Israel Haaretz yang membeber percintaan model asal 
Israel dengan Seif, yang negara dan keluarganya jelas anti-Yahudi. Melalui 
Weinerman, Seif meminta agar dirinya diselamatkan dari ancaman hukuman berat 
Mahkamah Internasional. Setidaknya, ini menurut pengakuan sang model yang kini 
berusia 41 tahun itu. 

“Seif itu sangat dekat dengan Blair. Bahkan mereka tengah bekerja sama untuk 
suatu proyek, saat Seif ditangkap. Saya yakin Blair akan sangat memperhatikan 
kawan lamanya dengan menunjukkan loyalitasnya. Lagi pula dia adalah orang 
Kristen yang sangat taat. Ini waktunya menunjukkan kasih kekristenan,” tuturnya 
kepada wartawan tabloid The Daily Mail, Minggu (2/9). 

Harapan model ini bukan menggantang asap. Posisi Blair yang kini menjadi 
pemimpin misi Middle East Quartet, atau misi empat pihak; Uni Eropa, AS, PBB, 
dan Rusia, pastinya punya dampak di panggung internasional. 

Dokumen Penguat 

Apa yang diungkap Weinerman dikuatkan oleh dokumen-dokumen yang ditemukan saat 
penggulingan Khadafi beberapa waktu lalu. 

Berbagai dokumen keluarga Khadafi menunjukkan ada kerja sama erat Seif 
al-Islam; pria bergelar PhD lulusan universitas ternama London School of 
Economics dalam sebuah program pada 2007. Blair yang juga pengajar di 
universitas ini bahkan dipasangkan oleh Seif sebagai tandem pengajar. 

Ada pula dokumen yang menguatkan kasak-kusuk gosip internasional bahwa Blair 
juga kenal dekat dengan ayah Seif, Moammar Khadafi, dan bertemu dengannya pada 
2004. 

“Anda semestinya bertanya kepada Blair bagaimana sikap dan pemikiran Seif 
al-Islam. ICC (Mahkamah Internasional) harusnya memanggil mantan Perdana 
Menteri Inggris ini sebagai orang yang tahu persis siapa pacar saya. 
Membunuhnya adalah hal yang tak tepat sama sekali. Dia tak layak mengemban 
hukuman atas apa yang dilakukan ayahnya,” bela Orly Weinerman lagi soal 
persidangan Mahkamah yang kemungkinan segera menghukum mati Seif. 

Di depan para wartawan, Weinerman, perempuan kelahiran 21 Juni 1971 itu, dan 
kondang sebagai pemeran dalam komedi situasi TV Israel bertajuk Shemesh, kali 
ini gamblang bercerita soal kisah cintanya dengan Seif. 

Ia tak mengiyakan, atau menolak, ketika disudutkan dengan pertanyaan apakah 
dirinya sudah hidup bersama dengan Seif al-Islam selama beberapa tahun ini. 

Padahal, pada 2006, saat dua media internasional, Der Spiegel dan La Voz de 
Galicia, pernah menguntitnya dan memberitakan hubungan kedua insan beda negara 
dan agama ini, Weinerman yang belakangan terjun ke dunia nyanyi ini membantah. 

Weinerman bercerita, sudah enam tahun sangat dekat dengan Seif. Pertemuannya di 
London pada 2005 sebagai teman berujung kisah cinta. Ia mengaku hal ini sudah 
diketahui orang tuanya. Hubungan Seif dengan keluarga sang model baik-baik 
saja. Hanya, orang tua Weinerman menginginkan agar putrinya tak pindah agama 
menjadi mualaf jika pun menikah dengan Seif. 

“Seif bisa menerima ini. Dia bahkan sudah memaklumi bahwa dirinya berhubungan 
dengan keluarga Yahudi yang dia tak bisa elakkan. Tanya saja ke keluarganya, 
Seif tak benci Yahudi kok. Dia objektif,” ujar model ini. 

Apakah permintaan bintang serial TV ini akan direspons Blair? Hingga kini belum 
terjawab. Yang jelas, Seif kini menghadapi ancaman hukuman mati jika proses 
persidangan di Mahkamah Internasional bertempat di Denhaag menyatakan dirinya 
bersalah dalam dakwaan pembunuhan massal terhadap oposan di Libia. 

Pengadilan ini masih berjalan in-absentia alias tanpa dihadiri terdakwa. Libia 
berniat mengadili sang “putra mahkota” Khadafi ini di dalam negeri. “Seif lebih 
menyukai ditahan di Libia yang menggunakan hukum Syariah Islam terhadap tawanan 
perang, dengan memperhatikan hak-hak dan tanggung jawabnya,” kata wartawan Al 
Arabiya yang mewawancarainya. 

Seif, yang sempat buron dan ditangkap oleh milisi pro oposisi di Zintan, juga 
disebut lebih suka membaca buku bertuliskan bahasa Inggris daripada bahasa 
Arab. Ini mungkin dipengaruhi pendidikannya yang lebih banyak dihabiskan di 
Inggris daripada di negeri sendiri; Libia. (Al Arabiya/Daily Mail/ 
Haaretz/Huffington Post/Berbagai Sumb


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke