http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/29/352056/127/101/Kabut-Asap-Tebal-Landa-Kalteng-Lagi
Kalimantan Kabut Asap Tebal Landa Kalteng Lagi Sabtu, 29 September 2012 17:36 WIB Antara/Untung Setiawan/vg a.. PALANGKARAYA--MICOM: Kabut asap tebal akiibat kebakaran hutan dan lahan kembali melanda beberapa daerah di Provinsi Kalimantan Tengah sehingga mengganggu jarak pandang dan mengancam kesehatan warga. Berdasarkan pantauan, Sabtu (29/9), kondisi udara di Kota Palangkaraya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kapuas berkabut sejak pagi hingga menjelang siang. "Di Kota Palangkaraya udara sudah mulai berkabut asap menjelang tengah malam dan pagi harinya semakin tebal. Kabut asap mulai berkurang menjelang siang hari," kata salah seorang supir angkutan penumpang, Heri. Jalan Trans-Kalimantan dari Kota Palangkaraya hingga Kabupaten Kapuas terlihat diselimuti berkabut asap. Kondisi kabut asap tebal terlihat sampai Desa Saka Kajang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Sementara itu, bekas lahan yang dibakar milik warga juga terlihat di sepanjang ruas jalan tersebut, khususnya di wilayah Kota Palangkaraya. (Ant/OL-01 +++++++ http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/09/351915/127/101/Kalsel-Tuntut-Pusat-Danai-Perbaikan-Kerusakan-Lingkungan Kalimantan Kalsel Tuntut Pusat Danai Perbaikan Kerusakan Lingkungan Penulis : Denny Susanto Sabtu, 29 September 2012 01:00 WIB a.. BANJARMASIN--MICOM: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menuntut pemerintah pusat membantu dana untuk perbaikan lingkungan yang rusak akibat eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut. "Selama ini daerah menerima dampak kerusakan lingkungan yang menimbulkan kerugian luar biasa," kata Sekretaris Daerah Kalsel M Arsyadi di Banjarmasin, Jumat (28/9). Menurutnya, kerusakan lingkungan berhubungan erat dengan tingginya intensitas bencana, seperti banjir, kekeringan, dan longsor. Akibatnya, 30% dana APBD Provinsi Kalsel terkuras untuk penanganan dan pemulihan akibat bencana, rusaknya infrastruktur, perekonomian, dan penanganan masalah sosial. Oleh karena itu, ujar Arsyadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menuntut pemerintah pusat mengucuran dana untuk perbaikan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh gencarnya eksploitasi sumber daya alam di wilayah itu. "Muara dari persoalan kerusakan lingkungan ada pada pemerintah pusat, terutama Kementerian Kehutanan dan Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral)," tambahnya. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, sepanjang 2011 hingga awal tahun ini terjadi 10 kali bencana banjir, dua kali longsor, dan 17 kali bencana angin ribut. Bencana banjir terjadi di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Tengah tersebut menyebabkan 2.730 keluarga atau 11.238 jiwa terpaksa mengungsi. (DY/OL-01 [Non-text portions of this message have been removed]
