Masih dan makin arogan aja. Sudah jelas kalah suara di Pilkada tahap I. artinya 
suara rakyat tidak pro ke dia. Masih arogan mengklaim koalisi dgn rakyat. 
Bilang aja koalisi dengan parpol di DPRD DKI yang kebetulan tidak didukung oleh 
rakyat pemilih.

Kan sdh jelas kelihatan perolehan suaranya. Kalo nggak percaya, lihat aja nanti 
di Pilkada Tahap II. Pasti makin banyak yang milih Jokowi Ahok karena muak 
dengan gaya, bicara dan sikap Foke yang makin sok, keras kepala dan arogan. 
Artinya ucapan wakilnya - Pak Prijanto terbukti benar semua. 
-------------------------

Foke: Saya yang Duluan Bilang Koalisi dengan Rakyat!
Ray Jordan - detikNews

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda
Jakarta Calon gubernur incumbent DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke), menegaskan 
bahwa dalam putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2012 kali ini dirinya berkoalisi 
dengan rakyat. Dia mengklaim sebagai pihak pertama yang melontarkan gagasan 
itu, bukan pasangan lain.

"Saya ingin mengingatkan, pada saat setelah penghitungan quick count putaran 
pertama selesai, itu yang pertama saya katakan, saya akan berkoalisi dengan 
rakyat, itu bukan orang lain. Ada rekamannya di televisi. Jadi kalau ada pihak 
lain yang mengaku begitu, barangkali ditanyakannlah kepada yang bersangkutan. 
Yang jelas saya sudah lebih duluan ngomongnya," ujar Foke usai menghadiri acara 
Lebaran Betawi di Lapangan Bermes, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 
(10/9/2012).

Meski mengaku berkoalisi dengan rakyat, Foke mengatakan, pilgub DKI merupakan 
percaturan politik yang membutuhkan dukungan partai politik. Dirinya merasa 
bersyukur dengan banyaknya dukungan partai politik terhadap dirinya dan 
Nachrowi Ramli untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Kalau dihitung berdasarkan kursi di DPRD, dari 94 kursi, kami mendapatkan 77 
kursi di DPRD, dan ini merupakan alasan yang sangat penting untuk bekerja lebih 
keras lagi untuk meraih kemenangan pada putaran kedua nanti," katanya.

Foke pun mengatakan, dengan banyaknya dukungan parpol, tentu akan memudahkan 
proses demokrasi di DPRD DKI Jakarta nantinya dalam menjalankan roda 
pemerintahan.

"Dan ini juga jadi modal untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik. 
Karena kalau pendukungnya sedikit, tentu bisa menjadi kendala dalam proses 
demokrasi di DPRD nanti," kata Foke.

Kirim email ke